Remaja Penjaga Bumi Tuntunan Ibadah Remaja 27 Oktober 2019

14 October 2019

Bacaan Alkitab: Kejadian 2: 8-15
Tahun Gerejawi: Bulan Oikumene
Tema: Antar Sesama Ciptaan
Tujuan:

  1. Remaja dapat menjelaskan bahwa hewan dan tumbuh-tumbuhan adalah sesama ciptaan Tuhan.
  2. Remaja dapat menjelaskan hambatan untuk melestarikan kehidupan hewan dan tumbuhan disekitarnya.
  3. Remaja dapat menjelaskan faktor pendukung untuk melestarikan kehidupan hewan dan tumbuhan disekitarnya.
  4. Remaja dapat membiasakan diri untuk melestarikan kehidupan hewan dan tumbuhan di sekitarnya.

Ayat Hafalan: Maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi”. (I Tawarikh 16:33)

Lagu Tema: Kidung Jemaat 60 : “ Hai makhluk alam semesta “ & 61 : “ Sungguh indah alam “.

Penjelasan Teks:

Kejadian 2 adalah rangkuman dari Kejadian 1 yang lebih memfokuskan kepada rincian tentang hari ke 6, hari dimana Adam dan Hawa ditempatkan. Selanjutnya penulis bercerita tentang taman Eden dan bukan bumi secara keseluruhan. Taman Eden digambarkan kaya akan air, sehingga macam-macam pepohonan tumbuh dengan baik disana. Karena begitu indahnya, Taman Eden diterjemahkan dalam bahasa Yunani sebagai PARADEISOS (dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai surga).

Langkah-langkah Penyampaian

Pendahuluan

Di salah satu siaran Mata Najwa yang bertema “Manusia-Manusia Kuat”, Najwa bercerita tentang seorang perempuan muda dari kabupaten Tambrauw, Papua Barat ini bernama Atafia Momo. Usianya 22 tahun, tapi yang dilakukannya tidak biasa. Ia seorang Penjaga Hutan konservasi Tambrauw. Ia keluar masuk hutan karena kegiatan itu telah diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyangnya. Dengan menjadi penjaga hutan Tambrauw, ia memperhatikan setiap binatang local yang ada di dalam hutan dengan teliti. Mama Papua ini kenal betul nama, jenis dan bunyi masing-masing binatang itu. Ia bahkan mengetahui apa dan dimana letak macam-macam tanaman local tumbuh.

Sambil mengambil bahan untuk makanan, berburu, memancing ikan, mencari tumbuh-tumbuhan dan memanfaatkannya untuk kerajinan dan obat, ia mengajak juga orang Papua untuk selalu menanam dan melestarikan pohon sagu sebagai bahan pangan pokok orang Papua. Baginya hutan harus dijaga demi masa depan bumi dan supaya anak cucunya tetap dapat menikmati. Hutan adalah bagian hidup karena ia hidup bersama  dan dari hutan.

Cerita

Siapa diantara kita yang mengenal buah ciplukan, cempedak, duwet, sawo kecik, mundu, klerek ? Jikalau mengenal, seberapa banyakkah pohon itu di sekitar kita ? Ini adalah beberapa buah asli Indonesia yang saat ini sudah jarang ditemukan disekitar kita.

Manusia Indonesia adalah manusia yang terlahir, bertumbuh dan dibesarkan dalam atmosfer keberagaman. Bukan hanya suku dan agamanya, tetapi alam tropis yang dilewati garis khatulistiwa adalah tempat yang kaya keragaman hayati. Sejak abad ke 19, para ahli telah mengetahui bahwa beberapa kawasan tropis di dunia memiliki keragaman hayati lebih banyak dibanding kawasan lain yang ada di dunia. Dilengkapi dengan berbagai jenis ekosistem, seperti perairan air tawar, rawa gambut, hutan bakau, terumbu karang dan pantai, kurang lebih 25.000 jenis flora (lebih dari 10 % jumlah total flora yang ada di dunia) ditemukan. Studi pada tahun 2014 menyebutkan bahwa ragam mamalia juga lebih tinggi dan kepunahan lebih rendah dibandingkan dengan daerah yang lebih dingin.

