Tahun Liturgi : Bulan Penciptaan
Tema: Memelihara karya Tuhan
Judul: Air Simbol Penyucian Diri dan Berkat
Bacaan: Injil Yohanes 1 : 29-34
Ayat Hafalan: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukanlah itu , berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi” (kejadian 1 : 28)
Lagu Tema: Kidung Ria 45 “Semesta Bernyanyi”
Tujuan:
- Anak dapat menjelaskan bahwa air dalam baptisan adalah simbol penyucian dan Yesus menyucikan hati kita melalui Roh Kudus.
- Anak dapat menghubungkan dan mengidentifikasi tindakan untuk menjaga air sebagai simbol penyucian hati, seperti menjaga dan menanam pohon disekitar mata air, hemat air dsb.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Air adalah kebutuhan primer bagi semua ciptaan terkhusus manusia. Setiap aktivitas yang dilakukan sehari-hari pasti membutuhkan air. Mulai dari mandi, memasak, mencuci, dsb. Air juga menjadi sarana membersihkan tubuh dari kotoran serta memenuhi kebutuhan tubuh untuk beraktivitas, bila kebutuhan air tidak tercukupi tubuh manusia bisa mengalami dehidrasi. Mengingat betapa pentingnya air dalam kehidupan manusia, maka air digunakan juga sebagai simbol dalam Sakramen Baptis. Dalam Injil Yohanes 1 : 29-34, Yohanes memberikan kesaksian bahwa dia telah melakukan pelayanan dan baptisan. Sembari menjelaskan kepada banyak orang bahwa Yesus adalah “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia”. Artinya bahwa Yesus yang telah mengorbankan diri menebus manusia dari dosa. Dalam konteks perjanjian lama (Yes. 53:4-14) untuk memulihkan kehidupan manusia dari dosa dibutuhkan korban penebusan dan biasanya memakai anak domba sebagai korban sembelihan. Karena yang menebus manusia dari dosa adalah Yesus Kristus lewat pengorbanannya di kayu salib maka Ia disebut sebagai anak domba Allah.
Selain menjelaskan bahwa Yesus yang menebus manusia dari dosa, Yohanes juga menjelaskan akan tugas yang dilakukannya dan apa yang terjadi saat seseorang telah dibaptis. Ayat 31b tertulis “tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel”. Air yang digunakan dalam Sakramen Baptis merupakan simbol penyucian dari dari segala dosa. Setelah melaksankan baptisan Yohanes memberi kesaksian bahwa “Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus” Membaptis dengan Roh kudus berarti bahwa Allah telah mencurahkan Roh pada saat Yesus dibaptis, kemudian Yesus juga akan mencurahkan Roh kepada orang-orang yang mengikuti-Nya.
Dengan demikian kita menjadi mengerti bahwa air yang dipercikkan saat prosesi sakramen Baptis merupakan air biasa yang dipahami sebagai simbol penyucian diri dari dosa dan selanjutnya dihubungkan dengan karya Roh Kudus yang akan membenarkan, menguduskan, dan menerangi hati serta pikiran kita supaya kehidupan kita tetap melakukan kebenaran dan menjauhkan diri dari dosa.
Para pamong yang terkasih di dalam Tuhan, kita semua telah menerima Sakramen Baptis itu artinya hidup kita telah dimatraikan serta mengalami keselamatan. Roh Kudus senantiasa menuntun kita agar menjaga laku hidup dalam kekudusan, serta ikut ambil bagian sebagai mintra Tuhan melayani dan merawat ciptaan Tuhan. Untuk itu mari kita mulai dari diri kita terlebih dahulu untuk mengucapsyukur setiap tetesan air yang boleh kita terima dalam kehidupan sehari-hari selanjutnya, membiasakan diri menghemat air, merawat sumber air yang ada disekitar kita, termasuk ikut ambil bagian dalam menanam pohon itu semua sebagai bentuk dari menjaga kekudusan hidup dan merawat ciptaan Tuhan agar tetap baik adanya. Mari kita juga teladankan hal-hal ini kepada anak-anak kita.
Pendahuluan
(Pamong membawa botol berisi air putih 750ml dan menyiapkan gelas plastik atau menyiapkan gelas. Kemudian ajak anak-anak untuk menuangkan sedikit secara bergiliran hingga semua anak mendapatkan air, diusahakan tidak tumpah ketika menuangkan lalu setelah terbagi airnya diminum bersama)
Selamat pagi adik-adik remaja yang terkasih, senang rasanya hari ini kita berjumpa dalam keadaan yang sehat dengan wajah-wajah yang sukacita. Sebelum berangkat beribadah hari ini adik-adik sudah minum air putih belum ? wah ternyata ada yang sudah dan yang belum, minum air putih yang cukup akan membuat kita sehat dan tidak mengalami dehidrasi. Mengawali ibadah hari ini kakak-kakak ingin mengajak kita untuk melakukan sebuah kegiatan berbagi air putih di botol berukuran 750ml ini dan cukup dimiminum semua orang diruangan ini. Dengan kegiatan ini kita belajar untuk bersyukur dan menghemat air
Cerita
Adik-adik yang terkasih, kegiatan yang baru saja kita lakukan ini, merupakan ajakan bagi kita semua untuk bersyukur kepada Tuhan yang sudah memberikan air, sehingga bisa minum dan beraktivitas dengan lancar karena semua kegiatan sehari-hari pasti membutuhkan air. Selain sebagai sarana beraktivitas, air juga digunakan untuk mencuci tangan, mandi, pakaian dsb. Air juga menjadi sarana membersihkan tubuh dari kotoran. Sebagaimana bacaan firman Tuhan yang baru saja kita baca, di dalam perikop Injil Yohanes 1 : 29-34 Yohanes sedang melayani dan ia memberikan kesaksian tentang sosok Yesus yang adalah Tuhan. Yohanes bercerita pada banyak orang bahwa Yesus datang ke dalam dunia untuk menghapus dosa manusia dan menyelamatkannya. Yohanes bercerita bahwa ia diutus Tuhan untuk melakukan pelayanan dan melakukan baptisan seperti yang diungkapkan pada ayat 31. Bagi setiap orang yang telah melaksanakan Baptis mereka pasti menerima Yesus dan selanjutnya Roh Kudus akan berkarya untuk menerangi hati dan pikiran, menguduskan hidup kita dan juga memberi pengertian supaya manusia bisa berbuat benar sesuai firman Tuhan serta meninggalkan dosa.
Roh Kudus yang menerangi hati dan pikiran menuntuk umatNya untuk juga menjaga ciptaan Allah agar tetap terawat dan terjaga dengan baik. Contoh tindakan merawat dan menjaga ciptaan Allah diantarannya : menghemat air dan menggunakannya secukupnya, menanam pohon dan tanaman di sekitar tempat tinggal kita, merawat sumber-sumber mata air yang ada disekitar kita, tidak membuang sampah di sungai, dsb.
Penerapan
Jadi lewat firman Tuhan yang kita dengar hari ini kita belajar 2 topik besar adik-adik Pertama air yang digunakan dalam prosesi Sakramen Baptis merupakan simbol penyucian diri dari dosa, setiap orang yang telah percaya dan menerima Yesus dalam dirinya, Roh Kudus akan berkarya dan menuntun prilaku dan pemikiran kita bertindak benar sesuai firman. Kedua mari kita bersyukur atas air yang diberikan Tuhan kepada kita, dengan menjaga dan merawatnya. Maka itu baik di tumah, disekolah dan di manapun kita menggunakan air secukupnya, buanglah sampah pada tempatnya serta merawat sumber-sumber air di sekitar kita.
Aktivitas
- Pamong membagikan kertas kosong kepada anak remaja.
- Mintalah mereka menggambar tindakan menjaga dan merawat air.
- Dokumentasikan hasil karya anak-anak lalu share gambar yang ada untuk diupload di status media sosial sebagai ajakan kepada banyak orang untuk menyukuri dan menghemat air.
Basa Jawa
Tahun Liturgi: Wulan Penciptaan
Tema: Nglestarekaken karyanipun Gusti
Judul: Banyu Simbol Ngresiki Diri lan Berkah
Bacaan: Injil Yohanes 1 : 29-34
Ayat Hafalan:“Tumuli padha diberkahi lan dipangandhikan: padha bebranahana lan tangkar-tumangkara ngebakana bumi lan telukna. Iwak ing segara lan lan manuk ing awang-awang sarta sakabehing sato-kewan kang rumangkang anak ing bumi iku padha sira kuwasanana” (kejadian 1 : 28)
Lagu Tema: Kidung Ria 45 “Semesta Bernyanyi”
Tujuan:
- Bocah bisa njelasake yen banyu ing baptisan iku simbol penyucian lan Yesus nyucekake ati kita kalawan Roh Kudus.
- Anak bisa ngubungke lan ngidentifikasi lakon digawe njaga banyu sing digambarake nyucekne ati, kayadene njaga lan nandur wit ning sakiwa tengene sumber banyu, ngirit banyu, isp
Penjelasan Teks (Kagem Pamong)
Banyu iku kebutuhan pokok kabeh ciptaan kalebu manungsa ugi. Kegiatan sabendina mesthi butuh banyu. Wiwit adus, masak, nyuci,Isp. Banyu uga dadi sarana ngresiki dhiri saka kotoran lan uga dadi sarana kebutuhan nindakake kegiatan gesang. Awit yen kekurangan banyu bisa nggarai dehidrasi. Marga saka wiganite banyu iku mau, kalian Gusti Yesus ugi kadamel simbol sakramen Baptis. Yokanan 1 : 29-34 katulisake bilih Yokanan maringi paseksi menyang uwong akeh bilih dheweke nindakake peladosan lan Baptisan. Nalika njelasaken bab peladosan niki, Yokanan ugi cariyos bilih Yesus menika Cempening Allah Kang wing nglebur dosaning donya. Tegese Gusti Yesus sampun ngurbanaken Dhiri nebus manungsa saka dosa. Ning perjanjian lami (Yes. 53 :4-14) bilih uripe mangsa kepengen pulih saka dosa mesthi maringi korban cempe menyang bait Allah lan diserahake menyang imam supaya didongakake. Sarehne Gusti Yesus sampun ngurbanake dhiri kangge nebus dosane manungsa mila pangurbanan menika kasebut cempening Allah.
Sawise njelasake bab Gusti Yesus nebus manungsa saka dosa, Nabi Yokanan nerusake crita bab peladosan sing ditindakake lan apa sing kedadosan yen manungsa menika dibaptis. Ayat 31b katulis “Nanging supaya Panjenengane kalairna marang banisrael, mulane tekaku nganggo mbaptis ing banyu”. Banyu sing digunakake nalika sakramen Baptis pancen banyu biasa nanging menika dadi simbol nyucekake saka sakabehing dosa. Sawise nindakake baptisan Yohanes maringi kesaksian bilih (ayat 33 )“Menawa sira weruh Roh iku nedhaki sawijining wong lan dedalem ing sarirane Wong mau, iya iku kang bakal mbaptis sarana Roh Suci” Mbaptis sarana Roh Suci tegese bilih Allah sampun maringi Roh Suci nalika Gusti Yesus kabaptis. Gusti Yesus uga maringi Roh Suci menyang wong-wong kang kabaptis. Samangke kita mangerti yen banyu kang kaagem ing baptisan banyu biasa kang kagawe nyucekake lan sawise iku Roh Suci bakal makarya tumpap wong kang kabaptis iku mau. Maringi pepadhang, ing ati lan pikiran supaya tetep nindakake keyekten
Para pamong kang kinasih, kita sami sampun nampi sakramen Baptis, menika ateges kita sampun diparingi matrai sarta nampi kawilujengan. Roh Suci tansah nuntun gesang kita supados saget njagi kasucen sarta ndherek lelados lan ngrawat ciptaan Gusti. Diwiwiti saking gesang kita tansah saos sokur awit saben tetesan toya menika wigati kagem kabutuhan gesang. Salajengipun monggo sami menghemat toya, ngrumati sumber lan nandur wit-witan. Sedaya menika wujud katresnan kita dhumateng Gusti. Sumanga ugi kita tuladha tumpat putra wayah.
Pembuka
(Pamong mbeta botol ukuran 750ml lan diisi banyu, disiapake ugi gelas plastik. Anak-anak kaajak gantian nuangake banyu nganti diusahake ora nganti kutah. lan sawisan dibagi pada diombe bebarengan)
Pagi adek-adek, seneng ya dina iki kita bisa ketemu sehat lan padha seneng. adek-adek budal menyang gereja wis ngombe banyu putih kah ?Wah ana sing uwis lan ana sing durung, minum banyu putih cukup iku bisa gawe awak sehat lan ora dehidrasi. Miwiti ibadah dina ini ayo kita berbagi banyu menyang kanca kiwa-tengen. Kakak membawa botol ukuran 750ml, banyu iki kudhu dibagi lan cukup kanggo sak ruangan iki ya. Amarga lewat kegiatan iki kita belajar saos sokur lan belajar hemat banyu.
Carita
Adik-adik kegiatan ini tadi ngajak kita matur nuwun menyang Gusti awit diparingi banyu, dadi kita bisa minum lan aktivitas kanthi lancar, amarga kabeh kegiatan mbutuhake banyu. Banyu juga digawe nyuci tangan, mandi, nyuci baju, lan ngresiki awak saka kotoran. Kaya dene pangandikane Gusti ing perikop injil Yokanan 1 : 29-34. Ing ngriku Yokanan lelados lan maringi paseksi bab Yesus menika Gusti. Yokanan uga carita marang wong akeh bilih Yesus Rawuh wonten donya kanggo nebus manungsa lan maringi keselamatan. Yokanan carita bilih deweke di utus Gusti nindakake paladosan lan Baptisan (ayat 31) kagem saben wong kang pracaya tumprap Gusti Yesus. Sawise nampa baptis saben wong bakal nampi Roh Suci, sateruse Roh Suci iku kang makarya madangi pikiran lan ati, nuntun marang kasucen uga menehi pangerten supaya manungsa bisa nindakake kabeneran kaya denen pangandikanipun Gusti lan nilarake dosa.
Roh Suci sing madangi ati lan pikiran nuntun wong pracaya supaya bisa njaga ciptaane Gusti kathi ngrawat lan njaga alam semesta ugi lingkungan sekitar. Contoh : hemat banyu, ngrumat tanduran ing sakiwa tengen kita, lan ngtumat banyu ing sumber banyu sing ana ing sakiwa-tengen kita, mbuwang sampah ing panggenane ora menyang kali, Isp.
Panerapan
Lewat pangadikanipun Gusti sing dirungokake dina ini kita belajar. Pertama Banyu sing digawe Sakramen Baptis iku simbol penyucian dhiri saka dosa, nalika wis nampa Baptisan Roh Suci bakal makarya, nuntun pikiran dan prilaku nindakake pangandikane Gusti. Kapindom Ayo yen wis diberkahi Gusti padha hemat banyu, mbuwang sampah ing tempat sampah lan njaga sumber-sumber banyu kang ana sekitar kita. Amin
Aktivitas
- Pamong mbagi kertas kosong menyang remaja.
- Remaja diajak nggambar tindakan njaga lan ngrumat banyu.
- Yen wis rampung hasil karya remaja iku di dokumentasekne kangge nengeri bilih remaja kaajak njaga lan ngrumat banyu.