Belajar Menjadi Anak Taat Tuntunan Ibadah Remaja 11 Januari 2026

29 December 2025

Tahun Liturgi: Bulan Penciptaan
Tema: Meneladani Ketaatan Yesus
Judul:  Belajar menjadi anak taat

Bacaan: Injil Matius 3:13-17
Ayat Hafalan: 1 Korintus 11 :1, “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut  Kristus”

Lagu Tema: kidung Ria 53, “Tuhan Adalah kekuatanku”

Tujuan:

  1. Anak dapat menjelaskan makna baptisan Yesus sebagai bentuk ketaatan dan penggenapan kehendak Allah
  2. Anak dapat menganalisis respon Yohanes terhadap permintaan Yesus dan alasan Yesus tetap dibaptis
  3. Anak dapat mengevaluasi sikap hati mereka, apakah mereka hidup dalam ketaatan seperti Yesus

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Perikop Injil matius 3 : 13-17 menggambarkan Yohanes pembaptis sedang berkotbah di sungai Yordan, ia memiliki tugas mengajak orang untuk bertobat dari dosanya dan memberi diri untuk dibaptis serta mempersiapkan jalan bagi karya Allah selanjutnya. Disaat Yohanes di sungai Yordan Yesus datang dari Galilea dan meminta Yohanes untuk membaptisNya. Namun Yohanes yang merasa tidak layak mencegah tindakan Yesus (ayat 14) tertulis “Akulah yang perlu dibaptis olehMu”. Kemudian Yesus menjelaskan kepada Yohanes, bahwa saat Yohanes membaptis Yesus hal ini merupakan bagian dari karya Allah yang harus digenapi supaya Yesus menunjukkan teladan ketaatan.

Latarbelakang Yohanes sendiri tidak hanya membabtis Yesus, ia juga disebut sebagai nabi perjanjian lama yang terakhir. Sebab ia memperingatkan umat akan penghakiman Allah, Yohanes membaptis orang-orang yang menyesali dosa-dosanya. Dalam bahasa Yunani, Baptis memiliki arti membenamkan diri di dalam air,mencelup dan membasuh. Sementara dalam perjanjian lama ada peraturan yang mewajibkan pembasuhan diri bagi para imam sebelum mempersembahkan korban kepada Allah ( Kel. 40 : 12-15). Imam Besar harus membersihkan dirinya sebelum  dan sesudah ia memasuki ruang MahaKudus  dalam pertemuan atau Bait Allah. Dengan demikian Baptisan merupakan sebuah proses pemurnian diri dimana manusia yang berdosa telah diselamatkan dan dimatraikan menjadi anggota keluarga Allah. Karena telah menjadi keluarga Allah maka setiap orang yang telah menerima baptisan hendaknya menjaga kehidupannya dengan taat kepada Allah.

Sebagai seorang pamong yang melayani anak dan remaja, terkadang kita harus melayani keluarga dan anak-anak di gereja dengan seimbang. Terkadang kesibukan yang ada menyita waktu kita untuk tetap semangat dan fokus dalam melakukan persiapan diri sebelum melayani anak-anak atau terkadang kita tergoda oleh pemikiran untuk menyepelekan melayani karena mereka adalah anak-anak. Tantangan-tantangan ini bila tidak disikapi dengan bisa akan membuat kita tidak taat pada tanggungjawab kita sebagai pamong yang hendaknya senantiasa taat dan disiplin untuk melakukan persiapan sebelum melayani. Sebab melayani anak-anak adalah generasi yang berharga, dimana nantinya iman mereka harus bertumbuh kuat dan mereka adalah generasi yang meneruskan kita mewartakan firman Tuhan. sehingga persiapan sebelum melayani harus juga kita prioritaskan. Seperti Yesus yang menunjukkan prioritas taat kepada Allah.

Pendahuluan
Selamat pagi adik..adik yang terkasih didalam Tuhan Yesus, saat kakak hadir dan berjumpa dengan adik-adik di hari ini. kakak senang sekali karena adik-adik dalam keadaan sehat dan bisa berkumpul untuk beribadah serta memuji Tuhan. Tanda tubuh kita bila sehat salah satunya adalah semangat beraktivitas dan belajar.

Adik-adik karena kita sudah diberi Tuhan kesehatan dan berkat, kakak mau tanya nih sudahkah tadi adik-adik berdoa dan bersyukur kepada Tuhan ketika bangun tidur ? coba kakak pengen dengar suara adik-adik. Wah puji Tuhan kalau adik-adik sudah selalu memprioritaskan Tuhan dan taat dalam berdoa, selain itu kita juga harus taat dengan melakukan firman Tuhan dan rajin baca Alkitab ya adik-adik. seperti Tuhan Yesus yang mengajarkan kita tentang ketaatan lewat peristiwa Baptisan.

Cerita
Adik-Adik yang terkasih masih ingatkan kalian bagaimana prosesnya saat seseorang dibaptis ? adik-adik pernah melihat seseorang diBaptis kan ? Bila lupa kakak akan menunjukkan gambarnya ulang ya.

(sambil menunjukkan gambar) saat seseorang di Baptis pendeta akan mengambil air sambil menyebut nama yang dibaptis dan menumpangkan tangan di atas kepala yang dibabtis sambil berkata “Engkau dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus” Amin. Nah sekarang adik-adik mulai ingat kan proses saat seseorang di Baptis. Yesus juga dibaptis yang melakukannya adalah Yohanes di sungai Yordan.

Pada awalnya Yohanes menolak untuk membaptis Yesus, sebab Yohanes merasa bahwa dia hanya manusia biasa sedangkan Yesus adalah Tuhan yang mahakuasa. Harusnya Yohanes yang dibaptis oleh Yasus. Tetapi pada akhirnya Yohanes mau membaptis, Yesus menyampaikan kepadanya bahwa hal yang terjadi ini adalah penggenapan karya Allah (ayat 15). Karena Yohanes taat pada Yesus ia pun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung Merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengar suara dari sorga yang mengatakan “Inilah Anak-Ku yang kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan” (ayat 16-17). Melalui peristiwa Baptisan ini Tuhan Yesus ingin menunjukkan sebuah teladan ketaatan. Sehingga bagi semua orang yang telah menerima sakramen Baptis mereka juga harus terus hidup dalam ketaatan dan kekudusan.

Penerapan
Mari kita sebagai anak remaja juga terus belajar dalam hidup sehari-hari untuk senantiasa taat kepada orang tua dan guru dalam bentuk mendengarkan nasihat mereka serta melakukan hal-hal baik yang orang tua serta guru sampaikan dan nasehatkan. Selain itu terlebih taat kepada Tuhan dengan rajin berdoa, membaca Alkitab, menghasihi sesama dan mau mengampuni, mari ketaatan ini terus kita lakukan dengan semangat sebagaimana Yesus melakukan Baptis sebagai bentuk ketaatan.

Aktivitas
Para remaja diajak untuk mengerjakan mencari kata yang menunjukkan sikap ketaatan. Aktivitas dapat diunduh di sini.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak