Mendengar Firman Tuhan dengan Baik Tuntunan Ibadah Remaja 11 September 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Tema: Mendengar

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 16:13-18
Ayat Hafalan: “Tetapi Ia berkata: ”Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Lukas 11:28)

Lagu Tema: Firman Tuhan Kudengar.

Tujuan:

  1. 1. Remaja dapat menjelaskan hambatan-hambatan untuk bersedia mendengarkan firman Tuhan.
  2. 2. Remaja dapat memecahkan masalah tentang hambatan-hambatan untuk bersedia mendengarkan firman Tuhan.
  3. 3. Remaja membiasakan diri untuk bersikap baik dalam setiap kesempatan.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Di Filipi, ketika hari Sabat maka banyak orang yang datang untuk sembahyang “di tempat sembahyang Yahudi” dekat sungai. Tempat sembahyang mungkin istilah untuk menyebutnya adalah sinagoge, tetapi uniknya hanya ada para perempuan disana. Dan perempuan itu disebut sebagai orang Yahudi atau Kafir yang takut akan Allah. Yang takut akan Allah adalah orang-orang kafir yang tertarik kepada monoteisme dan moralitas Yudaisme, tetapi tidak mau menjadi Yahudi penuh. Yang kemudian pada suatu hari Sabat, Paulus keluar dari pintu gerbang kota dan menemukan tempat sembahyang Yahudi di tepi sungai. Kemudian mereka bercakap-cakap dengan perempuan disana. Dan ada pula seorang perempuan bernama Lidia yang merupakan seorang Kristen yang terkemuka dalam bacaan ini. Lidia merupakan seorang pembisnis yang kaya, yakni penjual kain ungu dari Tiatira.

Dan pada saat itu, dikatakan bahwa Lidia sangat serius sekali dalam mendengar dan mengamati apa yang dikatakan oleh Paulus. Keseriusan Lidia dalam mendengarkan Firman Tuhan sangat menyukakan hati Tuhan, sehingga Tuhan membuka pintu hatinya untuk dapat menerima firman Allah sepenuhnya, bahkan
akhirnya dengan penuh percaya Lidia bersedia dibaptis bersama dengan seisi rumahnya (keluarganya).

Pendahuluan

  1. Pamong mengajak remaja membaca Kisah Para Rasul 16: 13-18!
  2. Pamong mengajak remaja untuk melakukan aktivitas berikut:
    • Memejamkan mata dan mendengar suara di sekitar. Kemudian tanya apa saja yang mereka dengarkan?
    • Mengajak memejamkan mata kembali dan hanya berfokus pada satu suara. Kemudian tanya kembali apa yang menjadi satu fokus suara ketika mereka mendengar sekitar.

Cerita
Remaja yang dikasihi Tuhan, untuk dapat memahami atau menerima sesuatu yang kita dengar, tentu dibutuhkan konsentrasi dalam mendengar. Seperti yang baru saja kita lakukan, fokus mendengar satu suara yang ada di sekitar. Ada yang mendengar suara detak jam dinding, suara kipas yang memutar, suara burung berkicau, dsb. Nah teman-teman remaja, konsentrasi mendengar ini harus digunakan terutama dalam mendengarkan firman Tuhan, supaya firman Tuhan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas dan tepat. Seperti tokoh Alkitab yang kita baca bersama yaitu Lidia yang merupakan seorang penjual kain ungu dari kota Tirtira. Ia mengikuti sembahyang di tempat sembahyang Yahudi, di dekat sungai, di Filipi. Lidia dengan penuh semangat dan fokus mendengarkan khotbah Paulus. Hal ini yang membuat Lidia merasa sangat senang dan semakin tertarik dengan semua yang dikatakan Paulus, dan akhirnya membuat Lidia semakin percaya kepada Kristus dan bersedia untuk dibaptis, bahkan bersama dengan seisi rumahnya (keluarganya). Lidia juga menawarkan rombongan Paulus untuk mampir ke rumahnya di ayat ke 15 katanya; “jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang kerumahku”. Hal ini tentu bukan karena Lidia tidak percaya, tetapi ia tidak ingin menyiakan kesempatan yang ada, sebagai ungkapan syukur dan ucapan terima kasih, bahkan supaya Lidia dapat terus mendengarkan apa saja yang dikatakan oleh Paulus.

Sahabat Remaja, dari kisah Lidia ini mengajarkan kita untuk juga memiliki semangat yang besar untuk mendengarkan firman Tuhan, dan yang terpenting fokus dan sungguh-sungguh dalam membaca dan mendengarkan firman Tuhan. Jangan sampai kita tidak mau mendengar hanya karena kita melihat siapa kakak pamong yang menyampaikan khotbah atau firman Tuhan, menarik atau tidak yang diceritakan, lama atau singkat yang dijelaskan. Karena pada dasarnya semua yang menyampaikan Firman Tuhan adalah utusan Tuhan, dan semua yang disampaikan adalah baik sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Jadi mari senantiasa membuka hati dan telinga kita untuk memusatkan firman Tuhan yang kita dengarkan bersama. Karena ketika kita sungguh-sungguh mendengarkan firman Tuhan, maka Tuhan akan membuka pintu hati kita untuk menerima firmanNya, sehingga kita selalu mengingat apa yang menjadi kehendakNya.

Aktivitas: Game Berbisik Berantai

  1. Remaja diajak membentuk 3 kelompok @ 4-5 atau sesuai jumlah remaja yang ada. Masing-masing kelompok membentuk baris menghadap ke belakang sementara yang paling depan tetap menghadap depan.
  2. Remaja yang baris paling depan diberitahu terlebih dahulu kalimatnya dengan membaca kertas tulisan yang telah disiapkan oleh pamong (misal: Mari mendengar firman Tuhan seperti Lidia, dsb.), kemudian menyampaikan kepada teman di baris selanjutnya dengan cara menepuk pundak dan membisikkan kalimat yang telah dibaca, begitu seterusnya sampai selesai.
  3. Kalimat yang sampai lebih dulu di belakang dan paling lengkap menjadi pemenang.
 

Bagikan Entri Ini: