Tahun Gerejawi: Bulan Budaya
Judul: Be Creative
Tema: Roh Allah Melahirkan Kreativitas
Bacaan Alkitab: Keluaran 31: 1- 11
Ayat Hafalan: Keluaran 31: 3 – “dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan”
Lagu Tema: KJ. 258 “Satu Tubuh Kita”
Tujuan:
- Remaja dapat menyadari bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan bagi setiap anak.
- Remaja dapat menyebutkan faktor pendukung dan hambatan untuk kreatif.
- Remaja merancang kegiatan dengan membuat majalah dinding yang berisi puisi, motivasi, cerita pendek, tips-tips, lukisan dan foto-foto kegiatan di gereja melalui gereja.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Bezaleel dan Aholiab adalah pekerja, lebih tepatnya adalah tukang. Terpilihnya Bezaleel dan Aholiab bukanlah karena pilihan manusia, melainkan pilihan Allah. Bahkan Allah sendiri telah memenuhi dengan Roh Allah. Roh Allah ini membuat Bezaleel dan Aholiab tidak hanya secara kualitas keahliannya dianggap lebih dari yang lainnya melainkan juga ada legalitas religius dari Allah sendiri. Bezaleel dan Aholiab adalah pekerja untuk membangun Tabernakel (kemah suci) atau lebih tepatnya Bait Suci sementara (Portable Temple). Apa yang ditunjukkan dalam perikop ini sangat menarik, karena lahirnya kreatifitas disertai dengan otoritas ilahi. Otoritas dan inisiatif Allah harus ada sebelum lahirnya kreatifitas. Karena kreatifitas saja tanpa inisiatif Allah hanya ajang kesombongan kreasi, begitu juga apa yang diklaim sebagai otoritas Allah tanpa kreatifitas hanyalah angan-angan saja (takhayul). Kemegahan dan kesakralan kemah suci, bukan karena keahlian Bezaleel dan Aholiab melainkan karena kreatifitas berdasarkan kuasa Allah (otoritas Allah).
Pendahuluan
- Pamong menanyakan kabar anak-anak dan menanyakan dimulai dari aktivitas bangun tidur sampai akhirnya berkumpul dalam ibadah.
- Benda atau barang apa yang menurut kalian sangat penting (pilih salah satu dan berikan alasannya, mengapa sangat penting)?
- Apakah kalian tahu siapa dan bagaimana penemu menemukannya?
(Tentu saja banyak barang penting di sekitar kita, tapi mungkin sering kali kita tidak menyadarinya, betapa penemunya adalah orang –orang kreatif yang bisa memakai barang-barang di sekitarnya menjadi berguna bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk orang lain termasuk kita. Keren bukan?)
- Remaja diajak membaca Keluaran 31: 1-11!
Cerita
Sobat kreatif,
Salah satu barang yang kecil dan jarang diperhatikan adalah peniti. Jikalau tiba-tiba kancing baju terlepas, atau resleting celana rusak, sebelum menemukan peniti kita bisa galau seharian. Tahukah kita siapa penemu barang kecil ini? Dia adalah Walter Hunt, lahir 1796. Dia adalah petani sederhana. Ia senang mengutak atik barang atau mesin. Dia membantu perbaikan mesin dan pemintal benang. Ia ingin menjual alat pemintal sendiri, tetapi tidak berhasil. Maka berhutang menjadi salah satu solusinya. Ketika ia sedang diperhadapkan dengan cara membayar hutang, ia spontan mengambil kawat kecil dan melilitnya. Tanpa disengaja ia menemukan barang kecil yang disebut peniti. Pada 1914, pabrik-pabrik Amerika sendiri menghasilkan lebih dari 1,33 milyar peniti setiap tahun. Peniti didistribusikan di seluruh negara dan sangat berguna hingga saat ini.
Sobat kreatif,
Dalam bagian Alkitab kita belajar bagaimana Allah bekerja dalam hidup manusia untuk terus berkreatifitas dalam hidup sehari-hari. Tuhan memberi tahu pada Musa tentang benda-benda yang seharusnya ada di dalam Kemah Suci. Bezaleel dan Aholiab adalah pekerja, lebih tepatnya adalah tukang. Bezaleel dan Aholiab adalah pekerja untuk membangun Tabernakel (kemah suci) atau lebih tepatnya Bait Suci sementara (Portable Temple).
Tuhan menunjuk Bezaleel untuk menerima karunia berupa keahlian (bidang seni), pengertian (kepandaian) dan pengetahuan (teoritis maupun teknis). Karunia itu digunakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan di Bait Allah. Aholiab adalah pengrajin bersama para pengrajin lainnya. Semua keahlian itu diyakini berasal dan dikaruniakan oleh Allah.
Terpilihnya Bezaleel dan Aholiab bukanlah karena pilihan manusia, melainkan pilihan Allah. Bahkan Allah sendiri telah memenuhi mereka dengan Roh Allah. Roh Allah ini membuat Bezaleel dan Aholiab tidak hanya secara kualitas keahliannya dianggap lebih dari yang lainnya melainkan juga ada legalitas religius dari Allah sendiri. Apa yang ditunjukkan dalam perikop ini sangat menarik, karena lahirnya kreatifitas disertai dengan otoritas ilahi.
Kita juga melihat, bahwa kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari otoritas dan inisiatif Allah. Tidak ada pemisahan antara yang rohani dan jasmani. Yang jasmani adalah rohani, dan yang rohani adalah jasmani. Kreatifitas berasal dari penyertaan Allah. Allah hadir melalui kreatifitas. Kreatifitas dalam bidang apa? Dalam bidang apapun. Mulai dari peniti sampai rumah tahan gempa, sepanjang itu memberkati dan membantu kehidupan manusia, maka kreatifitas itu berasal dari Allah. Karena kreatifitas saja tanpa inisiatif Allah hanya ajang kesombongan kreasi, begitu juga apa yang diklaim sebagai otoritas Allah, tanpa kreatifitas hanyalah angan-angan saja. Kemegahan, kesakralan, keberhasilan pembangunan kemah suci disadari bukan karena keahlian Bezaleel dan Aholiab melainkan berdasarkan kuasa Allah (otoritas Allah).
Belajar dari Bezaleel dan Aholiab yang digambarkan sebagai satu tim yang saling melengkapi dalam kerja bersama. Salah satu hal yang mendukung kreatifitas adalah kolaborasi. Sebab, kreatifitas pada umumnya adalah hasil dari paling tidak dua orang yang saling menginspirasi. Ide, gagasan baru lahir dari sebuah kreatifitas bersama. Dan sebaliknya, sikap individualisme akan berpotensi menghambat kreatifitas. Mari giatkan kreatifitas bersama Tuhan dan sesama. Tuhan sang pencipta sumber kreatifitas dan sesama yang bersamanya kita diperkaya dan memperkaya.
Aktifitas :
Secara berkelompok anak merancang kegiatan dengan membuat majalah dinding yang berisi puisi, motivasi, cerita pendek, tips-tips, lukisan dan foto-foto kegiatan di gereja dan dipresentasikan di gereja bertemakan Budaya.