Bacaan Alkitab: Markus 12:1-12
Tahun Gerejawi: Kristus Raja
Tema: Perumpamaan
Tujuan:
- Remaja dapat menjelaskan arti perumpamaan tentang penggarap kebun anggur.
- Remaja dapat melakukan arti perumpamaan itu dalam kehidupan sehari-hari.
Ayat Hafalan: “Karena begitu besar kasih Allah terhadap dunia ini, sehingga Ia telahg mengaruniakan anakNya yang Tunggal, supaya sedap orang yang percaya kepadaNya ddak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. (Yohanes 3:16)
Lagu Tema:
- Kidung RIA 32: “Hatiku penuh nyanyian”
- Kidung RIA 4: “Allah ditinggikan”
Penjelasan Teks:
Seringkali Yesus menggunakan perumpamaan dalam menyampaikan pengajaran-pengajaranNya. Penggunaan perumpamaan dalam melakukann pengajaran sengaja dilakukan oleh Yesus agar para murid dan pengikutinya lebih mudah memahami dan mencerna berbagai macam ajaran Allah. Apalagi perumpamaan yang digunakan oleh Yesus merupakan hal- hal yang mudah dijumpai pada saat itu. Contohnya: perumpamaan tentang biji sesawi, perumpamaan orang Samaria yang baik hati, perumpamaan tentang Kerajaan Allah, dst.
Bacaan Firman kita kali ini dibawah judul yang juga menggunakan perumpamaan yaitu perumpamaan tentang penggarap- penggarap kebun anggur. Dalam cerita di Markus 12: 1-12, ada seorang pemilik kebun anggur yang mempercayakan pengelolaan kebunnya di tangan para penggarap-penggarap. Ketika tiba waktunya untuk panen, pemilik kebun anggur mengirimkan suruhannya supaya meminta bagian dari hasil kebun. Satu persatu utusan yang disuruh akan tetapi tidak membuahkan hasil justru mereka dari antara mereka ada yang dipukul juga dibunuh. Kemudian pemilik kebun anggur mengirimkan anaknya dengan tujuan mungkin anaknya akan disegani. Ketika anak itu datang ke penggarap justru mereka semua berpikir untuk membinasakan dia sebab anak itu adalah ahli waris dari kebun anggur. Semua hal ini terjadi karena penggarap-penggarap kebun anggur itu egois juga serakah.
Pemilik kebun anggur dalam perumpamaan tersebut adalah Yesus, Yesus punya ladang yang dipercayakan kepada para penggarap. Dalam hal ini penggarap-penggarap yaitu imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Kedatangan nabi-nabi sebelum Yesus mereka tolak bahkan ketika Allah memberikan anak tunggalNya juga ditolak dan dibunuh. Mereka menolak Yesus sebab mereka sudah berada pada kondisi nyaman atas keberadaan mereka selama ini. Ketertolakan Yesus ini menandakan bahwa para imam-imam kepala dan ahli taurat serta tua-tua masih sangat memiliki sikap keakuan, tidak mau kenyamanannya terusik, dan tidak mau menerima akan
kesejahteraan yang ditawarkan Yesus kepada orang banyak. Sikap manusia memang begitu, takut kehilangan kenyamanan dengan kedatangan hal-hal yang baru, juga pengajaran-pengajaran yang diberikan Yesus. Kedatangan Yesus memang penuh dengan ketertolakan namun melalui itu semua justru Yesus menjadi batu penjuru. Melalui perikop ini kita diajak untuk mengoreksi diri kita, sudah siapkah kita menyambut kedatangannya, dengan cara bagaimanakah kita menyambutNya?
Pendahuluan
- Ajak Remaja terlibat dalam mempersiapkan perjamuan kasih (yang sudah diumumkan seminggu sebelumnya / di minggu ke-3 tanggal 17 November) sebagai bentuk menyambut kedatangan Kristus
- Di hari ini, pelayanan ibadah remaja seperti biasa hanya saja ketika masuk dalam pelayanan perjamuan kasih pembawa Firman sampai dengan pelayanan perjamuan kasih adalah Pelayan perjamuan kasih.
- Pelayan menyampaikan cerita
- Melakukan aktivitas (perjamuan kasih)
Cerita:
Adik-adik, pernahkah tahu berita tentang penyambutan kedatangan rombongan Presiden Indonesia yang berkunjung ke suatu tempat? Berita itu baik di berita televisi, berita online, melalui koran dan lain sebagainya? Atau justru pernah ikut terlibat dalam penyambutan kedatangan rombongan Presiden itu? Biasanya dalam acara penyambutan seperti itu banyak sekali yang dipersipakan, mulai dari bersiap sejak beberapa hari sebelumnya atau beberapa minggu sebelumnya. Persiapan itu misalnya membersihkan lingkungan secara bersama, mempersiapkan tarian-tarian penyambutan, mempersiapkan bendera-bendera merah putih untuk dilambai- lambaikan dan tentu masih banyak lagi termasuk ingin mengabadikan momen dengan berfoto bersama.
Kegiatan-kegiatan tadi adalah kegiatan dan sikap dalam menyambut Presiden atau pejabat, lalu bagaimana dengan kita ketika hendak menyambut kedatangan Yesus Kristus? Apakah kita akan biasa saja, apakah kita akan bersikap acuh tak acuh, akankah seperti para penggarap kebun anggur yang dengan kesengajaannya menolak kedatangan para utusan bahkan menolak Yesus sendiri? Mari, kita benar-benar mempersiapkan diri dalam menyambut kedatanganNya, membuka hati untuk mau berubah. Yang selama ini masih sering hanya berjanji setia padaNya tetapi masih di mulut saja maka mari menjadi anak yang pandai melakukan firman. MenyambutNya juga bisa kita lakukan dengan cara untuk tidak memikirkan apa yang menjadi kenyamanan kita pribadi, menyambutNya bisa kita wujudkan dengan saling peduli terhadap sesama baik kepada anggota keluarga, kepada teman di sekolah juga di lingkungan. Mari bersama menyambut kedatangan Kristus itu tidak hanya secara pribadi melainkan secara komunal (bersama) sebagai satu kesatuan orang percaya. Jika menyambut kedatangan para pejabat saja benar-benar dipersiapkan dengan baik melalui beragam bentuk penyambutan, tentunya menyambut Yesus Kristus lebih dari serangkaian acara-acara. Untuk menyambut Kristus tidak perlu mempersiapkan serangkaian acara dan gebyar kemewahannya melainkan harus benar-benar membuka hati untuk menerimaNya dalam kehidupan kita sebab Ia adalah Raja atas hidup kita.
Aktivitas
Melakukan Perjamuan Kasih yang dipimpin oleh Pendeta.
Aktivitas ini dipersiapkan sejak minggu sebelumnya, dengan tawaran sirup, teh, susu atau sesuai kesepakatan pengurus remaja di gereja masing-masing sebagai pengganti anggur , dan disiapkan roti dalam berbagai bentuk dan rasa (menyesuaikan kesepakatan bersama antar pengurus remaja)
—
Crita Bahasa Jawa
Adik-adik, tahu weruh kabar bab rombongane Presiden sing arep rawuh ing salah sijining panggonan? Kabar mau isa saka televisi, kabar online saka tilpun genggam, koran utawa saka liya- liyane. Tahu weruh? Apa adik-adik malah-malah tahu melu ana ing acara mapak rawuhe rombongan presiden? Mapak rawuhe presiden ing salah sijining panggonan, biasae ditindakake kanthi teliti, mulai saka nyiapake lingkungan kang resik, nyiapake jejogetan-jejogetan, nyiapake gendera-gendera abang putih di-enggo ngawe-awe wektu rombongan presiden liwat lan isih akeh maneh sing disiapake kelebu nyiapake cara supaya isa foto bareng karo Presiden.
Nyiap-nyiapake kaya iku mau yaiku kegiatan utawa sikap kanggo mapak Presiden utawa pejabat, terus kaya apa anggone kita mapak rawuhe Yesus Kristus? Apa bakal biasa-biasa, apa duweni sikap acuh-tak acuh (ora perduli), apa malah arep kayadene pengramut kebun anggur sing sacara sadar lan sengaja nolak rawuhe para utusan luwih-luwih isa nolak Yesus? Ayo adik-adik kita nyiapake urip kanggo mapak rawuhe Gusti, bukak manah lan duweni komitmen berubah. Sing biasae janji- janji bakal setya marang Gusti mung ana ing pangucap, mulai saiki ayo podo dadi umat kang isa nindakake Firman Tuhan. Mapak rawuhe Yesus isa kita lakoni kanthi ora mung mikir penak e urip dewe-dewe nanging luwih becik kita lakoni kanthi duweni sikap perduli marang wong liya. Wong liya kang kasebut keluarga, wong liya ana ing lingkungan sakiwa tengen omah utawa tangga, kanca ana ing bangku pasinaon lan kanca ana ing greja. Dadi mapak rawuhe Yesus Kristus ora mung katon saka tumindak sing dilakoni sacara pribadi ananging ya tumindak sacara komunal utawa bebarengan kayadene ing dina iki kita nindakake Perjamuan Kasih. Yen mapak tekane pejabat bisa dilakoni kanthi mawarni-warni acara, apadene maneh yen mapak rawuhe Yesus ya kudune ora mung katon ana ing acara-acara pahargyan nanging luwih saka iku. Mapak rawuhe Gusti ora mung kanthi pesta-pesta amarga kang perlu disiapake luwih saka iku, yaiku nyiapake ati supaya isa nrima Yesus ing urip amarga Yesus menika Raja ing sajroning urip kita.