Tahun Gerejawi: Hari Syukur Yayasan Kesehatan
Tema: Remaja-remaja Allah, Satu di dalam Kristus
Bacaan: Galatia 3:23-29
Ayat Hafalan: Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. (Mazmur 133:1-3)
Lagu Tema: Sungguh Alangkah Indahnya Sungguh Alangkah Baiknya
Tujuan:
- Dengan membaca Galatia 3:23-29, remaja dapat menjelaskan sikap dan pernyataan Paulus tentang orang yang percaya kepada Yesus Kristus
- Melalui diskusi kelompok, Remaja dapat mendaftarkan nama-nama gereja dai Indonesia yang mereka kenal dengan cirikhasnya masing-masing.
- Melalui diskusi kelompok , Remaja dapat menjelaskan sikap-sikap yang benar dalam menghargai perbedaan dalam konteks gereja di Indonesia yang majemuk.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Kitab ini adalah sebuah surat yang ditulis oleh rasul Paulus untuk jemaat di kota Galatia (sekarang di wilayah negara Turki). Nama Kitab ini berasal dari nama tempat yang menjadi tujuannya. Paulus kemungkinan besar menulis suratnya kepada Galatia antara tahun 49 M dan 58 M. Orang-orang Galatia adalah orang-orang yang berasal dari suku bangsa Keltik yang pertama kali menetap di sana sekitar tahun 300 SM.Pada tahun 1 M, Galatia telah menjadi provinsi Romawi yang penduduknya Multietnis ada orang-orang Yahudi dan non-Yahudi yang kemudian memeluk agama Kristen.
Jemaat-jemaat di Galatia sedang menghadapi pengaruh ajaran Yudaisme. Orang-orang ini mengajarkan bahwa orang Kristen non-Yahudi perlu disunat dan menaati Hukum Musa. Paulus kuatir bahwa jemaat di Galatia akan menyimpang dari Tuhan dengan mengikuti ajaran yang berupaya untuk memutarbalikkan Injil Kristus (Galatia 1:6–7). Orang Kristen Yahudi mengajarkan kepada mereka ajaran bahwa mereka harus disunat dan melakukan ritus dari hukum Musa agar diselamatkan (lihat Galatia 6:12; lihat juga Kisah Para Rasul 15:1). Beberapa Orang Suci di Galatia telah terpengaruh ajaran tersebut (Galatia 4:10). Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah untuk menjadi seorang Kristen yang sejati orang harus mentaati hukum agama Yahudi. Melalui surat ini, Paulus mengemukakan bahwa hal itu tidak perlu—bahwa sesungguhnya satu-satunya dasar yang baik untuk kehidupan Kristen adalah percaya kepada Kristus.
Refleksi Untuk Pamong
Di dalam Kristus kita semua mendapatkan hak yang sama, sebab dalam iman kepada Yesus kita mendapat hak keselamatan yang sama. Tidak peduli apa latar belakang status sosial, suku, bangsa asal kita dibaptis dalam iman kepada Yesus Kristus maka kita mendapatkan hak yang sama. Belajar dari situasi jemaat Galatia yang terancam perpecahan karena perbedaan pandangan tentang ajaran dan ada pihak yang merasa dirinya paling benar kita semua dapat belajar agar hal seperti inii tidak perlu terjadi. Dalam pelayanan sebagai pamong di GKJW, kita seringkali menemui banyak perbedaan yang dapat memicu perpecahan jika kita tidak tidak bisa saling menghargai satu sama lain. Mengembangkan sikap saling menghargai dan mengasihi satu sama lain sangat diperlukan dalam pelayanan sebagai pamong, agar situasi pelayanan bisa mendatangkan damai sejahtera dan menjadi teladan yang baik bagi remaja dan remaja yang dilayani.
Pendahuluan
Remaja membaca Galatia 3:23-29 , yang ganjil remaja putri yang genap remaja putra
Cerita
Jemaat di Galatia mengalami pergumulan karena orang Kristen Yahudi dan orang Kristen non Yahudi relasinya sedang tidak baik-baik saja. Orang Kristen Yahudi merasa dirinya yang paling benar dan memaksa orang Kristen non Yahudi untuk menerapkan tradisi Yahudi salah satunya adalah sunat agar dilakukan oleh orang Kristen non Yahudi. Tentu saja hal ini menimbulkan masalah di antara mereka oleh karena itu Paulus memberikan penjelasan bahwa semua yang percaya kepada Yesus Kristus adalah remaja-remaja Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena mereka semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan karena mereka semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau mereka adalah milik Kristus, maka mereka juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.
Mari kita memperhatikan wajah kita masing-masing, adakah yang sama. Di sini mungkin ada yang kembar ya, tapi mari perhatikan apakah ada perbedaannya? bagaimana jika wajah kita semua sama? mari kita membagi diri menjadi 2 kelompok. Kelompok satu mendaftarkan kelebihan jika di dunia ini semua serba sama. Kelompok dua mendaftarkan apa kelemahan jika di dunia ini semua sama. Jika sudah perwakilan kelompok akan mempresentasikannya.
Di dunia ini ternyata banyak perbedaan ya. Wajah kita berbeda-beda, baju kita juga berbeda-beda warna dan bentuknya. Perbedaan adalah berkat dari Tuhan dan tanda kemahakuasaan Tuhan yang menciptakan kita. Jadi perbedaan tak bisa dihindari. Dimanapun kita berada kita pasti menjumpai beragam perbedaan. Tidak jauh-jauh di rumah kita sendiri saja, tidak semua anggota keluarga memiliki kesamaan. Mulai dari makanan kesukaan, warna pakaian, cara berfikir dll. Apalagi dengan orang lain. Demikian juga gereja Tuhan di Indonesia dan dunia. Kita terdiri atas begitu banyak macam gereja. Masing-masing punya cirikhasnya, tetapi kita satu di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Aktivitas
Kini, adik-adik silahkan kembali ke kelompoknya masing-masing silahkan adik-adik mendiskusikan:
- Apa saja gereja di Indonesia yang kalian kenal dan sebutkan cirikhasnya yang kalian ketahui.
- Bagaimana tindakan konkret dari sikap saling menghargai perbedaan – perbedaan ciri khas tersebut agar gereja Tuhan bersatu
Ditutup dengan menyanyi: Rukun Cinta Satu sama lain
BAHASA JAWA
Tujuan:
- Kanti maos Galatia 3:23-29, remaja saged nerangaken sikap lan piwucalipun Paulus bab tiyang ingkang pitados dumatheng Yesus Kristus
- Kanti diskusi kelompok , Remaja saged nyerat aran greja-greja ing Indonesia ingkang dipun tepangi lan saged njlentrehaken cirikhasipun, greja-greja kalawau .
Kanti Diskusi kelompok , Remaja saged nerangaken sikap-sikap ingkang leres anggenipun ngaosi kawontonenan ingkang maneka warno ing konteks greja Indonesia ingkang majemuk.
Pendahuluan
Remaja maos Galatia 3:23-29, ingkang ganjil remaja putri ingkang ganep remaja putra
Adhi-adhi, pasamuan ing Galatia ngalami pergumulan amarga wong Kristen Yahudi lan wong Kristen non Yahudi relasine lagi ora apik-apik wae. wong Kristen Yahudi ngrasa dheweke kang paling bener lan meksa wong Kristen non Yahudi kanggo ngecakake tradhisi Yahudi salah sijine yaiku sunat ben ditindakake dening wong Kristen non Yahudi. Tamtu wae bab iki nimbulake masalah ing antarane pasamuan.
Mulane Paulus menehake andharan menawa kabeh kang pracaya marang Yesus Kristus yaiku para putraning Allah krana iman ing Yesus Kristus. Amarga kang dibaptis ing Kristus, kui pada nyawiji karo Kristus. dalam bab iki ora ana wong Yahudi utawa wong Yunani, ora ana kawula utawa wong mardika, ora ana lanang utawa wadon amarga pada dadi siji ing Sang Kristus Yesus. Lan manawa kabeh dadi duwene Kristus, mulane kabeh uga dadi keturunane Abraham lan berhak nampa prasetyaning Allah.
Cerita
Ayo pada nggatekake wajahe awake dhewe-dhewe, apa ana kang padha? ing kene apa ana kang kembar ya, nanging ayo diperhatikake apa sing kembar yo ana sejene ? kepriye menawa wajahe awake dhewe kabeh padha ? wah blaen yo iso kleru, iki remajae sapa ? saiki ayo awake dhewe mbagi dhiri dadi 2 klompok. klompok siji ndhaptarake kaluwihan menawa ing donya iki kabeh sarwa padha. klompok loro ndhaptarake apa kelemahan menawa ing donya iki kabeh padha. Menawa wisrampung perwakilan klompok mengarep dipresentasikake.
ing donya iki jebul akeh sing beda ya. Wajahe awake dhewe seje-seje, klambine awake dhewe uga seje-seje werna lan wangune. Manekawarna kui berkat saka Gusti Allah lan tandha mahapanguasaning Gusti Allah kang nyiptakake awake dhewe. Dadi manekawarna kui ora bisa diendhani. Ning ngongendi wae awake dhewe mesthi nemoni macem-macem kang beda. Ora adoh-adoh ing omah awake dhewe wae, ora kabeh anggota kulawarga nduweni kang sarwa memper. wiwit saka panganan demenaning, werna sandhangan, cara berfikir dll. Apa maneh karo wong liya. mangkono uga gerejakagunganing Gusti Allah ing indonesia lan donya. Awake dhewe kabangun saka mangkono akeh macem gereja.Greja-greja kui nduwe cirikhase dhewe-dhewe, nanging kita kabeh dadi siji ing Sang Gusti Yesus Kristus.
Aktivitas
Saiki, adhi-adhi ayo bali maneh maneh menyang kelompoke dhewe-dhewe lan diskusi ngrembug :
- Apa wae gereja ing indonesia kang kowe kabeh kenal lan sebutna cirikhase kang kowe kabeh mangerteni.
- kepriye tumindak konkret saka sikap padha-padha ngajeni ciri khas kui sing beda-beda ben gereja kagunganing Gusti Allahkui isa nyawiji.
Ditutup karo nembang: Rukun Cinta satu sama lain