Mengaku Salah…Siapa Takut? Tuntunan Ibadah Remaja 28 Februari 2021

15 February 2021

Tahun Gerejawi : Pra Paskah II
Tema:
Mengakui Kesalahan
Bacaan Alkitab : Hosea 14: 2-9
Ayat Hafalan: Amsal 28: 13: “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.”
Lagu Tema : Stop, Ku Mau Katakan

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali seruan Hosea kepada bangsa Isreal agar mengakui kesalahan kepada Tuhan.
  2. Anak dapat menunjukkan sikap Tuhan ketika bangsa Israel mengakui kesalahan.
  3. Anak dapat menunjukkan hambatan-hambatan untuk mengakui kesalahan.
  4. Anak dapat menunjukkan sikap mengakui kesalahan jika melakukan kesalahan.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Teks ini menyaksikan bangsa Israel yang sedang mengalami kekacauan akibat tidak mengandalkan Tuhan. Kondisi ini terjadi pada masa tahta kerajaan Asyur sedang direbut oleh seorang yang bernama Tiglath-Pileser III. Zaman kemakmuran raja Yerobeam pun berubah menjadi zaman kekecewaan. Dalam situasi seperti ini Israel justru tidak mengandalkan Tuhan tetapi mengandalkan kekuatan bangsa lain dengan cara bersekutu dengan Asyur. Nabi Hosea bertugas dalam jaman ini. Ia juga hidup dan melihat bagaimana bangsa Israel dikalahkan dan dibuang setelah penyerangan bangsa Asyur yaitu pada masa 722 Sebelum Masehi. Israel mengalami kemakmuran dan kemenangan ketika berada dibawah pemerintahan Yorebeam II. Yorebeam II memerintah selama 41 tahun. Namun, di balik kemakmuran dan kemenangan tersebut terdapat korupsi dan kemerosotan spiritual. Hal ini menyebabkan keadaan ekonomi dan moral bangsa Israel semakin memburuk. Keadaan tersebut membuka jalan pada kejatuhan Israel. Selain itu, realitas sosial yang terjadi pada saat itu juga tidak cukup baik.

Demi melihat kemerosotan seperti itu, Allah memerintahkan Hosea untuk menyerukan pertobatan kepada bangsa Israel. Hosea juga mengajarkan bahwa Allah memberikan hukuman terhadap umat yang masih senang mengandalkan pada kekuatan selain Allah. Tentang Allah, Hosea menegaskan bahwa Allah yang menjadi sumber keselamatan, adalah Allah yang Maha Pengampun. Walaupun dosa yang dilakukan sangat besar, tetapi bila bertobat dan mohon pengampunan kepada Allah, maka ia akan setia mengampuni. Sungguh betapa baiknya Tuhan Allah, tidak tertandingi oleh kekuatan atau kebaikan selain Dia. Penyesalan umat disambut Tuhan Allah dengan berkat yang melimpah seperti disebutkan dalam ayat 5-9.

Pendahuluan

  1. Remaja diberi kesempatan untuk menceritakan pengalamannya tentang apa yang menjadi kesulitan atau tantangan dalam berpuasa dengan berpantang makanan yang disukai (yang tidak menyehatkan) selama seminggu sebelumnya.
  2. Remaja di ajak membaca Hosea 14: 2-9!

Cerita

  1. Dalam pertemuan kali ini remaja diijinkan untuk membawa HP.
  2. Remaja diminta membuka dan melihat link video ini di HP mereka masing-masing.

Menurut sahabat remaja, apa sih yang menjadi tantangan untuk mengakui salah di depan orang lain? Apa saja tantangan minta maaf menurut sahabat remaja dalam video tersebut?

Bagi sebagian orang, mungkin sangat sulit untuk mengakui kesalahan atau kekalahan sendiri di depan orang lain/lawan bicara. Tetapi sebaliknya ada beberapa orang yang merasa oke-oke saja ketika harus mengakui kesalahannya di depan lawan bicara. Mengapa seseorang sulit mengakui kesalahan?

Pertama, ada pemikiran bahwa mengakui salah/kalah artinya tidak layak. Tidak mau jika dirinya dipandang ada kesalahan. Ya… bukankah manusia cenderung menginginkan kesempurnaan! Kedua, tidak mengakui salah/kalah artinya sosok yang kuat. Bagi sebagian orang mengaku kesalahan/kekalahan di depan orang lain sama saja memperlihatkan kelemahan diri. Karena itu, bagi sebagian orang, mereka tidak pernah mau mengakui salah karena tidak ingin dipandang lemah dan selalu ingin dihormati. Ketiga, tidak siap menerima kebenaran. Benar bahwa mereka yang sulit mengakui kesalahannya tidak cukup siap dalam menerima kebenaran. Bahkan mungkin, mereka sama sekali tidak peduli dengan kebenaran yang sesungguhnya.

Sahabat remaja, mungkin kita termasuk salah satu kelompok di atas, sulit untuk mengakui kesalahan. It’s oke, hal ini bukan suatu kondisi mental yang sangat buruk, melainkan karakter dari orang itu sendiri. Namun jangan lupa bahwa ketika kita mau mengakui kesalahan di depan orang lain/lawan bicara, hal ini akan membawa berkat tersendiri dalam kehidupan ini. Lho… kok bisa? Iya… sebab mengakui salah/meminta maaf adalah salah satu cara untuk meredam konflik dan memperbaiki sebuah hubungan yang retak, asal dilakukan dengan kesungguhan hati, dengan ikhlas.

Demikian pula yang dimaksudkan dalam bacaan kita. Hosea menyerukan pertobatan kepada Israel atas dosa-dosa penyelewengan di hadapan Tuhan, sebab dosa itu menjadi penghalang bagi relasi antara Tuhan dan umat. Rancangan Allah bagi umat-Nya selalu baik. Ia selalu merancangkan damai sejahtera, yakni sebuah kehidupan yang dilandasi oleh hubungan baik dengan Sang Pencipta. Hai… sahabat remaja berjuanglah terus untuk membangun hubungan baik dengan sesama dan Tuhan. Jika bersalah belajarlah ikhlas mengakui salah di hadapan orang lain. Jika melakukan salah di hadapan Tuhan, datanglah pada-Nya memohon ampun, sebab Dia tidak pernah lalai menyatakan kasih anugerah-Nya. Harga dirimu tidak akan hancur hanya karena mengakui sebuah kesalahan. Justru tindakan itu semakin membuat diri kita berharga di mata Tuhan.

Basa Jawa

  1. Remaja diparengake gawa hp.
  2. Remaja kaajak buka lan nonton video ning link https://www.youtube.com/watch?v=1SOhg1-gQI0

Miturut sampeyan kabeh, apa sing dadi tantangan gawe ngakoni salah neng ngarepe liyan? Apa wae sing dadi tantangan jaluk sepuro miturut sampeyan nek video iku? Kanggo sebagian uwong mbok menawa angel banget ngakoni awak dewe salah/kalah nek ngarepe uwong liya. Nanging kosokwangsule, enek sawetara uwong sing santai/gak dadi masalah yen kudu ngakoni salah neng ngarepe liyan. Ngapa uwong abot/angel ngakoni salah?

Sepisan, enek pamikiran yen ngakoni salah/kalah ateges ora pantes. Ora gelem yen awake disawang enek kaluputan/kesalahan. Ya… pancen manungsa iku umume pengin kasampurnan! Kapindho, ora ngakoni salah/kalah ateges kuat. Kanggo sebagian uwong ngaku salah/kalah neng ngarepe liyan ateges nunjukake awake lemah. Mula saka iku sebagian uwong ora gelem ngakoni salah amarga ora kepengin disawang lemah lan pengin terus dihormati. Kaping telu, ora siap nampa kabeneran. Pancen bener, uwong sing angel ngakoni kesalahane ora cukup siap nampa kabeneran. Malahan uwong kaya iku blas ora preduli bab kabeneran sing sak mestine.

Kanca remaja, mbok menawa awak dewe mlebu salah sijine kelompok ning duwur, angel ngakoni salah. Ora dadi ngapa, perkara iki dudu kahanan mental sing elek banget, nanging patrap saka uwong iku. Nanging aja lali, nalika kita gelem ngakoni salah neng ngarepe liyan bakal dadi berkah ing satengahing urip. Lho, kok isa? Iya… amarga ngakoni salah/jaluk sepuro minangka salah sijine cara kangge ngademke tukaran/cecongkrahan lan dandani hubungan sing wis rusak, sak mestine dilakoni kanti temen lan tulus.

Semana uga sing dikarepake ing wacan iki. Hosea meca bab pamratobat marang bangsa Israel amarga dosa-dosane ing ngarsane Gusti, sabab dosa iku dadi pepalang kangge sesambungan antarane Gusti lan umat. Rancangane Gusti kangge umat mesti apik. Panjenengane ngrancang ayem tentrem, yaiku urip adedasar hubungan endah karo Gusti. Hai… kanca remaja pada ngupayaa terus bangun hubungan endah karo Gusti lan liyan. Yen pancen kliru, sinau ikhlas ngakoni salah neng ngarepe liyan. Yen pancen nglakoni salah ing ngarsani Gusti, sowan marang panjenengane lan nyuwun pangapura, sebab Panjenengane ora nate nglirwakake berkah katresnan. Martabatmu ora bakal ajur mung karana ngakoni salah, malahan tumindak iku sansaya dadekake awak dewe endah ing ngarsane Gusti. Amin.

Aktivitas

  1. Membuat bunga dari barang bekas (ada tutorial) dengan perlengkapan yang sudah dipersiapkan di Minggu sebelumnya.
  2. Link bisa dibuka di alamat https://www.youtube.com/watch?v=QyPWLRkcMeo
  3. Memberikan bunga tersebut kepada orangtua sebagai ungkapan maaf.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak