Giat Membaca Alkitab Tuntunan Ibadah Remaja 4 September 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Tema: Rajin Baca Kitab Suci

Bacaan Alkitab: Lukas 4:16-30
Ayat Hafalan:Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.” (Wahyu I: 3)

Lagu Tema: “Tiap Hari Bergembira” (K.J.150)

Tujuan:

  1. Remaja dapat menjelaskan alasan Tuhan Yesus membaca Kitab Suci.
  2. Remaja dapat menjelaskan alasan membaca Kitab Suci untuk dirinya.
  3. Remaja meyakini bahwa Kitab Suci adalah sumber hikmat.
  4. Remaja membiasakan diri membaca Alkitab secara rutin.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Ketika Tuhan Yesus ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, Ia masuk ke dalam rumah ibadat saat hari Sabat kemudian Ia berdiri hendak membaca Alkitab, yakni Kitab Nabi Yesaya. Perlu diketahui bahwa dalam rumah ibadat orang Yahudi, biasanya ada tujuh pembaca pada setiap hari Sabat. Yang pertama adalah seorang imam, kedua seorang Lewi, dan lima lainnya adalah orang-orang Israel yang merupakan bagian dari rumah ibadat setempat. Dan Yesus pun pada saat itu kemungkinan diberikan kesempatan untuk membaca Alkitab (ayat 20) “kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk, dan semua mata orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepadaNya”. Dan seperti biasanya, Tuhan Yesus mulai mengajar semua orang yang ada di rumah ibadat pada saat itu. Kebanyakan ibadat yang dilakukan didalamnya adalah dengan upacara.

Tetapi Tuhan Yesus melakukan ibadat dengan membaca firman Allah, kemudian menguraikan secara terperinci dan menerapan dalam doa dan pujian, serta untuk mendisiplinkan para jemaat. Hal ini senantiasa dilakukan Tuhan Yesus dalam hidupNya untuk mewartakan kebenaran Firman Allah kepada semua orang, dimanapun dan apapun keadaannya.

Pendahuluan

  1. Remaja membaca bacaan Lukas 4: 16-30 secara bergantian.
  2. Ajukan pertanyaan:
    • Kapan terakhir kali remaja membaca Alkitab dalam minggu ini kecuali pada saat Sekolah Minggu?
    • Apa yang didapat ketika membaca Alkitab? (Remaja sharing bersama)

Cerita
Remaja yang dikasihi Tuhan,

Setiap orang Kristen pasti sering membaca Kitab Suci di dalam hidupnya, ada yang membaca saat siang, saat malam bahkan ada yang sesering dan sebanyak mungkin. Begitu juga dengan seorang kakek tua yang tinggal di suatu desa, ia rajin sekali dalam membaca Alkitab, pagi sebelum sarapan ia sudah membaca Alkitab, sebelum tidur membaca Alkitab, bahkan di waktu luang juga digunakan untuk membaca Alkitab. Hal ini membuat cucu semata wayangnya akhirnya juga ingin mencoba membaca Alkitab setiap hari, tetapi ternyata baru membaca selama satu minggu, ia sudah merasa lelah dan lupa apa yang ia baca. Ia bertanya kepada kakeknya, bagaimana bisa kakek membaca Alkitab setiap hari dan tidak bosan? Kemudian sang kakek meminta cucunya untuk melubangi keranjang tempat arang. Dan memintanya untuk mengambil air dari keranjang tersebut. Sang cucu mencoba berulang-ulang kali, tetapi ia selalu gagal dan tidak memperoleh air sedikitpun hingga lelah dan berhenti. Kemudian sang kakek menjawab “cucuku, kamu hanya fokus kepada airnya saja, dan tidak menyadari bahwa keranjang arangmu yang tadinya kotor kini menjadi bersih luar dan dalam”. Nah remaja yang terkasih ketika seorang membaca Alkitab, lagi, lagi dan lagi, maka akan ada perubahan dalam hidupnya menjadi semakin lebih baik, karena Roh Kudus ada di dalam hidupnya.

Remaja yang dikasihi Tuhan, rajin membaca Alkitab ini juga dilakukan oleh Tuhan Yesus saat berada di dunia, salah satunya pada bacaan Lukas 4: 16 yang menjadi nats kita. Ketika berada di rumah Ibadat Nazaret pada hari Sabat, Tuhan Yesus berdiri membaca Alkitab, di dalam Kitab Nabi Yesaya. Dan sepertinya biasa setelah Ia membaca, Ia akan menjelaskan dan mengajar kepada banyak orang di sekitarNya. Dan tidak sedikit yang terkesima dengan kata-kataNya yang indah (hal ini tentu karena Roh Kudus bersama-sama denganNya). Tetapi tidak sedikit
juga orang Yahudi yang menolak ajaran Tuhan Yesus, karena menganggap Ia hanyalah orang biasa, anak seorang tukang kayu. Meskipun demikian Tuhan Yesus tidak merasa sedih, karena Ia menyadari bahwa tidak ada nabi yang dihargai ditempat asalnya. Kemudian melanjutkan bahwa ketika zaman Elia, banyak perempuan janda di Israel yang mengalami kelaparan, tetapi ia justru menolong janda di Sarfat, bahkan nabi Elisa juga dikeliling banyak orang kusta di Israel, tetapi Elisa menyembuhkan Namaan dari Siria. Dari semua yang dikatakan oleh Tuhan Yesus adalah kebenaran, dan hal ini yang membuat semakin banyak orang yang marah dan tidak suka kepadaNya. Meski demikian, Tuhan Yesus tetap memilih melanjutkan tugasNya di dunia, dengan membaca Alkitab dan mengabarkan firman Allah, serta menjadi pembebas bagi semua orang, terutama yang miskin, tertindas dan tertawan.

Remaja yang dikasihi Tuhan, sungguh jelas bahwa Tuhan Yesus sendiri telah memberikan teladan bagi kita untuk rajin dalam peribadatan, terlebih rajin dalam membaca Alkitab, dan terus memberitakan kebenaran Firman Tuhan dalam kehidupan kita apapun keadaannya. Dengan membaca Alkitab tentu kita akan mengetahui karya Allah yang luar biasa, menyadari bahwa ada sumber hikmat di dalamnya. Jadi janganlah jemu-jemu untuk membaca Alkitab, karena dengan membaca Alkitab kita juga akan bertumbuh dan berubah menjadi lebih baik, dengan penyertaan Roh Kudus yang selalu hadir bersama dengan kita.

Aktivitas

  1. Minta remaja untuk berjanji membaca Alkitab satu pasal dalam sehari, mulai hari ini.
  2. Lakukan kebiasaan membaca satu pasal (perikop bebas) sampai 30 hari lamanya. Harapannya supaya remaja menumbuhkan kebiasaan dalam membaca Alkitab setiap harinya

 

Bagikan Entri Ini: