Setiaku Pada Negeri, Setiaku Pada Tuhan Tuntunan Ibadah Remaja 15 Agustus 2021

2 August 2021

Tahun Gerejawi: Bulan Pembangunan GKJW
Judul: “Setiaku pada Negeri, Setiaku pada Tuhan”
Tema: Allah Memberi Kemerdekaan (Kesetiaan Menguatkan Kemerdekaan)

Bacaan Alkitab: Ezra 1: 1-11
Ayat Hafalan:
Markus 12: 17 – “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!”

Lagu Tema: Indonesia Bagi Kemuliaan-Mu 

Tujuan

  1. Remaja dapat menunjukkan peran serta Tuhan atas kepulangan bangsa Yehuda ke Yerusalem.
  2. Remaja dapat menunjukkan sikap bangsa Israel yang menjaga kemerdekaan Israel dengan tetap setia menjalankan hukum Taurat dan tetap setia kepada Allah.
  3. Remaja dapat menjelaskan bahwa kemerdekaan harus disertai dengan kesetiaan.
  4. Remaja dapat menunjukkan sikap setia kepada bangsa Indonesia untuk menjaga kemerdekaan Indonesia. 

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Kitab Ezra memiliki kondisi bahwa umat Israel telah keluar dari pembuangan Babilonia. Secara garis besar kitab Ezra ingin menguatkan kembali ajaran-ajaran hukum Taurat dengan pemurnian bangsa Israel (tidak boleh kawin campur).

Dalam pasal ini Ezra secara jelas menggambarkan bahwa keluarnya bangsa Israel bukan karena peristiwa politis (kekalahan bangsa Babilonia, dan melemahnya kerajaan Persia), melainkan karena kuasa Allah yang menggerakkan Koresh. Koresh bukanlah bagian dari umat Israel, namun karena kuasa Allah, Koresh dapat mengeluarkan bangsa Israel bahkan mengembalikan barang jajahan khususnya barang-barang bait Allah. 

Meskipun pertolongan Allah dengan memberi kemerdekaan melalui raja Koresh yang merupakan orang di luar Israel, bangsa Israel tetap menunjukkan perjuangannya dengan tetap setia menjalankan hukum Taurat, beribadah kepada Allah. Kemerdekaan yang telah diberikan oleh Allah melalui Koresh tidak akan berarti apa-apa jika umat Israel tidak setia kepada Allah. Justru kesetiaan menguatkan kemerdekaan (pemulangan Israel dari tanah Babilonia).

Pendahuluan

  1. Menonton Film Pendek nasionalisme berjudul TEKAD
    (Tantangan tidak menyurutkan semangat untuk berkarya/bernegara Indonesia)
  2. Ajak remaja membaca Ezra 1: 1-11!

Cerita
Sahabat remaja, 

Hidup dalam kesulitan atau penderitaan yang dialami oleh manusia acapkali membutakan mata hati untuk melihat kebaikan Allah. Bahkan tak jarang, banyak orang percaya yang kemudian menuduh bahwa Allah tidak setia, Allah tidak peduli dan tuduhan-tuduhan lainnya, yang pada intinya ungkapan kekecewaan umat kepada Allah yang sudah di-imani-nya. Seperti halnya umat Israel. Pembuangan umat pilihan di Babilonia menjadi masa sulit bagi mereka. Sebagai bangsa yang dijajah bangsa lain, secara politis mereka tidak memiliki kekuasaan atas hidup mereka sendiri. Secara iman, mereka mempertanyakan keberadaan Allah serta pertolongan-Nya. Seolah-olah Allah yang selama ini mereka percaya telah meninggalkan umat yang dikasihi-Nya. 

Sahabat remaja,
Kisah tentang keluarnya Israel dari perbudakan di Babilonia atas seijin Koresh ini memberikan wawasan baru, bukan saja bagi umat Israel kala itu, namun juga bagi semua umat percaya di segala jaman dan tempat. Juga menyadarkan umat Allah akan siapa Allah dan bagaimana cara Dia memberi pemeliharaan terhadap umat-Nya. Umat Israel terbiasa memahami Allah sebatas pikiran manusia yang sempit. Sudah sudut pandang sempit, juga melulu diukur sesuai keinginan manusia.
Bahwa ternyata kekuasaan Allah itu tidak bisa dibatasi oleh pikiran manusia. Allah kaya akan cara dalam memberi pemeliharaan/pertolongan kepada umatNya. Kisah ini membuktikan hal itu. Koresh si Raja Persia dipakai oleh Allah untuk membebaskan umat dari perbudakan yang mendatangkan penderitaan panjang. Raja Koresh bukan bagian dari umat Allah. Bagaimana mungkin dia memberikan kebebasan itu. Sungguh tidak mudah bagi pikiran manusia untuk memahaminya. Tetapi itulah yang terjadi. Memang ada beberapa catatan sejarah yang menyebutkan bahwa dibalik cerita perijinan Koresh ini sebenarnya ada faktor politis yang menjadi muatannya. Bahwa dengan mengijinkan Israel pulang kembali ke negerinya Yerusalem, maka harapannya negara Persia semakin memiliki banyak/luas negara-negara boneka yang takluk kepadanya. Muatan politis ini juga dipertegas dengan sikap Koresh yang memberi sokongan kepada penduduk Israel yang pulang dengan berbagai harta benda (ayat 6).  Ini sebagai upaya untuk mengambil hati umat Israel, agar mereka merasa berhutang budi, dan selanjutnya tetap terikat dengan kepemimpinan Koresh. Terlepas dari apapun yang menjadi rencana Koresh, serta apapun yang menjadi penilaian Israel, peristiwa ini digerakkan oleh Tuhan sendiri. Nabi Ezra dengan tegas menyatakan hal tersebut di ayat 1.

Sahabat remaja,
Peristiwa ini juga dipakai oleh Tuhan untuk mengajar umat miliknya tentang kesetiaan. Perjalanan pahit yang dirasakan umat, rasa syukur atas kepulangan mereka ke Yerusalem, serta rencana pembangunan kembali rumah Tuhan di Yerusalem, di sana selalu ada campur tangan Tuhan. Itulah wujud kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya. Dia menunjukkan kesetiaan-Nya, dan sekaligus menuntut umat untuk memiliki kesetiaan kepada-Nya sebagai respon atas kesetiaan Tuhan itu.  Tidak menyimpang dari jalan Tuhan dalam hal hidup iman. Setia berarti hanya percaya kepada-Nya dan hanya melakukan apa yang menjadi perintah-perintah-Nya. Lalu bagaimana meng-aplikasikan kesetiaan kepada Tuhan dalam konteks hidup bernegara Indonesia?

Sahabat remaja, dalam bulan Agustus ini kita sebagai bangsa Indonesia memiliki momen yang istimewa, yakni peringatan Hari Kemerdekaan RI. Di setiap pelosok daerah seluruh Indonesia merayakannya dengan upacara peringatan serta berbagai macam perlombaan untuk memeriahkannya. Itu sah-sah saja, dan tidak keliru. Tetapi jangan lupa akan arti penting kemerdekaan RI, bahwa kemerdekaan RI tersebut adalah berkat yang dianugerahkan Tuhan kepada seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana Tuhan bekerja tentu melalui para pejuang yang perkasa dan pantang menyerah. Seluruh rakyat perlu mensyukurinya dengan menunjukkan sikap setia kepada negeri tercinta Indonesia

Aktifitas
Remaja sebagai pelajar membuat lembar komitmen dalam rangka mewujudkan sikap setia kepada Bangsa Indonesia atau jika memungkinkan, pelayan/pamong Remaja/tim Mulmed Jemaat membuat twibbon dalam rangka Perayaan HUT RI, dan remaja diminta untuk terlibat memasang foto dalam twibbon tersebut dan menguploadnya di media sosialnya (contoh twibbon dapat dilihat di gambar).Remaja diminta untuk mengisahkan ulang peristiwa-peristiwa dalam kehidupan sehari hari (yang dilihat nyata maupun dari dunia maya) yang bersifat merusak/mengabaikan kemerdekaan bangsa Indonesia. 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak