Saudaramu Asyik? Tuntunan Ibadah Remaja 23 Desember 2018

Bahan Bacaan: Lukas 1 : 39 – 45
Tahun Gerejawi : Advent 4
Tema : Pemberitaan Kelahiran Yesus
Tujuan :

  1. Anak dapat menjelaskan alasan kebahagiaan Elisabet ketika berjumpa dengan Maria.
  2. Anak dapat menjelaskan perasaanya jika bertemu dengan saudaranya.
  3. Anak dapat mencirikan sikap yang tepat kepada saudaranya.
  4. Anak dapat menjelaskan hambatan dalam bersikap yang tepat kepada saudara.

Ayat Hafalan : “Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”  (Lukas 1 : 45)

Lagu Tema :

  1. Spesial Song for Kids no 224 : “Oh Betapa Indahnya”
  2. KPK 319 / KPJ 357:  “Endahe Saduluran”

Penjelasan Teks

  1. Maria telah mendengarkan kabar melalui Gabriel tentang keberadaan Elizabet yang sedang mengandung juga karena karya Allah yang luar biasa. Sebagai saudara muda, Maria ingin mengunjungi saudaranya itu dan membuktikan kebenaran berita itu.
  2. Jika kita perhatikan, kita bisa menjumpai betapa karya Allah sungguh luar biasa pada kedua wanita ini. Elizabet yang dikenal mandul itu akan segera melahirkan, sedangkan Maria yang adalah seorang perawan, juga sedang mengandung. Bahkan keduanya mengandung sosok-sosok yang di kemudian hari akan menjadi penyampai kabar keselamatan dan jalan keselamatan itu sendiri.
  3. Perkunjungan ini merupakan bentuk solidaritas Maria bagi keberadaan Elizabet. Karena keduanya sama-sama mengemban tugas penting dari Allah.
  4. Pertemuan Maria dan Elizabet berujung pada ungkapan syukur Elizabet. Elizabet dan bayi yang sedang dikandungnya merasakan kehadiran Maria lalu dipenuhi sukacita. Hal ini terungkap dalam Elizabet menanggapi salam yang disampaikan Maria (ayat. 42-45). Ungkapan bahagia ini, di sambut dengan pujian Maria di perikop berikutnya (ayat 46 – 55).
  5. Dengan demikian kita bisa melihat bahwa jika saudara bisa saling bertemu, maka bisa saling menguatkan.

Langkah-Langkah Penyampaian

  1. Ajaklah Remaja berbagi tentang pengalaman perjumpaan mereka dengan saudara-saudara sedarah secara langsung.
  2. Pamong dapat mengarahkan hasil dari pengalaman-pengalaman remaja menjadi sebuah tabel, dan menemukan sikap yang tepat dan hambatan dalam perjumpaan itu.

    Ketika aku bertemu saudaraku:

    Sikap yang Tepat Hambatan
    1. Salam 1. Konflik
    2. Senyum 2. Kepaten obor
    3. Sapa 3. ….
    4. …. 4. …..
    5. ….. 5. …. dst
  3. Ajaklah Remaja membaca Lukas 1 : 39-45 dengan memerankan-nya. Dengan harapan, remaja bisa melihat secara nyata bagaimana reaksi Maria dan Elizabet ketika bertemu.
  4. Berikan kesempatan anak-anak memberikan tanggapan atas perjumapaan Maria dan Elizabet. Arahkan anak-anak untuk memperhatikan sisi emosi yang muncul dari kedua tokoh tersebut.
  5. Sampaikan aplikasi kepada remaja.
  6. Kemudian ajak mereka melakukan aktivitas
  7. Akhiri dengan berdoa untuk keberadaan saudara-saudara mereka.

Aplikasi

Seperti yang kita ketahui-dalam bacaan dan dalam drama singkat, Maria dan Elizabet sangat bersukacita ketika bertemu. Sukacita itu sekilas nampak biasa saja; sukacita karena dikunjungi oleh seorang saudara dari jauh. Tetapi kunjungan Maria ini berbeda. Salam yang diucapkan Maria membuat bayi dalam kandungan Elizabet melonjak kegirangan. Seakan bayi dalam kandungan Elizabet tahu bahwa Maria pun mengemban tugas mulia yang berasal dari Allah. Hal ini kemudian membawa Elizabet mengungkapkan kebahagiaanya dengan suara nyaring, “Berbahagialah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu!” (ayat 42).  Bahkan ungkapan bahagia ini, ditanggapi Maria dengan nyanyian pujian ( ayat 46-55). Lalu Maria tinggal bersama Elizabet selama tiga bulan. Dengan demikian nampaklah kebahagian bagi Maria dan Elizabet sebagai saudara yang saling mendukung.

Dalam budaya kita, perkunjungan antar saudara merupakan hal yang harus dilakukan guna mempererat tali persaudaraan. Semakin sering kita berkunjung dan membangun hubungan baik dengan saudara, semakin erat pula tali persaudaraan yang terjalin. Hal ini ditunjukkan dengan adanya budaya Galak Gampil, Unjung-unjung, Reuni Keluarga, dan Silaturahmi. Masihkan teman-teman remaja mengenal istilah ini?

Sebagian jemaat-jemaat GKJW memiliki tradisi saling berkunjung ketika dalam masa perayaan Tahun Baru. Ada yang menyebut perkunjungan itu dengan istilah Galak Gampil atau disebut juga dengan Unjung-unjung. Perkunjungan tersebut menjadi sarana untuk saling bertemu dan mengucapkan “Selamat Natal dan Tahun Baru”. Seringkali dalam momen-momen tersebut, digunakan untuk berkumpul bersama dengan keluarga besar-reuni keluarga. Dalam pertemuan tersebut, mereka bisa saling berbagi dan mengerti keberadaan saudara-saudara mereka. Pertemuan ini juga memperkuat jalinan tali persaudaraan dibawah semangat, “ojo kepaten obor!” sehingga antar anggota keluarga bisa saling mengenal dan menolong ketika dibutuhkan.

Dengan demikian, perkunjungan antar saudara bisa saling menguatkan. Hal ini tentu didasari dengan rasa sukacita ketika bertemu. Maka belajar dari kisah Maria dan Elizabet, kita perlu mewujudkan sikap yang baik ketika bertemu dengan saudara. Sehingga sukacita bertemu saudara itu juga dapat kita rasakan.

Aktivitas

  1. Ditengah kesibukan persiapan perayaan Natal, ajak remaja untuk mau peduli kepada saudara (saudara) mereka, terutama yang masih memiliki hubungan darah. Ada dua kegiatan yang dapat dipilih untuk dilakukan, antara lain :
    • Membuat, mengkreasi dan memberikan kartu ucapan Natal. atau
    • Membuat sebuah video ucapan Natal berdurasi beberapa detik.
  2. Baik dalam Kartu Ucapan atau Video, selain ada uacapan-ucapan Selamat Natal, harus ada ungkapan kebahagiaan mereka karena ‘memiliki saudara seperti mereka’.
  3. Kartu Ucapan atau Video harus ditujukan dan diberikan kepada saudara-saudara kandung. Jika tidak ada bisa diganti dengan saudara sepupu dari Paman atau Bibi yang Kristen.

Basa Jawa

Kayadene kang kita ngerteni ing sajroning wacan lan drama, Maria lan Elizabet banget anggone ngarasakake kabungahan amarga isa ketemu. Kabungahan iku kaya-kaya lumrah, kaya padatane yen tuweni sedulur saka adoh. Nanging patuwene Maria kala iku beda. Salam kang diucapkake Maria ndadekake jabang bayi kang ana ing kandhutane Elizabet nggronjal. Kaya-kaya si jabang bayi kang dikandhut Elizabet ngerti yen Maria uga ngemban tugas luhur saking Allah. Mulane Elizabet banjur kanthi sora celathu : “Kowe iku binerkahan ana ing antarane wong wadon kabeh, opomaneh binerkahana wohing kandhutanmu.” (ay. 42). Kabungahane Elizabet iku kasambut Maria kanthi pepujen (ay. 46-55). Sawatara telung sasi Maria manggon ing omahe Elizabet. Kaya mangkono iku kabungahan Maria lan Elizabet dadi sedulur kang sangkul-sinangkul

Ing kabudayan kita, tetuwi tumrap ing sajroning seduluran iku penting. Awit yen kita tetuwi iku nggawa niat kang luhur kanggo mbangun sesambungan kang apik. Lha usaha mbangun sesambungan iki kang ngraketake paseduluran. Wujuding tetuwi iku uga macem-macem, kaya dena Galak Gampil, Unjung-unjung, Reuni Keluarga, lan Silaturahmi. Opo para remaja iki padha ngerti istilah-istilah iki?

Saperangan pasamuwan GKJW  nduweni tradisi tetuwi ing saben riyaya ‘Tahun Baru’. Kawiwitan sabubare kebaktian bebuka tahun, warganing pasamuan gantian ngunjungi warga liyane. Mula ana kang ngarani ‘unjung-unjung’. Ing sajroning tetuwi, dadi sarana ngaturake “Sugeng Natal lan Warsa Enggal”. Akeh uga keluarga-keluarga kang nganakake reuni keluarga. Ing pertemuan keluarga iku uga dadi sarana berbagi. Mulane Yen ana anggota keluarga sing duwe permasalahan, sedulur liyane isa nyengkuyung, yen ana sing lagi nampa berkah isa dirasakne kabeh anggota keluarga. Tetuwi iku ngukuhake paseduluran ing sajroning sesanthi “ojo nganti kepaten obor!”

Tetuwi sedulur kang adedasar kabingahan ikut ndadeake saya kuate paseduluran. Kayadene Maria kang tilik lan nuweni Elizabet kang malah dadi sumber kabungahane. Mula kita uga nuladha Maria, tetuwi marang sedulur lan isa mitulungi, apameneh yen ketemu kanthi patrap kang bener. Iku kang ndadekake sesambungan paseduluran lestari lan mbingahake.

Aktivitas

  1. Ditengah kesibukan persiapan perayaan Natal, ajak remaja untuk mau peduli kepada saudara (saudara) mereka, terutama yang masih memiliki hubungan darah. Ada dua kegiatan yang dapat dipilih untuk dilakukan, antara lain :
    • Membuat, mengkreasi dan memberikan kartu ucapan Natal. atau
    • Membuat sebuah video ucapan Natal berdurasi beberapa detik.
  2. Baik dalam Kartu Ucapan atau Video, selain ada uacapan-ucapan Selamat Natal, harus ada ungkapan kebahagiaan mereka karena ‘memiliki saudara seperti mereka’.
  3. Kartu Ucapan atau Video harus ditujukan dan diberikan kepada saudara-saudara kandung. Jika tidak ada bisa diganti dengan saudara sepupu dari Paman atau Bibi yang Kristen.

Gambar: Sweetpublishing.com

 

Bagikan Entri Ini: