Yang Muda, yang Semangat Tuntunan Ibadah Remaja 23 Oktober 2022

10 October 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Tokoh Pemuda

Bacaan Alkitab: Yohanes 3:1-21
Ayat Hafalan:Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” ( 1 Timotius 4:12)

Lagu Tema:Masa Muda Sungguh Senang

Tujuan:

  1. Remaja dapat menunjukkan keseriusan Nikodemus belajar kepada Yesus.
  2. Remaja dapat menjelaskan hambatan untuk mengembangkan sikap belajar sepanjang hidup.
  3. Remaja dapat menjelaskan faktor pendukung untuk mengembangkan sikap belajar sepanjang hidup.
  4. Remaja dapat membiasakan diri untuk terus mau belajar sepanjang hidup.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Nikodemus adalah seorang Farisi. Ia adalah seorang yang kaya dan berasal dari keluarga terhormat di kalangan orang Yahudi. Kemungkinan ia juga seorang Sanhedrin yang memiliki kekuatan hukum agama terhadap setiap orang Yahudi. Karena itu Nikodemus termasuk sebagai salah seorang penguasa Yahudi. Sebagai seorang Farisi Nikodemus merasakan masih ada kekosongan dalam dirinya, sehingga ia terus mencari pengetahuan untuk mengisi kekosongan itu.

Suatu hari ia datang kepada Yesus untuk bercakap-cakap dengan Yesus. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak biasa karena Nikodemus sebagai orang Farisi mau datang kepada Yesus untuk belajar sesuatu.
Ada sesuatu hal yang kuat mendorong Nikodemus untuk mau datang dan belajar kepada Yesus. Meskipun Ia adalah seorang Farisi yang telah mengetahui dengan teliti hukum agama yang berlaku di Yahudi, ia tetap mau untuk datang bercakap-cakap dan belajar kepada Yesus.

Di saat malam hari Yesus tidak lagi diikuti oleh banyak orang. Karena itu malam hari merupakan saat yang tenang dan baik untuk belajar. Nikodemus datang kepada Yesus pada malam hari dan mulai bercakap-cakap denganNya. Dalam suasana malam yang tenang Nikodemus dapat bertanya kepada Yesus dan memperoleh ilmu pengetahuan yang dicarinya tanpa ada orang lain yang mengganggu. Hal yang patut kita contoh dari Nikodemus adalah semangatnya untuk mencari ilmu pengetahuan untuk mengisi kekosongan dalam dirinya. Meskipun sudah banyak ilmu yang ia kuasai namun ketika ia memiliki kesempatan untuk menambah pengetahuannya, maka ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Sebagai orang Farisi ia mau merendahkan dirinya untuk dapat belajar kepada siapapun dan memperoleh ilmu pengetahuan yang ia cari.

Pendahuluan
Masih ingatkah teman-teman dengan isi teks Sumpah Pemuda?
Isinya adalah :

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda adalah hasil kesepakatan para pemuda pada 28 Oktober 1928 untuk terus berjuang menuju Indonesia merdeka. Mereka adalah pemuda yang memiliki semangat membara untuk terus belajar dan terus berjuang untuk kebaikan semua orang, terlebih untuk Bangsa Indonesia untuk dapat merdeka. Perjuangan mereka begitu gigih dan tidak dapat diremehkan. Pada 17 Agustus 1945 perjuangan mereka memberikan hasil Indonesia merdeka. Tanpa adanya semangat para pemuda ini, maka kemerdekaan akan sangat sulit tercapai.

Cerita
Kita tahu bahwa saat-saat seseorang masih muda, adalah saat dimana semangat begitu membara. Rasa ingin tahu dan belajar begitu besar. Selalu ingin untuk mencoba hal-hal baru dan cita-cita yang tinggi. Tentu semangat seperti ini adalah semangat yang baik sepanjang mengarah pada hal-hal yang baik.

Mari kita baca Alkitab kita dari Yohanes 3: 1-21. Bacaan ini menceritakan tentang seorang muda bernama Nikodemus yang memiliki semangat yang besar untuk belajar. Dengan semangatnya ia belajar kepada Yesus, tidak peduli bahwa ia adalah seorang Farisi. Nikodemus adalah seorang yang terpelajar. Namun ketika ia mendapatkan kesempatan untuk belajar, ia tetap semangat untuk menambah ilmunya. Ia datang kepada Yesus pada malam hari, sehingga tidak ada orang yang mengganggunya untuk belajar kepada Yesus.

Saat-saat muda adalah saat yang sangat berharga. Semangat untuk mencoba begitu besar. Namun seringkali godaan untuk mencoba hal-hal yang tidak baik sangat besar. Karena itu semangat untuk mencoba yang begitu besar itu juga harus diimbangi dengan semangat belajar yang besar sehingga memiliki pengetahuan yang cukup untuk menghindari hal-hal yang tidak baik.

Para pemuda Indonesia pada saat sumpah pemuda 28 Oktober 1928 adalah orang-orang yang memiliki semangat yang besar untuk belajar. Banyak di antara mereka yang sedang melanjutkan sekolah untuk memperoleh ilmu yang lebih tinggi. Dengan ilmu yang mereka miliki, mereka membentuk organisasi pemuda dan menghasilkan sumpah pemuda yang semakin menyemangati Rakyat Indonesia untuk merdeka. Mereka menggunakan ilmu mereka untuk hal-hal yang baik.

Kita sebagai remaja yang masih muda, dapat mengambil hal yang positif dari semangat belajar yang dimiliki oleh Nikodemus maupun pemuda Indonesia yang pada saat itu berjuang. Mereka memiliki semangat belajar yang besar untuk memperoleh ilmu yang baik. Demikian juga kita, mari memiliki semangat belajar yang terus membara. Mari memanfaatkan masa muda ini dengan hal-hal yang berguna.

Aktivitas
Bagi teman-teman-teman remaja dalam kelompok-kelompok kecil. Ajak teman-teman untuk saling berbagi dalam kelompok kecil tentang cita-citanya. Apa yang
sudah dilakukan untuk mencapai cita-citanya? Apa yang harus dipersiapkan untuk mencapai cita-citanya?

Basa Jawa
Kanca-kanca apa isih kelingan teks Sumpah Pemuda?
Isine yaiku,

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda iku hasil kesepakatan para pemuda nalika 28 Oktober 1928 kanggo terus berjuang tumuju Indonesia merdeka. Nom-noman kuwi yaiku nom-noman kang nduweni semangat makantar-kantar kanggo nerusake sinau lan nerusake berjuang kanggo kabecikane wong akeh, luwih-luwih kanggo Bangsa Indonesia supaya bisa merdeka. Perjuangan para nom-noman kuwi tumemen lan ora bisa diremehake. Nalika 17 Agustus 1945 perjuangan nom-noman kuwi ngasilake kamardikan kanggo Bangsa Indonesia. Tanpa semangate para nom-noman iki, kamardikan bakal angel diwujudake.

Carita
Awake dewe mesti ngerti yen mangsa isih nom kuwi mangsa nalika nduweni semangat kang makantar-kantar. Mangsa nduweni rasa kepingin ngerti lan sinau kang gedhe banget. Kepingin nyoba bab anyar lan nduweni cita-cita kang dhuwur. Semangat kaya ngene iki mesti wae apik, nanging kudu diarahke tumuju bab kang apik.

Ayo saiki padha maca Kitab Suci saka Yokanan 3: 1-21. Wacanan iki nyritaake bab nom-noman jenenge Nikodemus kang nduweni semangat gedhe kanggo sinau. Kanthi semangat gedhe iki Nikodemus sinau marang Yesus, ora mikirake yen dheweke kuwi wong Farisi. Nikodemus kuwi wong kang wis pinter lan terpelajar. Nanging nalika dheweke nduwe kesempatan kanggo sinau, dheweke tetep semangat nambah ilmu. Dheweke teka marang Yesus nalika wengi, supaya ora ana wong kang ngganggu anggone sinau marang Yesus.

Mangsa enom kuwi mangsa kang aji banget. Nduweni semangat kang gedhe kanggo nyoba bab anyar. Nanging kerep ana panggodha kang kuat kanggo nyoba bab kang ora becik. Amarga kuwi semangat kang gedhe kanggo nyoba kuwi kudu diimbangi kanthi semangat sinau kang gedhe supaya nduwe pengetahuan kang cukup kanggo ngadoh saka bab-bab kang ora becik.

Para nom-noman Indonesia nalika Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, nduweni semangat kang gedhe kanggo sinau. Akeh nom-noman kang nembe nerusake sekolah kanggo golek ilmu sing luwih dhuwur. Kanthi ilmu sing diduweni kuwi, para nom-noman nggawe organisasi pemuda lan ngasilake sumpah pemuda kang isa ngundhakake semangat Rakyat Indonesia kanggo mardika. Para nom-noman iki nggunakake ilmune kanggo bab-bab kang becik.

Awake dhewe remaja kang isih enom, bisa metik bab kang positif saka semangat sinau kang didhuweni Nikodemus utawa para nom-noman Indonesia kang nalika semana kudu berjuang kanggo kamardikan Indonesia. Para nom-noman iki nduweni semangat sinau kang gedhe kanggo golek ilmu kang becik. Semana uga awake dhewe, payo nduweni semangat sinau kang makantar-kantar. Payo nggunakake mangsa enom iki kanthi bab-bab kang migunani.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak