Bertobat Tuntunan Ibadah Remaja 25 Februari 2018

Bacaan: Markus 1:1-8
Tahun Gerejawi: Pra Paskah II
Tema: Mengakui Kesalahan
Tujuan:

  1. Anak dapat menjelaskan tugas Yohanes Pembaptis.
  2. Anak dapat menerapkan sikap berani bertanggungjawab atas kesalahan yang dilakukannya.

Lagu Tema: PKJ 264 Apalah Arti Ibadahmu

Penjelasan Teks (untuk Pamong):
Markus 1:2-3
“Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”,
Kutipan nubuat dari kitab nabi-nabi, bukan hanya kitab nabi Yesaya. Ayat kedua dikutip dari nubuatan pada Maleakhi 3:1 dan ayat ketiga dikutip dari nubuatan pada Yesaya 40:6.

Markus 1:4
“demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”
Seruan agar jemaat/umat yang bertobat kemudian harus dibaptis menggambarkan suatu tindakan mempersiapkan umat dalam menghadapi kedatangan-Nya dalam hal ini adalah Tuhan Yesus

Markus 1:5, 6
“Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit dan makanannya adalah belalang dan madu hutan.”
Mereka datang berbondong-bondong untuk mendengarkan Yohanes karena selama ini mereka tidak memiliki pengharapan. Kedatangan Yohanes menghidupkan kembali harapan mereka sehingga mereka meninggalkan dosa-dosa mereka dan memberi diri dibaptis.Kehidupan Yohanes menjadi teladan yang sangat baik. Makanan berupa belalang yang dimakan Yohanes masuk kategori makanan yang ditetapkan boleh dimakan atau tidak haram. Dengan demikian hidupnya menurut atau sesuai perintah Allah.

Markus 1:7
“Inilah yang diberitakannya: Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”
Yohanes yang dikagumi, dianggap sebagai nabi, dianggap sebagai utusan Allah, dianggap sebagai orang kudus ternyata menganggap dirinya bukan apa-apa. Mengingatkan agar manusia selalu rendah hati dan tidak sombong

Markus 1:8
“Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh kudus.”
Yohanes hanya diberi mandat untuk mempersiapkan umat yang bersih untuk dibawa kepada Allah, maka Ia (Yesus) yang akan datang mempunyai kuasa untuk menguduskan, mengampuni dan menyelamatkan manusia

Persiapan:

  • Alat tulis dan kertas
  • Jika memungkinkan meminta beberapa anak untuk berbain peran

Aktivitas :
Anak-anak diminta untuk menuliskan satu peristiwa tentang suatu kesalahan yang menyebabkan hati mereka tidak nyaman atau tenang.
Beranikah mereka mengambil keputusan untuk mengakui kesalahan tersebut dan berjanji untuk memperbaharuinya ?
Roleplay dengan cerita sesuai kondisi –sebaiknya durasi waktu 5 menit

Cerita:
Jika kita mendengar kata pertobatan atau bertobat apakah yang ada di benak kita?.Pasti orang akan berpikir tentang suatu perbuatan yang terkait dengan tindak kejahatan.Apakah itu kriminal(perampok,pembunuh ,korupsi dan lain sebagainya) atau terkait dengan tindakan pelanggaran sosial Bagaimana jika kesalahan yang terkait dengan membohongi orang tua atau mencotek saat ulangan apakah itu tidak perlu bertobat atau melakukan pertobatan?Tobat dalam kamus Bahasa Indonesia berarti: sadar dan menyesal akan dosanya dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatannya.

Dalam bahasa Ibrani tobat diartikan “Syub”: membalikan diri, memalingkan diri, kembali. Kata “Syub” memang tidak berarti apa-apa kalau tidak diikuti oleh artinya berubah di dalam atau juga bisa diartikan secara bebas, berubah dari dalam.

Apakah tobat itu sama dengan kapok atau jera yang mengandung arti: sudah tidak mau berbuat lagi. Sebab selama ini ada teman-teman kita yang berubah setelah diskors karena ketahuan ketika merokok di kamar mandi sekolah. Setelah selesai masa skors lalu berkata “tobat-tobat, saya tidak akan merokok lagi,saya ingin jadi anak yang baik.”

Ada juga orang berubah dari kejahatannnya, karena ia kedapatan mencuri atau merampok. Ada lagi seorang preman yang telah menjadi tua, ia berupaya untuk berubah demi anak-anak dan istrinya.

Untuk berubah menjadi baik memerlukan suatu proses. Tetapi yang harus segera dilakukan adalah secepatnya untuk menyadari kesalahan dan bertanggunh jawab di hadapan Tuhan.Jadi orang yang bertobat adalah orang yang berbalik kepada Allah, berubah pikirannya dari yang jahat kepada kebaikan. Orang yang bertobat bukan takut akan hukuman, bukan juga karena pengaruh lingkungan, bukan pula takut akan akibat-akibat dosa itu, bukan pula takut akan merosotnya derajat di mata manusia. Tetapi yang menyebabkan kesedihan atau tidak damainya hati.Lebih dari itu telah membuat kecewa Tuhan.Sehingga merusak hubungannya dengan Tuhan . Orang yang bertobat adalah orang yang mau berdamai dengan Tuhan.

Contho Cariyos (Basa Jawi)
Sampean nate mireng tembung mratobat? Apa kuwi mratobat? Nalika kita mireng tembung mratobat, kita langsung mikir tumindak jahat., umpamane ngrampok, korupsi, mateni, lan liya-liyane; utawa tumindak kang gandenga karo pelanggaran sosial. Terus piye karo tumindak iki: ngapusi wong tuwa, nyontek nalika ulangan, apa kuwi dudu tumindak jahat sing kudune ya perlu mratobat? Tobat ing kamus bahasa Indonesia tegese: sadar lan nggetuni (menyesal) dosa lan nduweni niat ngapiki tumindake.

Ing basa Ibrani, tobat kuwi “Syub” tegese: membalikkan diri, memalingkan diri, kembali. Tembung “Syub” ora ana tegese yen ora dipasangake karo tembung “Nakas” tegese: Getun (menyesal). Ing basa Yunani nganggo tembung “Metanoia”, tegese berubah di dalam utawa terjemahan bebase berubah dari dalam.

Adik-adik, apa tobat kuwi padha karo kapok/jera ingkang tegese: ora gelem nglakoni maneh? Awit ana wong gelem ngewahi tumindake kang ala nalika nampa ukuman, umpama: gelem berubah sawise diskors awit konangan ngrokok nang sekolahan. Sawuse rampung nampa ukuman skros, nembe eling lan matur, tobat..tobat..aku kapok ora ngrokok maneh, utawa ana wong kang mratobat karana konangan pas nindakake kejahatan, contone: konangan pas ngrampog utawa nyolong.

Supaya bisa berubah tambah apik, kuwi butuh proses. Nanging, kang paling dhisik dilakoni yokuwi kudu ngrumangsani salahe lan tanggung jawab ing ngarsane Gusti Allah. Awit saka kuwi, wong kang mratobat yakuwi wong kang bali marang Gusti Allah, ngowahi pikirane saka pikiran jahat marang pikiran kang apik. Wong kang mratobat kanthi tulus kuwi dudu wong kang wedi ukuman awit tumindake ala, nanging wong kang ngrasakake sedih lan ora tentrem ing ati. Luwih saka iku, wong mau wis ngrumangsani nggawe kuciwane Gusti Allah, matemah wus ngrusak sesambetane (hubungannya) karo Gusti Allah. Wong kang mratobat kuwi, wong kang gelem bedamen (berdamai) karo Gusti Allah. Amin.dak

Lagu Tema : PKJ 264 – Apalah Arti Ibadahmu

 

Bagikan Entri Ini: