Beragam Tanda Kreatif Tuntunan Ibadah Remaja 14 November 2021

1 November 2021

Tahun Gerejawi: Bulan Budaya
Judul: Beragam Tanda Kreatif
Tema Definisi: Belajar Persatuan Dimulai dari Perbedaan

Bacaan Alkitab: Kejadian 11: 1-9
Ayat Hafalan: Kejadian 11: 7 – “Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing”

Lagu Tema: KJ. 53 “Tuhan Allah Tlah berfirman” 

Tujuan :

  1. Remaja dapat memahami bahwa persatuan harus dibangun dengan belajar menghargai perbedaan.
  2. Remaja dapat mencatat keberagaman budaya di sekitar tempat tinggal.
  3. Remaja dapat mencirikan budaya di sekitar tempat tinggal daerah (Bahasa daerah). 
  4. Remaja dapat membuat pakaian sederhana budaya tertentu dengan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka.  

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Menara Babel, adalah menara bagi masyarakat Babel. Menara adalah salah satu bangunan ikonik hasil dari budaya dan dianggap teknologi yang paling maju bagi kondisi pada waktu itu. Dengan kata lainnya masyarakat yang dapat membangun menara dengan begitu tingginya, pastilah mempunyai budaya dan teknologi paling maju diantara masyarakat lainnya.

Hal ini yang menjadi alasan berdirinya menara Babel untuk menonjolkan salah satu budaya dengan tidak mengakui budaya lainnya atau bahkan membrangus budaya di sekitarnya. Allah ingin membuat “perhitungan” dengan masyarakat Babel. Bahwa yang terpenting bukan membangun menara yang merupakan hasil teknologi dan budaya melainkan harus diawali dengan belajar mengenai perbedaan. Belajar perbedaan adalah hal yang paling dasar sebelum membangun kesatuan atau bahkan menghasilkan satu bangunan ikonik untuk semuanya. Jadi jelas bahwa yang ditentang Allah bukanlah bangunannya melainkan alasan dibangunnya menara Babel, tidak melalui belajar perbedaan. Oleh karena itu diserakkanlah masyarakat Babel dan dikacaubalaukan bahasa masyarakat Babel.

Pendahuluan 

  1. Pamong menanyakan kabar teman remaja. Bosan, capek, senang atau bagaimana (pamong memberi waktu untuk sharing)?
    (Kondisi anak-anak beragam di situasi pandemi atau pasca pandemi. Mungkin beberapa masih sekolah
    online, beberapa   yang lain sudah mengikuti pembelajaran offline (tatap muka) meski masih terbatas.)
  2. Setahun lebih kita tidak bersekolah secara penuh. Bisa jadi banyak waktu telah berlalu tanpa kita sadari. Nah, kalau kita berusaha mengingatnya kembali. Apa kira-kira hal baru yang sebelumnya belum pernah kita buat, di masa pandemi lalu? (gambar, lagu, tulisan, karya,  tarian dll). Coba bagikan.
  3. Ajak remaja membaca Kejadian 11: 1-9!

Cerita
Sobat kreatif, apa pengertian kreatif? 

Menurut KBBI, kreatif artinya memiliki daya cipta, memiliki kemampuan menciptakan. Dengan apa yang sudah dan pernah kita buat berarti kita kreatif kan? Hal ini didukung salah satu pendapat psikolog yang mengatakan bahwa sebetulnya setiap manusia memiliki kemampuan berkreasi. Mengapa demikian? Salah satunya, adalah  karena kita memiliki sifat Alah yang menciptakan semua orang dengan karakter yang berbeda. Seorang kembar identikpun pasti memiliki sifat, karakter fisik yang berbeda satu dengan yang lain. Tidak ada yang sama persis. 

