Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Judul: Mewartakan Kasih
Tema: Berekumene: Mewartakan Kasih (Yesus) kepada yang lain
Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 8: 26-40
Ayat Hafalan: Yohanes 15: 27 – “Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku”
Lagu Tema: KJ 341 “KuasaMu dan NamaMulah”
Tujuan:
- Remaja dapat memahami bahwa Injil bagi semua bangsa.
- Remaja dapat mengerti bahwa tugas mereka adalah menyebarkan Injil (mewartakan kasih) bagi semua orang.
- Remaja dapat menyebutkan halangan-halangan dalam menyebarkan Injil bagi semua orang.
- Remaja dapat melatih diri untuk mampu mewartakan Injil dengan memberikan penjelasan yang benar tentang Yesus Kristus.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong):
Ketika membaca perikop ini secara keseluruhan, kita akan mengerti bahwa perikop ini menceritakan bagaimana perkembangan kekristenan dan juga kisah pelayanan yang dilakukan oleh Filipus. Pada bagian awal di perikop ini menggambarkan gerakan pengejaran yang menyebabkan orang-orang Kristen tersebar ke seluruh daerah. Mereka mendapatkan banyak tantangan dan hambatan, namun semakin besar tantangan itu membuat iman Kristen terus bertumbuh dan menghasilkan buah. Filipus sebagai pewarta Injil Kristus terus berupaya agar warta gembira tentang Kerajaan Allah dan Yesus Kristus dapat terus didengar oleh banyak orang. Pelayanan pekabaran Injil yang dilakukan oleh Filipus tentang Yesus Kristus terbuka bagi orang-orang bukan Yahudi. Maka di ayat 26-28 diceritakan ada pertobatan dari orang-orang Etiopia untuk mau dibaptis dan menjadi pengikut Kristus.
Filipus mewartakan Injil Kristus hingga ke jalan yang sepi antara Yerusalem dan Gaza. Sepanjang pelayanan pekabaran Injil ini, Roh Kudus menyertai Filipus. Roh Kudus menuntun Filipus untuk datang dan mendekati kereta yang ditumpangi oleh sida-sida dari Etiopia. Di dalam kereta itu Filipus memberitakan Injil Kristus hingga membuat orang Etiopia ini percaya dan bersedia untuk dibaptis. Dasar keyakinan ketika menerima baptisan itu adalah kesediaan menerima warta gembira dari Allah yaitu warta keselamatan dalam diri Yesus Kristus. Setelah peristiwa pembaptisan ini Roh Tuhan membawa Filipus ke tempat lain, dan orang Etiopia tetap percaya pada Kristus dan hidup dengan penuh sukacita.
Injil adalah kabar sukacita tentang Allah yang telah memberikan keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus. Kabar sukacita ini disiarkan untuk semua orang, agar banyak orang yang percaya kepada Kristus. Memang kisah pelayanan Yesus dimulai dari Yerusalem, tetapi kisah Injil dan penebusan tidak hanya berada di Yerusalem. Dari semula untuk orang Yahudi, menjadi non Yahudi, dan untuk semua bangsa. Berkat Tuhan tidak hanya untuk kelompok etnis tertentu. Berkat dan kuasa Tuhan terlalu besar jika hanya ditujukan bagi kelompok tertentu. Berkat dan kuasa Tuhan disampaikan kepada semua orang di segala tempat dan abad.
Pendahuluan
- Ajukan pertanyaan dan ajaklah remaja untuk bercerita tentang:
- Siapa nama tokoh sejarah pekabaran Injil GKJW yang diingat atau yang paling berkesan?
- Apa saja hambatan para tokoh sejarah GKJW dalam usaha pekabaran Injil saat itu?
- Ajaklah remaja membaca Kisah Para Rasul 8: 26-40!
Cerita – Bahasa Indonesia
Remaja yang dikasihi Tuhan,
Ingatkah teman-teman remaja pada seorang tokoh yang bernama Yohanes Emde, C.L Coolen, J.E Jellesma, dan Paulus Tosari? Mereka adalah orang-orang yang telah berjasa dalam sejarah perkembangan penghayatan Injil Kristus di Jawa Timur. Mereka adalah orang-orang yang telah menjadi pendiri GKJW. Jika kita membaca sejarah GKJW, masing-masing orang yang disebutkan di atas memiliki cara yang berbeda-beda dalam melakukan pekabaran Injil. Masing-masing juga mengalami kendala yang berbeda-beda.
Salah satu contohnya adalah Paulus Tosari. Paulus Tosari adalah warga pribumi yang berasal dari Madura yang berguru pada Coolen di Ngoro. Sebelum dibaptis Paulus Tosari memiliki nama Satipah. Paulus Tosari tertarik dengan Injil Allah melalui kutipan Injil Matius 5: 3. Setelah mendalami ilmu kekristenan pada Coolen, akhirnya Paulus Tosari bersedia untuk dibaptis. Selanjutnya bersama dengan Abisai, Paulus Tosari mewartakan Injil Allah di daerah hutan Keracil (Mojowarno). Saat itu pelayanannya mewartakan Injil Kristus juga mengalami hambatan yaitu orang-orang banyak yang tertarik dengan tradisi tayuban yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Kristen. Meskipun mengalami tantangan dan hambatan, namun tekad Paulus Tosari tidak padam. Berkat penyertaan Roh Kudus dan ketekunannya, maka ia mampu membaptis sebanyak 33 orang dan melayani perkawinan sebanyak 62 pasang hingga akhir hidupnya.
Remaja yang dikasihi Tuhan,
Di bacaan kita hari ini juga menceritakan seorang pewarta Injil Kristus yang bernama Filipus. Filipus mewartakan Injil Kristus hingga ke jalan yang sepi antara Yerusalem dan Gaza. Sepanjang pelayanan pekabaran Injil ini, Roh Kudus menyertai Filipus. Roh Kudus menuntun Filipus untuk datang dan mendekati kereta yang ditumpangi oleh sida-sida dari Etiopia. Di dalam kereta itu Filipus memberitakan Injil Kristus hingga membuat orang Etiopia ini percaya dan bersedia untuk dibaptis. Dasar keyakinan ketika menerima baptisan itu adalah kesediaan menerima warta gembira dari Allah yaitu warta keselamatan dalam diri Yesus Kristus. Setelah peristiwa pembaptisan ini Roh Tuhan membawa Filipus ke tempat lain, dan orang Etiopia tetap percaya pada Kristus dan hidup dengan penuh sukacita.
Remaja yang dikasihi Tuhan,
Saat ini kita semua yang telah menerima baptisan juga mendapat amanat untuk dapat mewartakan Injil Kristus bagi semua orang. Injil adalah kabar sukacita tentang Allah yang telah memberikan keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus. Kabar sukacita ini disiarkan untuk semua orang, agar banyak orang yang percaya kepada Kristus. Memang Inijl/kisah pelayanan Yesus dimulai dari Yerusalem, tetapi kisah Injil dan penebusan tidak hanya berada di Yerusalem. Dari semula untuk orang Yahudi, menjadi non Yahudi, dan untuk semua bangsa. Meskipun dalam mewartakan Injil (kasih) kepada yang lain akan selalu menjumpai tantangan dan hambatan, namun jangan gentar atau menyerah. Roh Kudus akan senantiasa menyertai dan menuntun.
Carita – Basa Jawi
Remaja ingkang kinasih,
Apa isih ana sing kelingan kepriye anggone bapa-bapa sejarah GKJW nyebar Injil ning tlatah Jawi Wetan? Bapa Yohanes Emde, Coolen, Jellesma, Paulus Tosari nduwe karibedan lan tantangan beda-beda anggone martakake Injile Gusti. Salah sijine yaiku Bapa Paulus Tosari sing martakake Injile Gusti ing alas Keracil (Mojowarno). Bapa Paulus Tosari nampa tantangan yaiku wong-wong Mojowarno sing seneng nari Tayub. Tarian tayub kaanggep gandheng karo dosa, mula bapa Paulus Tosari terus ngelingake wong-wong Mojowarno supaya ora melu tari tayub. Senadyan rekasa anggone bapa Paulus Tosari martakake Injile Gusti, nanging Roh Suci tansah nulungi. Mula nganti sedane bapa Paulus Tosari, dheweke wus baptis 33 wong, lan mberkahi manten ana 62 pasang.
Semono uga anggone Filipus martaake Injile Gusti menyang wong-wong Etiopia. Filipus martakake Injile Gusti nganti ing papan kang sepi yaitu antarane Yerusalem lan Gaza. Roh Suci uga tansah nuntun anggone Filipus martakake Injile Gusti. Nganti wong-wong Etiopia kang ana ing njero kreta banjur pracaya marang Gusti Yesus. Lumantar keyakinan sing kuat iku, wong-wong Etiopia banjur dibaptis karo Filipus.
Para remaja kang wus nampa baptisan uga nduweni tugas lan tanggung jawab martakake Injile Gusti yaitu bab katresnan. Martakake Injile Gusti iku ora mung kanggo koncone dewe, nanging kanggo kabeh wong. Nresnani iku ora mung koncone dewe, nanging kabeh wong kudu ditresnani. Senadyan nresnani kuwi abot, nanging aja kuatir sebab Roh Suci tansah nuntun lan mitulungi.
Aktivitas
Ajaklah remaja untuk berdiskusi tentang:
- Wujud nyata mewartakan Injil (kasih) Kristus di masa sekarang ini
- Cara seperti apa yang akan dilakukan oleh remaja dalam mewartakan Injil (kasih) Kristus?
- Apa saja hambatan atau tantangan yang mungkin akan dijumpai oleh remaja ketika mengabarkan Injil (kasih) Kristus kepada orang lain?