Imanuel Tuntunan Ibadah Remaja 2 Desember 2018

Bahan Bacaan: Yesaya 7 : 14
Tahun Gerejawi : Advent 1
Tema : “Pemberitahuan Kelahiran Tuhan Yesus”

Tujuan :

  1. Anak dapat menjelaskan arti kata IMANUEL.
  2. Anak dapat menjelaskan bahwa Yesaya 7 : 14 merupakan nubuatan atas kelahiran Yesus Kristus.
  3. Anak dapat menunjukkan sikap percaya terhadap nubuatan kelahiran Yesus Kristus dalam Yesaya 7:14.
  4. Anak dapat belajar mengandalkan Tuhan Allah dalam kehidupannya.

Ayat Hafalan : “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita. (Matius 1 : 23)

Lagu Tema : Kidung Jemaat  81 : 1 “O, Datanglah Imanuel”

Penjelasan Teks 

  1. Latar belakang perikop ini adalah perang yang antara kerajaan Yehuda, raja Ahas dengan kerajaan Israel dan kerajaan Siria, raja Pekah dan Rezin. Sebab Ahas tidak berkenan bergabung dengan mereka melawan Asyur. Sehingga Kerajaan Yehuda terpojokkan dalam situasi genting. Hal ini sering kali dianggap sebagai hukuman, karena Ahas tidak percaya pada Allah dan menajiskan Bait Allah dengan menyembah berhala. à kenapa butuh pertolongan
  2. Namun, Allah masih ingin menolong Ahas sebagai wujud Kasih-Nya pada Ahas dan kerajaan Yehuda. Maka melalui Nabi Yesaya, Allah menawarkan pertolongan dengan syarat percaya kepada Allah. Ahas diminta untuk memilih tanda yang dikehendakinya, apakah itu dari dunia orang mati atau dari langit. Namun, sang raja menolaknya tawaran kasih Allah itu dengan alasan bahwa hal itu akan mencobai Tuhan (ay. 12).
  3. Meskipun demikian Allah tetap ingin menunjukkan kasih-Nya pada kerajaan Yehuda. Karena itu, melalui nabi Yesaya, Allah tetap ingin memberikan sebuah tanda bagi kerajaan Yehuda dan sekaligus sebagai perwujudan janji Allah, yakni akan lahir seorang anak laki-laki dari seorang perempuan muda (perawan) yang diberi nama Imanuel (ay. 14).
  4. ‘Imanuel’ (Ibrani : Imanuel עמָּ֥נוּ אֵֽל ) terdiri dari dua kata yakni Imanu (עמָּ֥נוּ) yang berarti ‘dengan kita’ dan El (אֵֽל) yang berarti ‘Allah’. Maka secara harafiah bisa dimaknai ‘Kita dengan Allah -bersatu dan menyatu.’ Dengan demikian Allah akan senantiasa menyertai umat manusia, terkhusus saat itu bagi kerajaan Yehuda. Kata ‘Imanuel’ muncul pula dalam Yesaya 8: 8 sebagai kelanjutan nubuatan dan Matius 1: 23 yang menjadi penggenapan atas nubutan tersebut. Dalam kisah kelahiran Yesus itu, (Matius 1: 23) disebutkan bahwa Imanuel berarti “Allah menyertai kita.”
  5. Pewartaan tanda dan nubuatan Nabi Yesaya ini bukanlah isapan jempol belaka, sebab ini sungguh tergenapi. Peristiwa kelahiran Yesus menjadi penggenapan atas nubuatan tersebut. Sebab jika Allah telah berjanji, pasti akan tergenapi. Kelahiran Kristus adalah wujud kasih Allah akan dunia ini (Yohanes 3:16). Inilah yang menjadi dasar iman Kristen, Allah menyertai kita, Imanuel!

