Kasih Menembus Batas Tuntunan Ibadah Remaja 16 Oktober 2022

3 October 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Ekumene: Antar Agama

Bacaan Alkitab: Matius 15:21-28
Ayat Hafalan: Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Matius 22:39)

Lagu Tema: “Kukasihi Kau dengan Kasih Tuhan” (Kidung Ria No.78)

Tujuan:

  1. Remaja dapat menunjukkan percakapan Yesus dengan perempuan Kanaan.
  2. Remaja dapat menyadari bahwa Yesus mempunyai sikap terbuka bagi orang lain.
  3. Remaja dapat menunjukkan sikap terbuka bagi agama lain.
  4. Remaja dapat merancang kegiatan dengan mengunjungi tempat ibadah agama lain.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Untuk sementara Tuhan Yesus menyepi dari para pengikutNya. Ia ditemani oleh para muridNya. Karena itu ia menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Meski telah menjauh dari para pengikutNya, berita tentang Yesus yang melakukan banyak mujizat telah tersebar di berbagai tempat. Seorang perempuan Kanaan yang telah mendengar tentang Yesus, mendatangi Tuhan Yesus karena anaknya yang sakit. Ia memohon kepada Tuhan Yesus agar Tuhan Yesus berkenan menyembuhkan anak perempuannya yang kerasukan setan.

Orang Yahudi pada saat itu memiliki hubungan yang kurang baik dengan orang Kanaan. Orang-orang Kanaan dianggap kafir oleh orang-orang Yahudi. Karena itu murid Tuhan Yesus tidak menyukai perempuan Kanaan tersebut. Tetapi perempuan Kanaan ini terus memohon kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkan anaknya.
Tuhan Yesus tidak merespon perempuan Kanaan ini. Karena itu murid-murid Tuhan Yesus meminta Tuhan Yesus untuk mengusir perempuan Kanaan ini.

Kemudian Tuhan Yesus menjawab, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tuhan Yesus menjawab perempuan itu dengan gaya bahasa orang Yahudi kepada orang Kanaan yang menganggapnya anjing. Tetapi Perempuan Kanaan itu menjawab, “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Perempuan Kanaan ini memiliki kasih yang besar bagi anaknya. Karena itu ia rela merendahkan dirinya di hadapan Tuhan Yesus. Ia memiliki iman yang besar, bahwa Tuhan Yesus dapat menyembuhkan anaknya. Ia terus mengikuti dan memohon kepada Tuhan Yesus. Ia bahkan mendekat dan menyembah kepada Tuhan Yesus. Perempuan ini pantang menyerah. Demi kasihnya kepada anaknya ia terus memohon agar Tuhan Yesus menyembuhkan anaknya. Tuhan Yesus melihat iman percaya perempuan Kanaan ini. Meskipun perempuan ini bukan orang Yahudi, ia tetap percaya kepada Tuhan Yesus. Karena itu Tuhan Yesus berkenan menyembuhkan anak perempuannya.

Kasih Tuhan Yesus tidak terbatas hanya untuk golongannya saja yaitu orang Yahudi. Siapapun boleh datang kepada Tuhan Yesus. Tidak hanya golongan tertentu saja, tetapi semua orang yang percaya kepadaNya boleh datang dan memohon kepadaNya. Seperti perempuan Kanaan yang memiliki iman percaya kepada Tuhan Yesus, diterima oleh Tuhan Yesus. Karena iman percayanya, permohonan perempuan Kanaan itu dipenuhi oleh Tuhan Yesus.

Pendahuluan
Apakah teman-teman memiliki sahabat atau saudara yang berbeda agama atau keyakinan dengan kita? Pernahkah teman-teman memperhatikan bagaimana cara mereka beribadah kepada Tuhan? Pernahkah teman-teman pergi ke tempat ibadah mereka? Tentu cara beribadah mereka berbeda dengan cara beribadah kita.

Cerita
Mari kita buka Alkitab kita dari Matius 15: 21-28. Dari bacaan tersebut, kita membaca bahwa pada saat itu Tuhan Yesus berusaha untuk menyepi dari banyak orang. Tuhan Yesus ditemani oleh para muridNya. Meski sudah pergi menjauh dari banyak orang, namun berita tentang Tuhan Yesus melakukan banyak mujizat sudah terdengar oleh banyak orang. Karena itu meski Tuhan Yesus dan para murid telah jauh dari banyak orang, ternyata ada satu orang perempuan Kanaan yang memohon kepada Tuhan Yesus agar anaknya yang kerasukan setan disembuhkan.

Pada saat itu orang Kanaan dianggap kafir oleh orang Yahudi, karena Tuhan Yesus tidak menanggapi perempuan Kanaan itu. Namun perempuan Kanaan itu memiliki iman yang kuat bahwa Tuhan Yesus pasti dapat menyembuhkan anaknya. Kasih perempuan itu kepada anaknya begitu besar sehingga ia rela melakukan apapun untuk kesembuhan anaknya. Ketika ia harus merendahkan dirinya, ia tetap memiliki pengharapan yang besar bahwa Tuhan Yesus dapat menyembuhkan anaknya. Karena Tuhan Yesus tahu bahwa iman perempuan itu begitu kuat, maka Ia mau menyembuhkan anak perempuan Kanaan itu. Kasih Tuhan Yesus tidak terbatas hanya kepada orang Yahudi saja tetapi juga kepada perempuan Kanaan itu dan juga kepada semua orang termasuk kita di sini, saat ini.

Pelajaran bagi kita yang meneladan kepada sikap Tuhan Yesus adalah kita harus terbuka kepada semua orang. Kasih tidak dapat dibatasi oleh apapun. Karena itu kita harus mengasihi siapapun termasuk yang berbeda golongan, bahkan agama. Meskipun berbeda kepercayaan dan agama yang dianut, mereka adalah sesama manusia yang juga harus kita kasihi. Karena itu mari kita belajar saling mengenal dan mengasihi saudara kita yang berbeda.

Aktivitas
Ajak teman-teman remaja untuk merencanakan kunjungan ke salah satu tempat ibadah agama lain. Kegiatan ini dapat dilakukan bersama-sama dengan Komisi Antar Umat atau Komisi yang lain. Ajak teman-teman remaja untuk merencanakan apa yang akan dilakukan ketika mengunjungi tempat ibadah agama lain.

Yang Diamati Deskripsi
 1. Cara memberi salam
 2. Cara berpakaian saat beribadah
 3. Prosesi ibadah
 4. ….
 5. …

Renungan Harian

Renungan Harian Anak