Bacaan : Kisah Para Rasul 10 : 1-48
Tahun Gerejawi : Bulan Kitab Suci
Tema : Sikap: Merenungkan
Ayat Hafalan : “Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam” (Mazmur 1 : 2)
Lagu Tema : Kidung Ria 60 “Aku Mengasihi Engkau Yesus”
Tujuan :
- Remaja dapat mencirikan Tokoh Petrus sebagai tokoh yang merenungkan Firman Tuhan.
- Remaja dapat menyusun renungan singkat sebagai bentuk respon terhadap Firman Tuhan yang dibacanya.
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Dalam cerita ini (Kisah Para Rasul 10 : 1-48) ada dua golongan yang berbeda, yang satu adalah Yahudi dan yang satu adalah bukan Yahudi. Beberapa orang bukan Yahudi masuk menjadi penganut Yudaisme dan menerima semua kebiasaan Yahudi, termasuk sunat. Sejumlah yang lebih besar tidak mau disunat tetapi menerima kepercayaan Yahudi kepada Allah, ibadah di rumah ibadat Yahudi (sinagoge), ajaran etika dari Perjanjian Lama, dan beberapa kebiasaan religius Yahudi. Orang-orang yang disebut golongan orang yang takut akan Allah ini mengenal Perjanjian Lama versi bahasa Yunani karena versi ini dibaca di rumah-rumah ibadah Yahudi.
Adalah Kornelius, seorang “setengah proselit” seperti ciri-ciri tersebut diatas. Wataknya yang saleh terungkap melalui sedekah yang dengan bebas diberikannya kepada orang lain dan tindakannya berupa senantiasa berdoa kepada Allah (ayat 2). Kemudian golongan satunya lagi, yaitu orang percaya dari golongan bersunat yang adalah orang Kristen Yahudi yang telah mendampingi Petrus dari Yope. Mereka ini belum mengerti kalau Injil itu harus diperluas juga kepada orang-orang bukan Yahudi. Sekalipun mereka adalah orang Kristen, mereka tetaplah orang Yahudi, dan semua prasangka Yahudi mereka harus dihilangkan.
Suatu ketika Kornelius mendapat penglihatan yang menyatakan bahwa ia harus menjemput Petrus yang berada di Yope. Hal ini langsung dilakukan oleh Kornelius. Ketika utusan Kornelius datang, giliran Petrus yang mendapat penglihatan. Ada kain besar yang turun dari langit. Di atas kain tersebut dia melihat ketiga jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. Pada ayat ke 13 dan 14 diperintahkan oleh suatu suara untuk menyembelih dan memakan beberapa di antara hewan-hewan tersebut. Lalu Petrus menjawab bahwa melakukan hal tersebut berarti melanggar hukum ritual Yahudi yang melarang seseorang untuk memakan makanan yang tidak tahir. Suara dari surga itu mengatakan bahwa Allah kini telah menghapus peraturan-peraturan tentang makanan yang haram dan halal tersebut.
Petrus merenungkan apa yang menjadi penglihatannya dan hal tersebut mengantar Petrus dalam pertemuannya dengan Kornelius. Petrus mengatakan dalam hukum Yahudi adalah “tabu” bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi. Sekalipun demikian sekarang Allah (melalui penglihatan Petrus) telah mengeluarkan Petrus dari dalam belenggu Yahudinya sehingga dia tidak lagi menganggap orang bukan Yahudi sebagai yang najis menurut aturan agama dan karenanya tidak cocok untuk memasuki persekutuan sosial.
Pendahuluan
- Ajak remaja untuk membaca Kisah Para Rasul 4: 1-48, kemudian ajak mereka untuk mencari isi atau hal yang bisa dipelajari dari perikop tersebut.
- Minta mereka menuangkannya dalam bentuk tulisan (membuat renungan dari bacaan hari ini) dan dipresentasikan pada bagian aktivitas.
Cerita
Dalam bacaan yang sudah kita baca tadi, Petrus memahami makna dari penglihatan yang telah diberikan kepadanya di atap rumah. Bahwa tidak ada bangsa yang boleh dianggap sebagai najis hadapan Allah. Allah tidak membedakan orang dalam berhadapan dengan bangsa manapun. Seorang yang takut kepada Allah dan melakukan hal yang benar, entah dia Yahudi atau bukan Yahudi, diterima oleh Allah. Ini merupakan pelajaran besar yang harus dipahami orang Yahudi, dan menandai satu langkah menentukan di dalam perluasan gereja dari suatu persekutuan Yahudi menuju kepada suatu persekutuan yang universal.
Pembelajaran-pembelajaran seperti yang didapatkan oleh Petrus ini juga sangat bisa kita alami. Petrus merenungkan apa yang menjadi penglihatannya dan akhirnya dia mendapatkan jawaban (tujuan penglihatannya). Petrus bisa menangkap maksud dari penglihatan tersebut karena Petrus merenungkannya. Kita juga begitu, Firman Tuhan yang kita terima itu untuk dibaca atau dengarkan kemudian direnungkan.
Carita
Ing cerita iki Petrus ngerteni apa sing dadi tanda saka Gusti. Petrus sadar apa sing dadi beda antarane panganan haram karo halal kuwi mung panemune manugsa lan uga ora mathuk karo aturane Yahudi sebab ora ana bangsa kang dianggep najis ing ngarepi Gusti Allah. Ing ngarsane Allah ora ana bangsa sing najis, Gusti Allah ora bedak-bedakke bangsa siji lan sijine. Wong kang pracaya marang Gusti lan nglakoni tumindak kang apik, kuwi mau wong Yahudi apa dudu Yahudi kabeh mesti ditrima marang Gusti Allah. Iki piwulang utawa pasinaon gedhe sing kudu dimangerteni wong Yahudi. Ora beda-bedakke wong iki uga salah siji cara gawe mujudke ambane patunggilan wong pracaya, yaiku saka patunggilane wong Yahudi tumuju ing patunggilan sing luwih gedhe utawa sajagad(universal).
Pasinaon kaya sing diolehi Petrus iku uga bisa kita alami. Petrus ngrenungake apa sing dadi dhawuhe Gusti saka tanda sing diolehi mau. Akhire saka perenungane mau, Petrus nemu jawaban. Petrus bisa ngerteni apa sing dadi tujuan utawa arti tanda mau sabab Petrus ngrenungake. Kita para manungsa, ana-anak ya isa uga nindake kaya Petrus. Kita nampa dhawuhe Gusti, diwaca utawa dirungokake lan direnungake supaya ngerti apa kang dadi dhawuhe Gusti Allah ing urip kita sabendina.
Aktivitas
- Buat undian untuk mengurutkan nama remaja yang akan presentasi renungan yang telah dibuat pada bagian pendahuluan.
- Beri waktu remaja mengisi jurnal Minggu ini dan langsung diserahkan kepada Pamong untuk diperiksa.
Bagi Remaja yang mengisi jurnal dengan rajin berhak mendapat hadiah (bila lebih dari satu maka diupayakan memberi hadiah dengan adil). - Melanjutkan membuat atau mengisi jurnal Minggu sampai akhir tahun atau bulan Desember (Pamong mempersiapkan format jurnal untuk dibagikan atau remaja membuat sendiri di buku catatan khusus).
Rencana Aksi Diakonia Minggu Depan:
- Pamong mengedarkan kembali celengan untuk diisi oleh remaja.
- Pamong mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk dibagikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
- Sembako atau bingkisan dll, ini merupakan hasil dari mereka menabung dari Minggu-minggu sebelumnya yang kemudian oleh Pamong ditata teknis pelaksanaannya.
- Tidak perlu banyak yang diberi, semua bergantung kepada kemampuan memberi dan kepada siapa yang benar-benar membutuhkan.
- Tindakan sosial ini dilakukan sebagai aksi langsung dalam menerapkan hidup berbagi.