Tahun Gerejawi : Transfigurasi
Tema : Transfigurasi
Bacaan : Markus 9 : 2-13
Ayat Hafalan : Mazmur 68 : 36
“Allah adalah dasyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya.”
Lagu Tema : Kidung Ria no. 62 “Allah Kuasa”
Tujuan:
- Remaja dapat menunjukkan kemahakuasaan Tuhan.
- Remaja dapat menggali kemahakuasaan Tuhan yang terjadi dalam hidup sehari-hari.
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Hanya tiga orang murid yang diajak Yesus dalam teks ini, yakni Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Memang mereka bukan yang terbaik, namun mereka setia sampai akhir hidupnya. Di hadapan mereka, Yesus berubah wujudnya menjadi penuh kemuliaan dengan pakaian yang sangat putih berkilat-kilat (ayat 2-3). Lalu, Elia dan Musa kelihatan berbicara dengan Yesus. Saking takutnya, Petrus tidak tahu harus berkata apa. Di saat itu, muncul keinginan Petrus untuk mendirikan kemah bagi mereka (ayat 4-6). Saat itu terdengar suara Allah dari dalam awan yang menyatakan Yesus sebagai Anak-Nya (ayat 7). Sekejap semuanya hilang dan yang tersisa hanyalah Yesus beserta ketiga murid-Nya (ayat8).
Pasca peristiwa itu, Yesus melarang mereka menceritakan kepada siapapun hingga kebangkitan-Nya. Kelihatannya mereka tidak paham ungkapan Yesus mengenai “bangkit dari antara orang mati” (ayat 9-10). Kemudian mereka menanyakan penggenapan tentang kedatangan Elia. Mereka berpikir Elia akan hadir lagi dalam bentuk fisik. Sebenarnya hal itu menunjuk pada semangat seperti Elia (ayat 11-13). Ketidakpahaman yang sama dari orang-orang lain membuat Sang Mesias menderita. Semua itu terjadi seperti telah dinubuatkan oleh para nabi Allah.
Tidak diragukan lagi, tujuan dari peristiwa transfigurasi/perubahan tubuh Kristus menjadi bayang-bayang dari tubuh kemuliaan surgawinya ini supaya “orang-orang terdekatnya”, yaitu para murid-murid-Nya, dapat semakin memahami tentang siapakah Yesus itu sebenarnya. Yesus menampakkan diri dengan perubahan yang dramatis dengan tujuan agar murid-murid-Nya dapat melihat kemuliaan-Nya. Murid-murid, yang sebelumnya hanya mengenal-Nya melalui tubuh manusia-Nya, sekarang dapat melihat keilahian-Nya Kristus, walaupun mereka masih belum sepenuhnya memahami hal tersebut. Hal ini akan meyakinkan mereka setelah mendengar berita yang mengejutkan tentang kematian-Nya yang akan segera tiba.
Pendahuluan
- Minta remaja untuk menyebutkan pemahaman mereka tentang kemuliaan, dan memberikan contohnya (Apa dan bagaimana)!
- Ajak remaja membaca Matius 9: 2-13!
Cerita
Pada umumnya, ketika orang berbicara tentang kemuliaan, maka yang terbayang seringkali adalah keagungan, kehormatan, dan kemenangan. Namun dalam gambaran Injil Sinoptik, kemuliaan itu terangkai dengan perjalanan penderitaan yang akan diderita Yesus. Yesus menampakkan kemuliaan-Nya justru dalam penderitaan-Nya. Misteri ini hanya dapat ditangkap melalui pemahaman bahwa cinta-Nya kepada manusia amatlah besar.
Apa yang diperlihatkan oleh teks tentang transfigurasi ini menegaskan cara Allah berkarya. Cara itu berbeda dengan apa yang diharapkan manusia, dalam hal ini umat Yahudi. Umat Yahudi mengharapkan mesias raja akan datang dalam kekuasaan dan kebesaran. Berbeda dengan itu, Transfigurasi justru menunjukkan bahwa kebesaran Yesus terletak pada kesediaan-Nya merendahkan diri dan menderita demi cinta-Nya pada umat manusia. Bisa dikatakan, para murid dan juga orang-orang Yahudi menjadi kecele dalam memahami siapa Yesus. Bukan hanya kecele, namun banyak diantara mereka yang lantas menjadi kecewa. Apa yang dijumpai tidak sesuai dengan harapan-harapan mereka. Dalam kehidupan iman, banyak orang percaya yang selalu mengharapkan terjadinya suatu mukjizat dari Tuhan, sebagai bentuk keabsahan bahwa Tuhan menolong dan peduli kepada mereka. Mukjizat adalah peristiwa yang spektakuler (peristiwa “wow”) yang sulit dinalar oleh logika manusia. Ketika yang terjadi bukan peristiwa spektakuler, maka begitu cepat mereka mengatakan bahwa Tuhan tidak mengasihi. Jika Tuhan tidak segera mengubah keadaan dengan cara yang manusia kehendaki, maka begitu mudahnya kita menghakimi bahwa Tuhan tidak memiliki kemuliaan dan kekuasaan.
Dalam kehidupan sehari-hari juga demikian, cara hidup yang konsumtif dan materialistis menjadi gaya hidup banyak orang-orang Kristen dan gereja-gereja saat ini. Sebab mereka memahami bahwa gaya hidup seperti itulah yang identik dengan kemuliaan. Kemewahan dan kemudahan identik dengan kemuliaan.
Tuhan memiliki banyak cara untuk menyatakan kuasa dan kemuliaanNya, oleh karena memang Dia memiliki kuasa, memiliki kekuatan, memiliki kehebatan melebihi apa yang dimiliki oleh manusia. Dia mampu menyatakan kekuasaan-Nya dengan cara yang sederhana sekali. Tuhan juga mampu menyatakan kuasanya melalui peristiwa yang besar dan mencengangkan. Tinggal bagaimana umat Tuhan mau meresponnya dengan sikap hati yang selalu terbuka; selalu peka akan kehadiran Tuhan dalam hidup ini. Karena sesungguhnya Tuhan tidak pernah absen dalam kehidupan.
Aktivitas
- Remaja membuat puisi/cerita pendek/kesaksian tentang pengalaman remaja mengalami kekuasaan/kehebatan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
- Tulisan tersebut bisa dimuat dalam warta jemaat (jika warta jemaat menyediakan kolom kesaksian), atau di Majalah Dinding jemaat.