Puasa Yuk! Tuntunan Ibadah Remaja 21 Februari 2021

8 February 2021

Tahun Gerejawi : Pra Paskah I
Tema : Puasa
Bacaan Alkitab : 2 Samuel 12 : 1-25
Ayat Hafalan : Matius 6 : 14 – “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.”
Lagu Tema : KPJ no. 49 “Gusti Kang Mahawilasa”
Tujuan:

  • . Remaja dapat menunjukkan tujuan Daud berpuasa.
  • . Remaja dapat menyimpulkan bahwa puasa merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
  • . Remaja dapat membiasakan diri berpuasa sebagai salah satu cara mendekatkan diri kepada Tuhan.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Kisah ini sangat dramatis mengenai seorang yang berkenan di hati Tuhan namun melakukan perbuatan yang sepertinya “tidak terampuni.” Namun hal ini adalah sebuah realita yang dicatat oleh Alkitab untuk menjadi pembelajaran. Ayat 9 pasal 12, dan pasal 11 ayat 27, teks yang menyebutkan dengan jelas dosa Daud di hadapan Tuhan.

Seorang yang dekat dengan Tuhan melakukan tindakan yang sangat kejam dan menjijikkan. Selama beberapa waktu berjalan, Daud tidak menyadari bahwa ia telah melakukan dosa yang sangat besar. Bahkan tidak ada kepekaan dalam dirinya bahwa dosa dan kesalahannya yang sangat fatal itu membuat Tuhan sangat murka kepadanya. Apa yang dilakukan Daud adalah jahat di mata Tuhan. Entah apa yang terjadi dengan Daud hingga ia kehilangan kepekaan terhadap dosa yang sangat keji. Namun Tuhan dengan penuh kasih, mengutus seorang nabi yang bijaksana untuk menegur Daud, yaitu Natan. Natan tidak datang dengan pernyataan-pernyataan hukuman dari Tuhan, tetapi datang dengan sebuah kisah. Natan menggunakan beberapa paralel, antara kisah perumpamaannya dengan apa yang dilakukan oleh Daud, yaitu: “Kaya – miskin,” “banyak domba – satu domba.” Si kaya mempunyai banyak domba sedangkan di miskin hanya memiliki seekor domba betina yang dirawat seperti anaknya sendiri. Natan menunjukkan bahwa si miskin ini sangat sayang dengan domba yang mereka miliki bahkan turut makan dan minum dari apa yang diberikannya kepada anak-anaknya, bahkan domba ini tidur di pangkuan tuannya. Relasi yang sangat dekat seperti orangtua dan anak. Namun ketika si orang kaya yang mempunyai banyak domba tersebut kedatangn tamu, ia merasa sayang mengambil salah satu dombanya yang banyak itu. Karena ia punya kuasa, ia mengambil paksa domba si orang miskin dan menghidangkannya kepada tamunya. Si orang kaya melakukan ketidakadilan yang membuat orang-orang yang mendengar kisah tersebut menjadi marah dan terusik hati nuraninya, termasuk Daud.

Daud mengaku dosa di hadapan Natan dan Tuhan. Setelah firman Tuhan yang menyatakan kesalahannya disampaikan oleh Nabi Natan, Daud tidak dapat berkata apa-apa. Ia dibukakan betapa besar dosa dan kesalahannya kepada Tuhan. Jika Daud memberikan vonis mati kepada orang kaya dalam kisah Natan, tetapi Tuhan ber-anugerah kepada Daud yang penuh kelemahan ini. Tuhan menjauhkan dosa tersebut dengan memberikan Daud kesempatan untuk terus hidup dan melayani Tuhan. Namun akibat dosa tersebut akan ditanggung oleh Daud dan keturunannya. Sebab salah satu hukuman Tuhan kepadanya adalah pedang atas keturunan Daud. Hukuman terakhir bagi Daud atas dosanya itu adalah kematian anak perselingkuhannya dengan Batsyeba, anak itu ditulahi oleh Tuhan hingga sakit. Dengan berpuasa, Daud mencoba memohon belas kasih dari Tuhan untuk kesembuhan anaknya. Namun pada hari yang ke tujuh anak itu akhirnya mati.

Pendahuluan

  • Ajak remaja untuk mengartikan gambar di bawah ini!

  •  Ajak remaja membaca 2 Samuel 12: 1-25!

Cerita
Cerita perumpamaan oleh Natan tentang si kaya dan si miskin menyadarkan Daud. Daud yang semula tidak menyadari akan kesalahan dan dosa dalam dirinya dan lebih mudah melihat kesalahan orang lain (seperti pada gambar), menjadi terbuka mata hatinya betapa ia telah berdosa di hadapan Tuhan. Menyadari apa yang ia lakukan sungguh keji, dan memaklumi jika Tuhan murka kepadanya. Yang menarik dari kisah ini, bahwa Daud tidak hanya menyadari dosanya, namun ia mau merendahkan diri datang kepada Tuhan. Memohon pengampunan dan belas kasih atas dosa-dosanya melalui puasa yang sangat tekun. Serta berharap, bahwa dengan pengampunanNya, Tuhan juga berkenan membebaskan anaknya dari tulah yang dijatuhkan atasnya. Tetapi toh, anaknya tetap mati. Nampaknya melalui kisah ini Tuhan hendak mengajar Daud dan umat Tuhan bahwa Tuhan memiliki kuasa untuk memberi atau tidak memberi seperti apa yang diminta manusia. Terlepas dari perkara tersebut, manusia (Daud) tetap perlu membangun persekutuan yang benar dengan Tuhan.

Puasa artinya mencari hadirat Tuhan dengan merendahkan diri di hadapan-Nya agar terjadi rekonsiliasi atau pendamaian dengan Tuhan. Jika Tuhan berkenan mengadakan perdamaian bagi kita, maka saat itulah Ia akan mendengarkan, menjawab dan melepaskan kita dari persoalan yang menimpa kita. Jadi, puasa bukanlah suatu ritual keagamaan yang ditujukan untuk mendapatkan berkat tertentu. Karena banyak orang berpikir jika dia berpuasa sekian lama maka doanya akan terkabul. Berkat dan pertolongan Tuhan itu mengikuti puasa yang dilakukan dengan motivasi yang benar. Jadi, tujuan puasa adalah mencari hadirat Tuhan, merendahkan diri dan memohon ampun dan pemulihan dari Tuhan. Pada jaman Perjanjian Lama, puasa merupakan hal yang wajib dilakukan oleh bangsa Israel karena diatur dalam Hari Raya Pendamaian

Kisah Daud mengingatkan kita bahwa melihat orang lain bersalah jauh lebih mudah dari pada melihat diri sendiri salah. Mengoreksi kesalahan orang lain jauh lebih mudah dari pada mengoreksi kesalahan sendiri (seperti gambar). Hal ini bukan saja kelemahan Daud, tetapi kelemahan kebanyakan orang. Pelajaran penting lain yang bisa kita terapkan dalam hidup, tentu adalah sikap Daud yang mau merendahkan diri datang kepada-Nya, serta setia mengamini bahwa Allah adalah Allah yang penuh dengan pengampunan. Kepada orang yang datang kepadanya dan memohon pengampunan, maka Allah akan memberikan pengampuanan kepada orang tersebut. Tetapi pengampunan Allah tidak meniadakan hukuman atas dosa atau dampak yang diakibatkan oleh dosa tersebut. Karena itulah sebagai orang percaya, kita perlu memahami bahwa meskipun Allah mengampuni dosa kita, bukan berarti kita melepaskan tanggung jawab kita atas akibat dosa yang kita lakukan.

(Sumber: www.sarapanpagi.org/puasa)

Aktivitas

  1. Remaja diajak berpuasa dengan berpantang makanan/snack yang paling disukai (dan yang tidak menyehatkan) selama seminggu ke depan.
  2. Remaja/pamong (menyesuaikan kondisi KPAR J) mempersiapkan perlengkapan Ibadah Remaja minggu depan berupa: gunting/cutter, kantong kresek warna putih, kawat untuk tangkai bunga, floral tape/selotip warna hijau, tisu gulung (atau kapas), benang jahit warna putih, serta penggaris. Video dapat dilihat disini.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak