Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Judul: Hidup Bersama Alam
Tema: Berelasi (berteman) dengan alam
Bacaan Alkitab: Kejadian 2: 8-15
Ayat Hafalan: Kejadian 2: 8 – “Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu”
Lagu Tema: KJ 61 “Sungguh Indah Alam”
Tujuan:
- Remaja dapat memahami bahwa alam adalah tempat bagi manusia.
- Remaja dapat mengerti bahwa manusia sangat bergantung pada alam, namun alam dapat hidup tanpa manusia.
- Remaja dapat memiliki sikap untuk menjaga alam sebagai tempat hidup bersama.
- Remaja dapat merancang kegiatan dalam menjaga alam.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong):
Memang pertama kali, dalam perikop sebelum taman Eden diciptakan Allah, Allah menciptakan manusia tanpa sebuah tempat. Adam telah diberi hidup oleh Allah, namun makna hidup tidak bisa menjadi hidup tanpa sebuah tempat. Oleh karena itu setelah menciptakan manusia, Allah menciptakan tempat yang diberi nama taman Eden. Yang menarik adalah dalam ayat 8, kata membuat juga bisa diartikan menyiapkan tempat. Adam tidak ditempatkan di tengah istana, atau sebuah rumah, melainkan taman Eden. Bukan kemegahan yang diciptakan oleh Allah, melainkan sesuatu yang natural yang disajikan bagi Adam sang manusia. Sesuatu yang sederhana dan polos, membuat Adam hidup sebagai manusia yang berelasi dengan alam. Allah menginginkan Adam untuk hidup di sebuah taman. Dengan kata lainnya Allah menginginkan Adam untuk berelasi dengan alam. Bahkan dalam ayat-ayat selanjutnya dalam perikop ini Adam diberi dua tugas, yakni menjaga buah pengetahuan yang baik dan yang jahat, dan diberi tugas untuk menamai dan mencari penolong. Alam dan manusia adalah satu kesatuan, tanpa alam mungkin manusia akan hidup dalam kekosongan tidak ada tempat. Oleh karena itu, manusia dan alam tidak bisa dipisahkan. Di dalam alam kita manusia lebih hidup.
Pendahuluan
- Ajaklah remaja membaca Kejadian 2: 8-15!
- Ajaklah remaja bermain “Angin Berhembus”, dengan penjelasan sebagai berikut:
- Pamong membuat sebuah cerita tentang angin yang berhembus dan menghempaskan benda-benda di sekitarnya.
- Setiap kali pamong mengatakan warna tertentu, dan jika benda atau orang yang memakai baju atau perhiasan yang sama dengan warna yang dimaksudkan, maka orang tersebut harus berpindah tempat (jika dilakukan dalam ibadah offline), atau berubah ekspresi wajah (jika dilakukan dalam ibadah online).
- Contoh cerita: Suatu hari di pedesaan permai, matahari perlahan muncul dari timur memancarkan terang. Tumbuh-tumbuhan hijau (remaja yang memakai benda yang berwarna hijau harus berpindah tempat atau berubah ekspresi wajahnya) segar dan udara bersih menyapa pagi. Angin sepoi-sepoi menghempaskan setiap benda kering yang berwarna coklat (maka remaja yang memakai benda warna coklat harus berubah tempat duduk atau berubah ekspresi wajahnya)….. dst.
Cerita
Remaja yang dikasihi Tuhan,
Coba sejenak kita bayangkan jika di sekitar kita tidak ada lagi tumbuhan satupun, juga tidak ada angin. Kira-kira akan jadi seperti apa ya? Kita semua tahu bahwa kita diciptakan oleh Allah serupa dan segambar denganNya. Ketika Allah menciptakan kita, Allah memperlengkapi kita dengan pelbagai karunia. Salah satu karunia Allah yang ada pada manusia adalah kemampuan untuk menggunakan akal untuk berfikir mana yang baik dan yang jahat. Dengan karunia itu, kita diharapkan dapat menggunakan akal untuk berbuat baik kepada semua ciptaan Tuhan. Berbuat dan berelasi dengan baik bukan hanya dengan sesama manusia atau dengan hewan saja, tetapi juga dengan alam sekitar kita.
Ingatlah kisah awal manusia diciptakan, manusia ditempatkan oleh Allah di taman Eden. Allah menyiapkan tempat yang baik untuk manusia hidup, bukan di istana ataupun di gedung mewah, melainkan di alam yang bernama taman Eden. Bukan kemegahan yang diciptakan oleh Allah, melainkan sesuatu yang natural yang disajikan bagi Adam sang manusia. Sesuatu yang sederhana dan polos, membuat Adam hidup sebagai manusia yang berelasi dengan alam. Bersamaan dengan itu, Allah memberi tugas, yakni menjaga buah pengetahuan yang baik dan yang jahat, dan diberi tugas untuk menamai dan mencari penolong. Manusia diminta oleh Allah untuk dapat menjaga kelestarian alam sekitarnya. Alam dan manusia adalah satu kesatuan, tanpa alam mungkin manusia akan hidup dalam kekosongan tidak ada tempat. Oleh karena itu, manusia dan alam tidak bisa dipisahkan. Di dalam alam kita manusia lebih hidup. Salah satu bukti konkrit bahwa kita menyayangi alam dan mau berelasi dengan alam adalah tidak menggunakan plastik sekali pakai sebagai tempat makan dan minum. Karena plastik adalah bahan yang tidak bisa diuraikan. Sekali lagi, sebagai manusia yang berakal, dan bermartabat mari kita berelasi dengan alam sebaik-baiknya. Amin.
Aktifitas
Ajaklah remaja untuk mengolah sampah plastik sebagai komitmen untuk menjaga alam sekitar (kegiatan sederhana saja, seperti mengolah gelas/botol plastik air mineral menjadi tempat pensil atau tempat menanam hidroponik).