Kreatif… Yes! Tuntunan Ibadah Remaja 4 November 2018

Bacaan Alkitab: I Samuel 16 : 17-23
Tahun Gerejawi : Bulan Budaya
Tema : Tuhan memberi talenta anak kreatif
Tujuan :

  1. Anak dapat menjelaskan kisah Daud menghibur Saul dengan bermain kecapi.
  2. Anak dapat menampilkan talenta yang dimilikinya dalam sebuah gelar talenta.

Ayat Hafalan : Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan.” (Matius 25 : 29a)
LaguTema :

  1. Kidung Sekolah Minggu no. 260: “Mainkanlah alat musik”
  2. Kidung Kontekstual no. 171 : “Aku mau melayani Tuhan”

Penjelasan Teks

Daud adalah anak ke delapan Isai, dilahirkan di tanah Betlehem,  parasnya elok, perawakannya  gagah perkasa, pandai berbicara. Ia  adalah seorang gembala yang setia sebelum  dipilih dan diurapi menjadi raja Israel pengganti Saul. Ia adalah seorang yang pandai bermain kecapi, pengarang mazmur dan mencipta alat musik (Amos 6 : 5).  Di sepanjang hidupnya Daud dikenal sebagai penghasil bunyi kecapi yang indah, sebab Tuhan menyertainya.  Ketika ia menjadi gembala, ia jeli merekam pemandangan padang rumput  Betlehem.  Ia senang mendengar bunyi sungai mengalir, domba mengembik  yang  mendorongnya mengambil alat musik untuk memuliakan Tuhan.  Dari hati yang disertai dan dipenuhi Roh Allah, banyak mazmur tercipta. Mazmurnya mencerminkan renungan yang dalam dan kehidupan gembala. Isinya mulai dari ungkapan pujian hingga narasi sejarah dan sukacita panen anggur, dari kenangan hingga harapan, dari permintaan hingga permohonan. Daud sendiri bertumbuh di Israel, tempat dimana musik mempunyai berbagai kegunaan, dikenal dapat menggugah pikiran dan bahkan membuat nabi menerima hal-hal rohani. Israel menciptakan beberapa alat musik, seperti harpa kayu yang langka dan sangat sangat bernilai.

Daud juga  dapat  memainkan   alat musik (harpa, kecapi)   dengan baik dikarenakan dipenuhi  oleh  Roh Tuhan   yang menyertainya. Bahkan bunyi kecapi yang dihasilkan memiliki  kuasa dan menyukacitakan.  Apa yang dilakukan Daud menjadi kesaksian yang indah. Tetapi tidak hanya itu, untuk mampu menggubah banyak mazmur, ia pasti mengasah keterampilan dan kreatifitasnya dengan semakin sering melantunkannya. Dan terlebih apa yang dilakukannya adalah untuk memuliakan Tuhan dan sesama. Kemampuannya bahkan mampu menenangkan kegundahan dan keresahan Raja Saul.  Ketika Saul diganggu oleh Roh jahat, hamba-hamba Saul menyarankan supaya Daud memainkan kecapi, sebab dentingannya akan menjadikan Saul menjadi tenang. Demikian dilakukan apa yang baik bagi Saul, Daud diminta datang ke istana dan diminta menjadi pelayan. Setiap kali roh jahat datang menghampiri Saul, Daud mengambil kecapi, memainkannya dan Saul kembali tenang. Betapa indahnya.  Selanjutnya, ia dipercaya dalam banyak tugas di istana.

Langkah-Langkah Penyampaian

  1. Tanyakan kepada remaja, apa yang menjadi respon mereka ketika mereka mendapat tugas yang belum pernah dilakukan sebelumnya ?
  2. Pamong mengajak membaca bagian Alkitab dan sampaikan penjelasan teks, aplikasi.
  3. Minta perwakilan mereka untuk  memperagakan Daud masa kini (berperan sebagai Daud yang mampu bermain alat musik yang dikenal, misalnya: gitar dan meresponnya  ketika   dimintai tolong untuk menjadi pemain musik di kegiatan lansia).
  4. Minta remaja berkelompok sesuai bidang minat masing-masing (contohnya : menyanyi, puisi, main drama, musik, bercerita Alkitab) dan buatlah rencana untuk menampilkannya dalam presentasi bertema “Pujian bagi Allah”.
  5. Berikan ilustrasi tentang kesaksian Grezia Epiphania.
  6. Remaja menampilkan gelar talenta bersama anak balita, pratama dan  madya (disesuaikan kondisi jemaat masing-masing).

Aplikasi

Beberapa remaja ketika mendapatkan tugas  yang belum pernah dilakukan  atau tidak biasa, banyak yang mengatakan “ah.. aku tidak bisa…. aku kan  tidak kreatif” atau “mati gaya aku”.

Apa sih yang disebut kreatifitas ? Kreatifitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menempatkan obyek yang ada dan mengkombinasikan menjadi bentuk yang berbeda  untuk tujuan baru. Kreatifitas adalah kemampuan meliputi 3 hal :- kemampuan : kemampuan untuk membayangkan suatu hal yang baru.

  • proses  : kemampuan membuat perubahan dan perbaikan secara bertahap pada pekerjaan.
  • sikap : kemampuan untuk menerima perubahan dan sesuatu yang baru.

Apakah benar seseorang bisa  tidak memiliki kreatifitas sama sekali dalam hidupnya ? Robert Epstein, seorang psikolog mengatakan bahwa sebetulnya setiap manusia memiliki kreatifitas.  Coba kita melihat diri kita, ketika kita menghadapi masalah, pasti kita berusaha mencari solusi bukan ?Kalau kita tersesat, kita pasti berpikir untuk menemukan jalan.Pada umumnya, orang mampu memikirkan 3 -6 alternatif pada setiap situasi yang membutuhkan pemecahan.Bahkan disebutkan bahwa anak mampu memikirkan sekitar 60 alternatif.

Dengan demikian tidak ada alasan  bagi kita mengatakan bahwa kita tidak kreatif, sebab yang ada adalah orang yang belum mengasah potensi kreatifitas yang dimilikinya. Sama seperti pisau, semakin sering kita mengikuti pelatihan yang mengasah kreatifitas, semakin baik potensi yang kita miliki. Dengan mengembangkan kreatifitas dirinya, maka manusia sedang  mengaktualisasi dirinya menjadi manusia yang sejati. Sebab dengan caranya ia sedang memuliakan Tuhan sang pencipta.

Adakah seorang yang kreatif tapi menggunakan kreatifitasnya untuk kejahatan ? Ada, misalnya  pembuat bom yang kemudian menggunakannya untuk membinasakan  orang lain,  seorang pejabat yang mengorupsi uang negara. Oleh karena itu tidak cukup hanya menjadi kreatif, karena bisa jadi kreatifitas  dimanfaatkan untuk tujuan yang salah. Ayo menjadi kreatif !  Yes ! Ayo semangat !

Ilustrasi:

Grezia terlahir dengan mengalami cacat mata. Ia tidak bisa melihat. Tetapi, dari kecil ia bertumbuh dengan pertolongan Tuhan. Umurnya satu tahun setengah, tetapi sudah bisa menyanyi dengan baik. Saat berumur tiga tahun, ia meminta piano dan dapat memainkannya. Sampai saat ini, ia banyak menyampaikan kesaksian melalui musik dan pujian. Banyak orang yang tersentuh dan terbangun imannya melalui pujian yang dinyanyikan. Grezia, seorang anak yang Tuhan pakai untuk mengingatkan kita bahwa setiap orang percaya dapat dipakai untuk menjadi pewarta/saksi tentang kemuliaan Tuhan.

Kegiatan:

Presentasikan apa yang telah disiapkan kelompok masing-masing. Sampaikan bahwa  Tuhan memakai kreatifitas kita untuk menjadi sarana memuliakan Tuhan dan melayani sesama.


Gambar: Sweetpublishing.com

 

Bagikan Entri Ini: