Tahun Gerejawi: Bulan Pembangunan GKJW
Judul: “Tubuh Tuhan yang Ber-sinergi”
Tema: Patunggilan sebagai Gereja Intergenerasi
Bacaan Alkitab: Roma 12: 1-8
Ayat Hafalan: Kolose 3 : 23 – “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Lagu Tema: Big or Small
Tujuan:
- Remaja dapat menunjukkan karunia-karunia jemaat Roma yang diberikan Tuhan.
- Remaja dapat menunjukkan bahwa karunia-karunia dari Tuhan digunakan untuk melayani Tuhan dan juga melayani sesama.
- Remaja dapat memiliki sikap intergenerasi (pendekatan keluarga) bahwa setiap orang/generasi memiliki karunia yang berbeda-beda.
- Remaja dapat menunjukkan karunianya/bakat di dalam pelayanan gereja.
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Jemaat Roma adalah jemaat yang besar (dan mungkin salah satu jemaat tertua bila dibandingkan dengan jemaat lainnya). Permasalahan jemaat besar senantiasa akan jauh lebih kompleks bila dibandingkan dengan jemaat kecil. Begitu juga dengan jemaat Roma. Memang jemaat Roma banyak sekali pelayan-pelayan, namun pelayan-pelayan ini belum memiliki kesatuan hati.
Rasul Paulus menekankan semangat intergenerasi (bahkan transgenerasi). Semangat kesatuan hati. Yang tua dapat melayani yang muda, dan yang muda juga dapat melayani yang tua. Inilah wujud Tubuh Kristus, yang memiliki karunia dan tanggungjawab yang berbeda-beda.
Pendahuluan
1. Remaja diajak melakukan sebuah fun game berjudul “Menggambar Tubuh”
- Jika satu kelas terdiri dari banyak remaja, maka bisa dibagi menjadi kelompok masing-masing minimal 8 orang.
- Masing-masing kelompok diberi lembaran kertas ukuran folio untuk menggambar manusia (contoh sketsa tubuh terlampir).
- Setiap kelompok melengkapi gambar dengan mengisi rambut, mata, alis, hidung, telinga, mulut, tangan, kaki. Dilakukan dengan mata tertutup secara bergantian. Satu orang bertugas menggambar mata, dan seterusnya.
- Dilanjutkan dengan memberi evaluasi dengan melihat hasil gambar. Masing-masing kelompok di persilahkan untuk memberikan penjelasan, dengan pemantik pertanyaan: apa yang akan terjadi jika gambarnya demikian…? (Sesuai dengan hasil gambaran masing-masing kelompok)
2. Remaja diajak membaca Roma 12: 1-8!
Cerita
Sahabat remaja, benar seperti yang anda gambarkan tadi bahwa tubuh manusia baru bisa bekerja dengan normal jika: pertama, memiliki anggota tubuh yang lengkap. Kedua, semua anggota tubuh bisa berkoordinasi dengan baik atas perintah otak. Kesatuan koordinasi menjadi poin penting dalam sebuah kerjasama.
Sahabat remaja, pesan utama dalam perikop ini adalah tentang ibadah yang sejati. Kepada orang percaya di kota Roma, Rasul Paulus menasehatkan bahwa ibadah yang sejati adalah ketika mereka mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Itulah ibadah yang benar, sehingga berkenan bagi Allah. Selanjutnya Rasul Paulus juga menjelaskan bahwa persembahan yang dimaksud tidak menunjuk kepada tubuh fisik yang fana ini. Namun lebih dimaksudkan sebagai keinginan atau kecenderungan maupun kesanggupan hati manusia. Paulus menyebut hal ini sebagai karunia yang diberikan Allah kepada setiap orang, yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Tentang karunia yang berbeda-beda ini, Paulus menggambarkannya seperti juga tubuh yang memiliki banyak anggota, dengan tugas yang berbeda-beda pula. Ayat 6 -8, menyebutkan dengan jelas berbagai karunia yang dianugerahkan Allah kepada setiap orang.
Lalu bagaimana cara mengelola karunia-karunia yang berbeda itu supaya menjadi persembahan yang diperkenan oleh Tuhan? Pertama, bahwa masing-masing orang menguasai diri. Artinya setiap orang dituntut untuk menjadi dirinya sendiri. Berpikir, berkata dan berbuat sesuai dengan apa yang dimiliki, dan tidak harus menjadi seperti orang lain (ayat 3). Kedua, setiap pribadi harus selalu memelihara pengertian bahwa meski setiap orang berbeda satu dengan yang lain, namun tetap dipersatukan dalam Kristus. Artinya bahwa hanya kendali serta kehendak Yesus saja yang berlaku dalam kepelbagaian karunia/talenta. Tidak boleh ada seorangpun yang mengendalikan hidup orang lain. Ketiga, baiklah setiap orang melakukan dan mengembangkan karunia yang dianugerahkan dengan ikhlas, rajin dan sukacita.
Bersyukurlah hai sahabat remaja, bahwa setiap pribadi menerima karunia dari Tuhan, meski berbeda-beda. Tidak ada seorangpun yang tidak menerima karunia. Tuhan memberikannya sebab Ia begitu mengasihi manusia. Selayaknya jika sahabat remaja sebagai bagian dari tubuh Kristus mensyukurinya dengan cara mau bekerjasama, bersinergi dengan siapapun: sesama remaja, pemuda, orang tua dan bahkan adiyuswa dalam pelayanan di gereja pun juga dalam aktifitas sehari-hari.
Aktifitas
Remaja di ajak bermain ‘Game Mengenal Diri’
1. Remaja memilih dua dari beberapa pertanyaan yang menggambarkan talenta diri (tekniknya bisa menyesuaikan keadaan).
2. Pertanyaan-pertanyaan yang perlu dipersiapkan pamong:
- Tiga kata apa yang menggambarkan anda?
- Hal apa yang akan dikatakan seorang teman baik tentang anda?
- Jika anda bisa membuat club setelah sekolah, apa itu dan mengapa?
- Jika anda membuat soundtrack untuk hidup anda, lagu apa yang akan ada di dalamnya?
- Kapan saat Anda benar-benar merasa bangga pada diri sendiri?
- Jika diberi kesempatan untuk bermain film, peran apa yang ingin Anda mainkan?
Catatan 1:
- Game ini dimaksudkan untuk memberikan ruang pada remaja untuk belajar terbuka, mengenal kemampuan diri, mengembangkan hal positif, mengembangkan kepercayaan diri, belajar mengambil keputusan dan belajar berani bertanggungjawab atas pilihannya.
- Dalam permainan ini, Pamong dituntut untuk mencermati demi mengenal karakter dan talenta para Remaja.
- Kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk memberdayakan Remaja dalam lingkungan pelayanan gereja, khususnya dalam kepengurusan persekutuan remaja.
Catatan 2:
Dalam pelayanan ini kalau bisa melibatkan cross (lintas) kategorial sebagai wujud gereja intergenerasi, bisa mengajak pelayan dari adi yuswa sebagai story telling atau persembahan lagu, KPPW sebagai games tradisional, KPPM sebagai pelayan media digital, musik.