Ini adalah kekayaan yang tidak bisa diabaikan, sebab manfaat keragaman hayati memiliki peran penting dalam sejarah peradaban manusia. Sejak sejarah penciptaan keberadaannya di bumi, manusia tidak dapat hidup tanpa sumber daya hayati. Selain itu, manfaatnya meliputi penyediaan makanan, sumber obat, perlindungan sumber daya air, mencegah tanah dari longsor dan banjir dan menyerap pencemar lingkungan CO2. Semakin tinggi keanekaragaman hayati dalam sebuah lingkungan, semakin stabil dan bermutu lingkungan hidupnya. Semakin bermutu lingkungan hidup, semakin tinggi daya tahan spesies terhadap penyakit.

Manusia  diberi mandat oleh Allah sebagai  pengusaha dan pemelihara taman itu. Tetapi apakah manusia telah menjaga dan merawatnya dengan sungguh-sungguh? Salah satu tolok ukur adalah apakah keragaman hayati masih terjaga sama seperti ketika Allah menciptakannya denganbaik ?

Memang, ada beberapa hewan yang musnah karena evolusi. Tetapi nyatanya, peneliti Botani LIPI menyebutkan bahwa kepunahan keragaman hayati di Indonesia tinggi karena laju kerusakan lingkungan dan penurunan areal hutan tinggi. Hal itu dikarenakan bencana alam maupun eksploitasi manusia. Penurunan ini sudah pada tingkat yang mengkawatirkan. Ilmuwan memperkirakan sebanyak 20 ribu jenis tanaman punah pertahunnya. Padahal, satu saja jenis tumbuhan atau binatang punah akan mempengaruhi makhluk hidup yang lain. Penurunan jumlah keanekaragaman hayati ini mengancam hidup manusia.

Alkitab menggambarkan kondisi alam dimana manusia ditempatkan mula-mula sangat indah. Taman Eden digambarkan sebagai taman yang ditumbuhi berbagai pohon dari bumi yang menarik dan baik untuk dimakan buahnya. Sungai Pison mengaliri taman itu dan dari sungai itu mengalirlah tiga cabang sungai yaitu Gihon, Tigris dan Efrat. Di sekitar sungai itu juga terdapat kekayaan alam seperti emas, damar bedolah dan batu krisopras. Pasti juga binatang ada disana. Dan Allah melihat itu semua baik. Allah menciptakan system kehidupan yang saling terkait dan mempengaruhi.

Menyadari keadaan tersebut, gereja mendorong perjuangan dan kerja mewujudkan keutuhan ciptaan. Keutuhan ciptaan yang diartikan suasana hidup yang diwarnai oleh kesatupaduan semua ciptaan Tuhan yang   hidup bersama di alam semesta sebagai saudara satu sama lain. Manusia hidup menjadi bagian dari alam semesta yang lain dalam kesatuan hidup yg saling terhubung. Seperti halnya gelang rantai yang memiliki nilai dan fungsi yang saling kait-mengkait. Jika satu mata rantai rusak dan terlepas, maka tidak ada lagi keutuhan.

Maka menjadi manusia yang tinggal di tanah air Indonesia, remaja Indonesia dilahirkan dengan memandang secara positif perbedaan. Termasuk memperjuangkan keanekaragaman hayati sebagai wujud tanggung jawabnya demi keutuhan ciptaan. Tanggungjawabnya ditandai dengan mengasihi seluruh ciptaan yang terdapat di sekitarnya. Selanjutnya, tanggung jawab ini diperjuangkan bukan semata-mata karena mandat Allah, tetapi karena manusia hidup dalam ketergantungan dengan ciptaan yang lain. Dengan cara apa ? Remaja dapat mengkampayekan penghentian perburuan binatang, reboisasi dengan menemukan, mengenal dan menanam tanaman yang hampir punah atau langka, mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan di sekitar. Buatlah komunitas penjaga alam sebab ketika alam tidak dijaga, ia lebih banyak musnah oleh keserakahan manusia.

Aktivitas

  1. Siapkan gambar buah-buah langka seperti yang disebut diatas (terlampir).
  2. Pamong diharapkan menyiapkan  benih tanaman  langka  sesuai kondisi  daerah masing- masing (yang dahulu dikenal tetapi saat ini anak dan remaja sudah jarang menemukan).
  3. Penanaman di lingkungan gereja. Beri nama dan manfaat tanaman tersebut.

Bahasa Jawa

Pendahuluan

Ing salah sawijining siaran Mata Najwa kanthi tema “Manusia-manusia kuat”, Najwa nyariosake wong wadon enom. Asale teka Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Jenenge Atafia Momo. Senadyan umure 22 tahun, sing dilakoni ora lumrah. Deweke sinebut Penjaga Hutan Konservasi Tambrauw. Mlebu metu alas dilakoni awit kuwi dilakoni mbah buyut lan wong tuwane. Saben mlebu alas deweke nggateke kewan-kewan kanthi teliti. Mama Papua iki pancen appal jeneng, jenis, swara kewan-kewan kuwi. Deweke uga weruh apa lan neng endi warna-warni wit-witan thukul.

Sinambi njupuk tanduran neng alas kanggo mangan, kerajinan lan obat deweke ngajak wong Papua nandur lan nglestantunake wit sagu minangka bahan pangan asli wong Papua. Alas kudhu dijaga supaya lestari lan anak putu iso ngrasakake asile. Alas kuwi ora iso kapisah saka manungsa, sebab manungsa urip karo lan saka alas.

Cerita :

Sapa sing weruh buah ciplukan, cempedak, duwet, sawo kecik, mundu, klerek ? Iki kabeh buah asli saka Indonesia sing wis jarang ditandur.

Wong Indonesia kuwi lahir, gedhe neng suasana warna-warni. Ora mung suku lan agamane, nanging alam tropis sing dilewati garis khatulistiwa dadi panggenan sing sugih keragaman hayati. Kawiwitan abad 19, para ahli wis weruh yen neng daerah tropis, keragaman hayati luwih akeh tinimbang daerah liyane. Dijangkepi mawarni-warni ekosistem, kaya : perairan banyu tawa, rawa gambut, alas bakau, pantai lan terumbu karang, kurang luwih 25.000 jenis flora ditemuake. Studi tahun 2014, nyebutake macam-macam mamalia luwih akeh tinimbang panggenan sing adem.

Iki kudhu disyukuri, sebab keragaman hayati kuwi penting kanggo manungsa. Manungsa ora isa urip tanpa alam. Manfaat liyane kanggo nampung sumber pangan, obat, sumber air, nyegah banjir, longsor lan ngurangi polusi. Sangsaya akeh keragaman hayati, sangsaya stabil lan bermutu lingkungane. Sangsaya bermutu lingkungane, sangsaya saras lan tahan saka penyakit.

Manungsa tinimbalan njaga lan ngusahaake taman kuwi. Nanging, apa manungsa wis nglakoni kanthi temen ? Salah siji tolak ukur yaiku apa keragaman hayati isih kejaga kayadene nalika Gusti Allah nitahake ? Pancen ana kewan-kewan sing musnah awit evolusi. Nanging, peneliti Botani LIPI nyebutake yen sirnane keragaman hayati Indonesia banget karana lingkungan rusak. Sing njalari kuwi, bencana karo kapentingane manungsa. Ilmuwan ngira-ira 20 ewu jenis tanduran sirna per tahune. Kamangka, siji wae tanduran utawa kewan sirna kuwi njalari liyane rusak.

Kitab Suci nggambarake alam sing dipanggeni manungsa ing wiwitan kuwi endah. Taman Eden kagambarake taman sing duwe akeh ditanduri tethukulan warna-warni. Wit-witan kuwi apik disawang lan enak dipangan. Kali Pison ngaleni taman kuwi lan saka kali kuwi ana telu kali sing dadi pange. Ing sakiwa tengene kali ana emas, dammar bedolah lan watu krisopras. Neng kana mesthi ana kewan. Lan Gusti Allah mirsani kabeh kuwi apik. Siji lan sijine njangkepi lan mbutuhake. Ngrumaosi kehanan mangkono, greja mbudidaya makarya ngwujudna keutuhan ciptaan. Keutuhan ciptaan yaiku suasana urip sing manunggil kabeh titahe Gusti siji lan sijine. Kabeh kuwi urip bareng minangka sadulur. Kaya dene gelang rantai, umpama sing siji rusak, liyane melu rusak lan ora utuh.

Mila, dadi wong Indonesia sing lair ing tanah lan banyu Indonesia, remaja Indonesia katitahake dados pribadi sing mandeng positif warna-warni. Kalebet mbudidaya keanekaragaman hayati minangka wujud tanggung jawab mbangun keutuhan ciptaan. Tanggel jawab kuwi ditindakake kanthi nresnani sedaya titahe Gusti. Banjur, tanggung jawab kuwi ditindakake ora mung karana dhawuhe Gusti, nanging karana uripe manungsa gumantung karo titah liyane. Kanthi cara apa ? Remaja iso kampanye stop perburuan binatang, reboisasi kanthi nandur tanduran sing arang- arang ditemoni, nyegah pencemaran lingkungan lan bangun komunitas/kelompok peduli/penjaga.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak