Tahun Liturgi : Ephifani
Tema: Terima, kenal dan dekatlah dengan Yesus Kristus
Judul: Yesus Kristus Sahabatku
Bacaan: Injil Yohanes 1 : 10-18
Ayat Hafalan: “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan” (Wahyu 4 : 11)
Lagu Tema:
- Kidung Ria 91
- Sungguh Kubangga Bapa
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan bahwa Yesus adalah Anak Tunggal Allah
- Anak dapat menunjukkan cara menerima dan mengasihi Yesus, seperti berdoa, menolong teman dsb
- Anak dapat membedakan orang yang percaya kepada Yesus dengan yang tidak percaya kepada Yesus
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Injil Yohanes 1:1-14 menyampaikan bahwa Yesus sebagai sang Firman dalam rupa manusia(ay 14). Yesus hidup sebagai manusia untuk memperlihatkan kekuasaan dan kemuliaan Allah. Kemuliaan Allah ini ditandai dengan kehadiran Yesus di dunia ini tidak sama dengan manusia pada umumnya. Untuk itu dalam ayat 13 disebutkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki melainkan dari Allah. Ayat ini semakin didukung dengan kedua injil yang lain baik Matius dan Lukas menuliskan bahwa Maria masih perawan ketika ia mengandung Yesus (Mat 1 : 18; Luk 1 : 30-35). Yohanes menuliskan bahwa Yesus adalah anak Allah, Mesias, Rabi, Guru dan Anak Domba Allah sebuah gelar yang mengartikan bahwa Yesus memiliki otoritas penuh dan berkuasa untuk melakukan banyak hal seperti mujizat dan menyelamatkan manusia. Setelah kita mengetahui bahwa Allah yang mahakuasa saja berkenan hadir ke dunia untuk memberi kita kasih karunia dan kebenaran, maka hendaklah kehadirannya kita sambut dengan sukacita serta kebenaran yang disampaikan oleh Yesus hendaknya senantiasa kita wartakan juga bagi orang-orang disekitar kita termasuk anak dan remaja yang kita layani.
Sebagai seorang pamong tentu saja kita telah lebih dahulu menerima Kristus dalam kehidupan kita, sehingga kita menjadi orang Kristen, disaat kita telah menerima Yesus Kristus dalam hidup kita mari kita menghidupi firmanNya dalam kehidupan sehari-hari termasuk mempersembahkan diri dan waktu kita untuk melayani anak-anak dengan lebih rajin dan semangat. Dalam melayani ini tidak selalu berjalan mulus ada banyak tantangan yang harus kita hadapi seperti sabar mengajarkan firman Tuhan secara berulang-ulang kepada anak-anak,karena terkadang anak-anak bisa saja lupa atau tidak mendengarkan dengan fokus, terkadang juga ada perbedaan komunikasi dengan sesama pamong, dsb. masalah dan tantangan yang ada hendaknya tidak menjadi kendala tetapi menjadi semangat untuk lebih sabar dan sukacita melayani Tuhan seperti Yesus Kristus yang rela hadir kedalam dunia mewartakan kebenaran dan kemuliaan Allah. maka dari itu mari kita sebagai pamong lebih semangan membangun kerjasama dengan rekan pamong yang lain, lebih sukacita melayani anak-anak. Supaya anak-anak yang kita layani juga menerima Yesus Kristus dalam hidup mereka serta mengasihi Yesus dengan melakukan firmanNya.
Alat Peraga
Dapat diunduh di sini.
Pendahuluan
Selamat pagi adik-adik remaja yang terkasih …. bagaimana kabarnya hari ini ? hari ini kakak membawa poster (pamong membawa poster dan ditunjukan kepada anak-anak) hayo coba ditebak poster ini wajahnya siapa ya, namanya siapa, dari daerah mana, ada yang tahu tidak saudaranya berapa ?
Poster ini adalah gambar dari seorang penyanyi cilik yang pernah terkenal lewat lagu “ojo dibanding-bandingke” dia adalah Farel Prayoga yang berasal dari daerah banyuwangi Jawa Timur. lewat poster ini kakak ingin mengajak adik-adik untuk memahami sebuah proses mengenal, menerima sampai mengikuti tren dari sahabat atau orang yang terkenal itu. kakak yakin pasti adik-adik juga punya sahabat atau tokoh idola kan ? Ketika memiliki seorang sahabat tentu kita mengerti nama, karakter dan latarbelakangnya dengan jelas. Relasi yang terjalin bersama sahabat dalam kehidupan sehari-hari tentu lebih sering daripada bersama orang lain baik dalam perjumpaan seperti pergi ke mall bersama, belajar dan mengerjakan tugas bersama, berangkat sekolah atau ke gereja saling menjemput, dsb. Demikian juga dalam komunikasi seperti main game, chat di whatshapp atau telefone pasti lebih sering. Saat berjumpa dan berkomunikasi dengan sahabat banyak hal yang bisa kita ceritakan dan lakukan termasuk saling mencontoh gaya hidup.