Tema keragaman juga diceritakan dalam Alkitab.  Pada awalnya orang-orang di dunia memiliki satu bahasa dan satu logat. Karena itu, mereka menetap di tanah datar di Sinear. Mereka berencana mendirikan kota dengan menara yang puncaknya sampai ke langit dan menamainya Babel. Menara adalah salah satu bangunan ikonik hasil dari budaya pada waktu itu, dimana suatu kelompok dapat dianggap memiliki teknologi yang paling maju.  Dengan kata lain, masyarakat yang dapat membangun menara dengan begitu tingginya, pastilah mempunyai budaya dan teknologi paling maju diantara masyarakat lainnya.

Bukan hanya itu, kebanggaan pada budaya dan bahasanya, menjadikan  bangsa Babel merasa perlu mendirikan  menara supaya setiap orang tidak  berserak. Bahasa adalah salah satu unsur pembentuk kebudayaan. Dengan menonjolkan dan menyatukan satu bahasa dan logat yang mereka miliki, mereka dapat berbangga menjadi  yang terbaik dan hal itu mengakibatkan mereka memandang rendah dan mengabaikan kedaulatan bangsa yang lain. Nyatanya, Allah memiliki rancangan yang berbeda dengan masyarakat Babel.  Tuhan mengacaubalaukan bahasa mereka, sehingga satu sama lain tidak mengerti dengan apa yang diucapkan orang lain. Dan sejak itu, mereka terpencar dan berhenti melanjutkan pembangunan kota.

Apa yang bisa kita pelajari dari cerita ini? Yang pertama, kita bisa belajar, bahwa Allah mencintai keberagaman dan perbedaan. Bisa dibayangkan ketika dalam kehidupan kita, kita hanya menemukan orang yang seide, semaksud dan sepaham. Betapa hidup kita akan begitu-begitu saja. Padahal dengan keberagaman, kita dapat  belajar satu sama lain. Dengan berbeda kita bisa melihat kekurangan diri dan melengkapi dengan kelebihan yang dimiliki orang lain. Oleh karena itu iklim keragaman selalu mendorong kreatifitas. Dengan pemikiran yang berbeda, jangkauan pemikiran kita semakin diperluas, selain itu kita bisa melatih berpikir ‘out of the box’. Ada pendapat yang mengatakan, salah satu syarat menjadi kreatif adalah jurus ATM; Amati, Tiru dan Modifikasi.  Maka, semakin kita bertumbuh di tengah komunitas yang berbeda, setiap kita mempunyai peluang dan kesempatan untuk meluncur dalam kreatifitas. 

Hal kedua yang bisa kita pelajari di tengah perbedaan adalah upaya menghargai perbedaan, maka kita belajar rendah hati. Mawar tidak lebih indah dari melati. Anggrek tidak lebih indah dari bunga sepatu. Tidak ada yang lebih unggul dan lebih baik. Semua tetap menampilkan keunikan dan kekhususan yang berbeda. 

Hal ketiga, apakah dengan berbeda kita tidak mungkin bersatu? Sangat mungkin. Bahkan, belajar tentang  perbedaan adalah hal yang paling dasar sebelum membangun kesatuan atau bahkan menghasilkan satu bangunan ikonik untuk semuanya. Sebab persatuan juga bisa dibangun ketika kita masing-masing menyadari perbedaan dan kebutuhan untuk saling melengkapi. Dengan demikian perbedaan menjadi indah. Jadi jelas, dalam kisah pembangunan Menara Babel, yang ditentang Allah bukanlah bangunannya melainkan alasan dibangunnya menara ini. 

Aktivitas
Pamong mengambil salah satu benda dan masing-masing remaja diminta menyebutkan satu kalimat yang menyebut nama benda itu di dalamnya. Setiap kalimat harus berbeda. Oleh karena itu, remaja yang akan bergiliran, harus memperhatikan  secara seksama supaya kalimat yang disampaikan tidak sama.

Contoh:

Pena:    

  1. Saya mempunyai 3 pena.
  2. Pena saya berwarna merah.
  3. dst..

Renungan Harian

Renungan Harian Anak