Langkah-Langkah Penyampaian

  1. Ajaklah remaja mengungkapkan pemikirannya tentang kata “Imanuel”.
  2. Ajak anak membaca perikop Yesaya 7: 14
  3. Sampaikan APLIKASI pada remaja (jika diperlukan, tambahkan PENJELASAN TEKS).
  4. Mintalah remaja untuk berbagi untuk tentang pengalaman mereka dalam mendapatkan penyertaan dari Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman masing-masing remaja dapat digali dari kehidupan pribadi, keluarga dan atau sekolah mereka.
  5. Akhiri dengan melakukan AKTIVITAS.

Aplikasi

Hidup bersama Tuhan tidak lantas membuat kita kebal dari permasalahan dan pergumulan. Terlebih dengan pesatnya perkembangan jaman kekinian yang terus menerus menggoda generasi muda. Contohnya saja, jika remaja salah bergaul, bisa terjerumus dalam hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, kecanduan gadget, minuman keras, penyalahgunaan narkoba, kriminalitas, dll. Tetapi jika tidak bergaul, malah dijauhi teman. Apakah teman-teman pernah merasakan pergumulan ini?

Inilah tantangan pergumulan kita di jaman now. Serta di dalam pegumulan pergaulan inilah remaja berproses menuju kedewasaan. Lalu bagaimana kita menyikapinya?

Raja Ahas pun menghadapi tantangan yang tak mudah. Ia mendapatkan tekanan dari kerajaan-kerajaan di sekitanya. Sehingga Allah ingin membantunya untuk bisa lepas dari pergumulan. Namun sayangnya, ia menolak tawaran tersebut.

Penolakan ini tidak menghentikan kehendak Allah untuk menolong raja Ahas dan kerajaan Yehuda. Sehingga melalui Nabi Yesaya, Allah memberikan sebuah tanda kasih-Nya yang akan menuntun kerajaan Yehuda merasakan berkat Tuhan. Tanda yang dimaksudkan adalah kelahiran seorang bayi yang diberi nama ‘Imanuel.’ Nubuatan ini kemudian tergenapi dalam kelahiran Yesus Kritus melalui Sang Perawan Maria.

Setelah menolak tawaran Allah, Raja Ahas lebih memilih meminta bantuan pada Kerajaan Asyur. Pada masa-masa itu, Kerajaan Yehuda memang bisa mengalahkan kerajaan disekitanya berkat bantuan kerajaan Asyur. Tetapi kemudian di lain kesempatan, ternyata kerajaan Asyur inilah yang kemudian menguasai dan menjajah kerajaan Yehuda.

Inlah contoh ketika tidak mengandalkan Tuhan Allah. Seandainya saat itu, Raja Ahas dengan segera menyetujui tawaran-Nya, maka kehidupan Kerajana Yehuda tidak sengsara.

Berkaca dari pengalaman Raja Ahas dan Kerajaan Yehuda, kita perlu menyerahkan hidup kita dalam tangan Allah. Sebab hanya Allah yang dapat kita andalkan. IMANUEL! Allah menyertai kita. Amin.

Aktivitas

Menuliskan kata IMANUEL dalam bahasa Ibrani

  1. Ajak remaja mengenal tentang huruf-huruf Ibrani terlebih dahulu:
  2. Penulisannya dari kanan ke kiri, seperti huruf Arab. Berikut huruf-huruf yang dipakai dalam menulis kata IMANUEL:

    Salah satu rujukan  untuk mempelajari huruf ibrani:  http://www.sarapanpagi.org/alef-bet-belajar-membaca-menulis-aksara-ibrani-vt7737.html
  3. Bagikan kertas berukuaran 10 x 4 cm dan ajak remaja menuliskan kata ‘IMANUEL’ dalam huruf Ibrani. Sepeti contoh.
  4. Pada bagian baliknya, diberi tulisan ayat nats, Yesaya 7:14. Sesuai dengan kreasi para remaja.
  5. Dapat dipercantik dan dijadikan pembatas Alkitab.

Gambar: Sweetpublishing.com

 

 

 

Bagikan Entri Ini: