Tahun Liturgi : Tahun Baru
Tema: Membangun kasih dan kepedulian kepada sesama
Judul: Aku peduli dan mengasihi sesamaku
Bacaan: Injil Matius 25 :31 – 46
Ayat Hafalan: “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus” (Galatia 6 : 2)
Lagu Tema: Roti dan Mentega
Tujuan: Remaja memahami pentingnya hidup di dalam kasih dan kepedulian
Penjelasan Teks(Hanya Untuk Pamong)
Perikop tentang penghakiman terkahir dalam kitab Injil Matius 25:31-46 hendak menyampaikan kepada kita bahwa semua manusia berharga di hadapan Allah. Oleh karena semua ciptaanya berharga maka kasih terhadap sesama merupakan hal yang harus selalu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita mau meluangkan waktu untuk mengasihi dan peduli dengan sesama. Maka sama halnya kita mengasihi Kristus dalam kehidupan kita. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat 40 “Dan Raja itu akan menjawab mereka : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Berbekal firman Tuhan ini marilah kita sebagai para pamong menerapkan terlebih dahulu dalam relasi dengan sesama pamong sebelum mengasihi anak dan remaja. Mari kita memulai dari diri kira sendiri untuk terus saling mengasihi, peduli, melengkapi dan mendoakan. Adapun bentuk-bentuk kasih dan kepedualian diantara sesama pamong bisa diwujudkan dengan kegiatan : cawisan pamong, perkunjungan pamong yang sakit, pembinaan pamong, dsb. Sebab masing-masing pribadi pamong memiliki kelebihan dan kekurangan. Hendaklnya hal ini menjadikan para pamong semakin perduli dan mengasihi. Bila sesama pamong saling mengasihi maka anak dan remaja yang melihatnya pun juga akan meneladani kasih dan kepedulian yang dimiliki para pomong.
Pendahuluan
Hallo adik.. adik remaja yang terkasih, bagaiman kabar kalian di hari ini? Tuhan Yesus sudah memberikan berkat kehidupan dan berkat-berkat yang lain kepada kita di hari ini maka dari itu yuk kita saling menyapa teman-teman di ruangan ini sambil “tos” dan menyapa dengan ungkapan, “hallo teman, Tuhan Yesus baik ya” sambil melihat adakah diantara teman kita yang tidak hadir hari ini.
Adik.. adik remaja tahukah kalian bahwa dengan menyapa dan mengabsen teman atau berangkat bersama ke gereja bersama, itu tandanya adik-adik mengasihi dan peduli dengan sesama. Tetapi kasih dan kepedulian terhadap sesama tidak cukup hanya itu saja. Masih ada lagi hal-hal yang harus kita ketahui terkait pesan firman Tuhan untuk mengasihi dan peduli.
Cerita
Penginjil Matius memberi gambaran kepada kita bahwa Yesus Kristus akan melakukan penghakiman kepada umatNya. Ayat 31-32, “ Apabila Anak Manusia datang dalam kemulianNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas tahta kemuliaanNya. lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing.”Seorang gembala biasanya menggembalakan kambing dan domba bersama-sama. Domba membutuhkan lebih banyak perhatian dan perawatan, sedangkan kambing lebih berani dan mandiri. Setiap senja, sang gembala akan menghitung jumlah ternaknya sambil memisahkan domba dan kambing. Orang fasik itu digambarkan sebagai kambing dan orang benar digambarkan sebagai domba.
Penghakiman dan pemisahan itu bukan berdasarkan pada kekuasaan melainkan atas dasar kasih dan tindakan hidup manusia terhadap sesamanya yang menderita antara lain : memberikan makan bagi yang lapar, memberi minum ketika haus, memberi tumpangan, memberi pakaian, melawat yang sakit dan mengunjungi yang sedang dalam penjara(ayat 36-37) Ketika kita melayani orang-orang yang menderita ini dengan tulus dan ihklas maka akan mendapatkan kerajaan surga. Sedangkan bila tidak mau perduli dan mengasihi sesama maka akan dimasukkan kedalam neraka.
Penerapan
Setiap hari kita menjumpai dan mendengar begitu banyak saudara-saudari kita yang menderita. Seperti tunawisma, pemulung, orang sakit, orang yang dipenjara, dsb. Apakah hati kita tergerak untuk mendekati dan menolong mereka?atau kita curiga dan tidak perduli dengan mereka?.
Bila menjumpai orang-orang seperti itu mari kita melayani mereka dengan tulus ya adik-adik. Dengan cara meluangkan waktu untuk mendengar keluh kesah mereka, mendoakan, dan membantu dengan apa yang kita miliki. Sebab orang yang menderita ini juga berharga di hadapan Tuhan. Jadi dengan tulus mari kita mengasihi, Peduli dan menolong mereka seperti kita mengasihi Tuhan.
Aktivitas
- Remaja diajak untuk memilih teman yang dekat dengan mereka, berkelompok yang terdiri dari 2 orang.
- Mereka diminta untuk saling bercerita kepada teman sekelompoknya akan peristiwa hidup tidak menyenangkan yang sedang dialami.
- di akhir cerita anak-anak remaja diminta untuk saling berdoa bagi sesamanya di sampingnya secara bergantian.