Tahukah adik..adik.. seperti proses kita mengenal, menerima dan mengikuti sahabat atau tokoh idola seperti itu juga sebenarnya proses kita mengenal, menerima dan mengikuti Kristus dalam kehidupan kita. Yuk kita bersama-sama dengarkan firman Tuhan hari ini, supaya kita lebih mengenal, menerika dan terus setia mengikuti Yesus dalam hidup kita.
Cerita
Bacaan kita pada hari ini dalam injil Yohanes pasal 1 : 10-18 menceritakan tentang awal bagaimana Yesus Kristus itu hadir dalam dunia ini dan apa yang dilakukannya di tengah dunia ini, sehingga kita bisa mengenal, menerima dan meneladaniNya dalam kehidupan kita.
Disampaikan dalam injil Yohanes bahwa Yesus adalah Sang Firman yang turun ke dalam dunia dalam wujud manusia, Frasa Firman ini juga dituliskan dalam kitab kejadian pasal pertama ketika Allah menciptakan dunia ini dan segala isinya, dengan demikian frasa Firman ini memperlihatkan kuasa Allah, kuasa yang sanggup menciptakan lewat perkataan (lihat kej 1:1, “Allah Berfirman”). Karena kemahakuasaanNya maka Yesus sebagai sang Firman ini hadir di dunia dalam wujud manusia (ayat 14), yang proses kehadirannya tetap dalam kekudusan dan tidak sama dengan manusia pada umumnya. Untuk itu dalam ayat 13 disebutkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki melainkan dari Allah. Ayat ini semakin didukung dengan kedua injil yang lain baik Matius dan Lukas menuliskan bahwa Maria masih perawan ketika ia mengandung Yesus (Mat 1 : 18; Luk 1 : 30-35). Itu artinya saat Maria mengandung tidak melalui proses hubungan secara biologis, sehingga Yesus dalam keadaan kudus saat hadir ke dunia ini. Oleh karena kehadiran Yesus di dunia sebagai manusia penuh dengan kekudusan dan kemahakuasaan maka dalam ayat 14 kita mengerti bahwa Yesus disebut pula sebagai Anak Tunggal Bapa.
Lalu untuk apa Firman itu menjadi manusia dan diam di antara kita ? Pertama, kita mengenal bahwa Allah itu mahakuasa ialah yang menciptakan dunia dan segala isinya termasuk kita, Kedua kita menerima bahwa kehadiran Yesus sebagai manusia supaya kita mengenal akan kebenaran firmanNya dan menerima kasih karunia berupa keselamatan. Sebab, lewat hukum Taurat yang dituliskan oleh Musa manusia mengerti perunjuk-petunjuk perihal bagaimana harus hidup dan beribadat termasuk bangsa Israel. Tetapi Yesus hadir untuk menunjukkan bagaimana orang dapat mengisi hidup mereka dengan kasih karunia dan kebenaran salah satunya dengan melakukan seperti yang tertulis dalam hukum Taurat, namun bukan berarti dengan melakukan hukum Taurat itu kita menjadi selamat, ingat ya adik-adik bahwa hukum Taurat ini menuntun dan membuat kita mengerti bagaimana harus hidup dan beribadat, yang menyelamatkan kita dari dosa adalah Yesus sendiri lewat pengorbananNya bagi kita di kayu salib dan yang telah bangkit. Ketiga, orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus maka dia harus mengisi hidup mereka dengan meneladani kasih karunia serta kebenaran yang diajarkan Yesus, Contohnya mengasihi tanpa memandang golongan, mengampuni teman yang bersalah kepada kita, mendoakan orang lain, bersikap jujur dan adil, dsb. Dari ha-hal ini orang akan melihat bahwa kita orang Kristen karena meneladani Firman Tuhan
Penerapan
Nah, adik-adik yang terkasih lewat firman Tuhan ini kita sekarang menjadi mengerti kan bahwa Yesus disebut juga sebagai Anak Tunggal Allah karena kehadirannya di dunia ini lewat proses yang tidak biasa dan penuh kemuliaan Allah. Bila kehadiran Yesus telah mengenalkan kita akan cara hidup yang penuh kasih karunia dan keselamatan maka mari kita lebih rajin lagi mengasihi sesama kita termasuk keluarga kita dengan cara mendoakan mereka setiap hari, menolong sesama yang membutuhkan, mengasihi siapapun dan berteman dengan semua orang tanpa memilih-milih, dsb.
Aktivitas
- Pamong membagi satu kertas kosong kepada remaja.
- Sejumlah remaja yang hadir diminta menuliskan mujizat Yesus yang pernah mereka alami dalam hidup mereka.
- Setelah 1 orang remaja selesai menuliskan maka kertas digeser ke samping kanan dan remaja yang lain menuliskan mujizat lain yang dialaminya dikertas itu juga.
- Setelah semua tulisan terangkum pamong membacakan dan memantapkan kepada para remaja bahwa Yesus adalah Anak Tunggal Allah karena setiap mujizat yang dituliskan anak remaja menunjukkan kemahakuasaan Allah.
- Aktivitas ini ditutup dengan pamong mendoakan semua anak remaja.