Bawalah Damai Tuntunan Ibadah Remaja 25 Maret 2018

Bacaan: Markus 11: 1-11
Tahun Gerejawi : Minggu Palmarum

Tema: Minggu Palmarum
Tujuan :

  1. Anak dapat menceritakan kisah Tuhan Yesus yang masuk ke kota Yerusalem.
  2. Anak dapat menyebutkan hambatan-hambatan untuk membawa damai
  3. Anak dapat menyebutkan faktor pendukung untuk membawa damai.
  4. Anak dapat meneladani keberanian Tuhan Yesus yang membawa damai

Lagu Tema : KJ 422 “Yesus Berpesan”

PENJELASAN TEKS (untuk Pamong):
Injil Markus adalah Injil paling tua di antara Injil yang lain. Secara garis besar, Injil Markus menceritakan nada pengharapan kedatangan Mesias yang menyelamatkan orang Yahudi dari penjajahan Romawi. Bagi mereka, Mesias adalah sosok raja yang gagah perkasa, membawa pedang, dan menunggangi kuda gagah untuk memerangi bangsa Romawi. Dalam bacaan Markus 11 : 1-11, pengelu-eluan Tuhan Yesus masuk ke kota Yerusalem adalah penyambutan Mesias tersebut. Orang banyak menyangka bahwa Yesus itulah Mesias yang akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Sangkaan orang banyak tidak salah, karena Yesus memanglah Mesias, tetapi Dia tidak membebaskan orang banyak dengan pedang. Setidaknya hal tersebut ditunjukkan dengan tunggangan Yesus yaitu keledai, bukan kuda. Keledai identik sebagai hewan pengangkat beban. Nubuatan Nabi Zakaria tergenapi, “Lihat rajamu datang kepadamu, mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda” (Zakharia 9 : 9). Oleh karena itu, orang banyak menyambut Yesus dengan gegap gempita. Teks menceritakan bahwa orang banyak meneriakkan HOSANA. Kata Hosana berasal dari istilah Ibrani hosyiana yang berarti “tolonglah”. Kata Hosana berakar dari kata hosyia yang berarti “menyelamatkan”. Dalam tradisi Israel, Hosana adalah aklamasi popular yang bernada kemenangan dimana aklamasi itu diteriakkan pada saat Hari Raya Pondok Daun. Kalimat berikutnya yang mengikuti HOSANA adalah Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan. Ini adalah kutipan dari Mazmur Halel yang dinyanyikan dalam perayaan Paskah dengan kesan Mesianis. Selanjutnya, orang banyak juga meneriakkan Diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan Bapak Daud. Ini adalah sebuah ungkapan Mesianik yang begitu kuat dimana orang banyak mengingat nubuatan bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud, Raja Israel. Dengan demikian, orang banyak yang mengelu-elukan Tuhan Yesus sebenarnya menumpukan harapan kemenangannya atau harapan pembebasan pada pertolongan Tuhan Yesus yang adalah Mesias. Teriakan orang banyak tersebut juga disertai dengan sebuah sikap penyambutan dengan menghamparkan pakaian di jalan –sebagai simbol permadani kerajaan- dan menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang (ayat 8).

Tuhan Yesus memasuki kota Yerusalem dengan penuh keberanian. Di Yerusalem, penderitaan-Nya akan diawali. Dengan gagah berani, Tuhan Yesus menyongsong kematian-Nya demi keselamatan dunia dan pembebasan dunia dari belenggu dosa. Dalam tradisi gereja, peristiwa tersebut diperingati dalam Minggu Palmarum. Orang banyak mengelu-elukan Dia sebagai Raja dan Yesus memanglah Raja yang membawa perdamaian melalui Kerajaan Allah.

CONTOH CERITA
(Pamong mengajak terlebih dahulu menonton Sebuah film: Teaser Shadows: Share The Goods of Loving without Fears: https://www.youtube.com/watch?v=rl7Hb9TKTrQ )

Penjelasan film:
seorang remaja perempuan di-bully oleh teman-temannya secara fisik dan verbal. Dia merasa sedih dengan perlakuan teman-temannya. Tetapi dia tidak menyerah dengan kebencian teman-temannya. Dia menempelkan kata-kata hinaan dari teman-temannya kepada dirinya pada gambar hati yang sebagian bolong. Hal ini menjadi janji dan komitmen dirinya untuk tidak membalas perlakuan teman-temannya, sebaliknya dia akan membalas teman-temannya dengan kasih.

Film ini memperlihatkan nilai-nilai pembawa damai. Remaja perempuan dalam film itu tidak kehilangan damainya walaupun dia mendapat perlakuan yang tidak baik dari teman-temannya. Malahan dia mau melakukan perubahan dengan mengasihi teman-temannya. Dia adalah pembawa damai karena hidupnya memberi inspirasi bagi teman-temannya.

Seorang pemimpin, entah itu raja, presiden, maupun orang-orang yang dipandang berkharisma, pasti dalam kepemimpinannya menerima fasilitas-fasilitas yang menunjang kepemimpinannya. Kalau dia pergi ke daerah atau melakukan sebuah kunjungan, biasanya dia akan dikawal oleh pasukan pengawal yang super duper hebat. Pasukan yang mengawalnya mungkin bisa sampai berjumlah puluhan. Kaca dari mobil dinas yang ditumpanginya mungkin juga anti peluru, bahkan bisa saja dia mengenakan rompi anti peluru dalam busana yang dikenakannya. Semuanya itu dilakukan agar pemimpin tersebut maksimal dalam mengemban tugasnya.

Agak berbeda dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus disambut bak seorang pemimpin, karena memang demikian harapan orang banyak. Tuhan Yesus diharapkan mampu membebaskan orang banyak dari penjajahan Romawi, sehingga suasana damai tercipta. Namun apa yang dilihat orang banyak? Tuhan Yesus datang dengan keadaan yang amat sederhana, jauh dari kesan seorang raja atau seorang pemimpin. Tuhan Yesus tidak datang dengan kendaraan anti peluru, namun Dia datang dengan mengendarai keledai. Tuhan Yesus tidak mengenakan rompi anti peluru, namun Dia mengenakan baju yang terbuat dari kain. Di balik semuanya itu, kedatangan Tuhan Yesus yang mengendarai keledai dan mengenakan pakaian yang sederhana mengandung sebuah makna bahwa membawa perdamaian tidak harus selalu dengan mengangkat pedang atau dengan menggunakan kekerasan. Membawa perdamaian bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana dan bersahaja. Mari belajar membawa perdamaian dimulai dengan cara-cara yang sederhana

(ulas sedikit tentang film yang ditonton dan jelaskan sedikit tentang bullying)

AKTIVITAS
(pamong mempersiapkan beberapa kertas manila, krayon / spidol, alat tulis dan penggaris)

KAMPANYE ANTI BULLYING

  1. Minta remaja untuk berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil.
  2. Minta remaja untuk berkreasi membuat poster sederhana yang berisi tentang Anti Bullying juga dengan yel-yelnya.
  3. Minta masing-masing kelompok mempresentasikan poster dan yel-yelnya.
 

Bagikan Entri Ini: