Tahun Gerejawi: Bulan Pembangunan GKJW
Judul: “Memantulkan Terang Kristus”
Tema: Mencintai persekutuan: mencintai Terang Allah
Bacaan Alkitab: I Yohanes 1: 5-10
Ayat Hafalan: I Petrus 1: 15-16 – “hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”
Lagu Tema: “Hati-hati Gunakan Tanganmu” – (lirik bisa diganti: jempol, mata, telunjuk dst)
Tujuan
- Remaja dapat menjelaskan bahwa Allah adalah terang.
- Remaja dapat menyebutkan contoh-contoh hidup dalam terang Allah.
- Remaja dapat menyebutkan hambatan-hambatan untuk hidup dalam terang Allah.
- Remaja dapat menjadi pelopor dalam mewujudkan terang Tuhan dalam kehidupan umat manusia.
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Surat Yohanes yang pertama adalah surat yang berisi himbauan-himbauan tentang kehidupan beriman dan persekutuan. Kehidupan beriman dan persekutuan pada waktu penulisan surat Yohanes ini mengalami pergumulan dengan ajaran-ajaran gnostik dan doketisme. Ajaran gnostik lebih menekankan jiwa terperangkap dalam tubuh yang fana, sehingga Yesus Kristus dipandang oleh sebagian sekte Gnostis sebagai perwujudan dari makhluk ilahi yang menjadi manusia untuk membawa gnōsis (pengetahuan/ajaran) ke bumi. Ajaran Doketisme lebih menekankan bahwa Yesus Kristus tidak sungguh-sungguh manusia melainkan hanya tampak sebagai manusia, hal ini mengakibatkan doketisme tidak mempercayai kematian, penyaliban, dan kebangkitan.
Yohanes ingin mengembalikan pada terang Allah, bahwa setiap orang yang percaya pada Terang, maka akan hidup di dalam terang melalui persekutuan. Terang akan menguatkan kita sebagai persekutuan untuk dapat menerima satu dengan yang lainnya. Terang Allah itulah menguatkan persekutuan untuk tetap beriman pada karya Allah melalui Tuhan Yesus Kristus.
Pendahuluan
- Remaja diajak bermain Games “Jemari Lincah”
- Remaja disilakan untuk mengeluarkan dan memegang Hp-nya masing-masing.
- Remaja disilakan untuk membuka/mengoperasikan Hp-nya, terserah aplikasi/medsos apa yang dibuka. (Pelayan memperhatikan cara mereka membukanya)
- Tanyakan pada mereka mereka, jari mana yang sering dipakai untuk aktif di Hp.
- Tanyakan pada mereka, kemana saja jari (yang aktif/lincah) sudah mendarat…
- Beri kesempatan remaja untuk hening sesaat untuk mengingat-ingat kemana saja jemari mereka berjalan-jalan (melihat dan bertanya pada jemari mereka masing-masing, semisal: Hei, jempolku kemana saja kau pergi?)
- Remaja diajak membaca 1 Yohanes 1: 5-10!
Cerita
Sahabat remaja,
‘Terang’ merupakan simbol dari kebaikan, dan sebaliknya ‘gelap’ merupakan simbol dari kejahatan. Maka jika Yohanes pada ayat 5 menyebutkan, “Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan”, maka Yohanes hendak menyatakan kepada para pembaca bahwa Allah adalah kebaikan itu sendiri, dan bahwa pada diri-Nya sama sekali tidak ada ruang kejahatan. Bagaimana selanjutnya Yohanes menjelaskan kaitan antara kepercayaan kita kepada Allah Sang Terang dengan hidup persekutuan orang percaya?
Pada bagian ini di sebutkan ada 2 jenis persekutuan yakni persekutuan dengan Allah (ayat 6) dan persekutuan dengan manusia (persekutuan seorang dengan yang lain) pada ayat 7. ‘Persekutuan dengan Allah’ dan ‘persekutuan dengan sesama’ sangat berhubungan satu dengan yang lain. Kita tidak pernah bisa mendapatkan yang satu tanpa yang lain. Persekutuan yang satu mendasari persekutuan yang lain. Dan, apa yang menjadi dasar dalam persekutuan dengan sesama adalah persekutuan dengan Allah. Artinya, bahwa Yohanes sang penulis memberikan penekanan yang lebih besar akan persekutuan dengan Allah. Tanpa hal ini maka persekutuan Kristen menjadi mustahil. Sifat dari persekutuan Kristen merupakan hasil/akibat dari hubungan kita dengan Allah.
Penulis Yohanes juga mengkontraskan orang yang berjalan dalam kegelapan dan orang yang berjalan dalam terang. Orang yang hidup dalam kegelapan adalah orang yang belum memasuki hidup baru, hidup dalam dosa. Hidupnya bertentangan dengan pengajaran Kristus. Sebaliknya hidup dalam terang, adalah orang-orang yang meski tidak sempurna (menyadari kelemahan-kelemahan serta kegagalan-kegagalannya) tetapi benar-benar mencintai Kristus dan berjuang terus untuk berjalan di jalan Kristus. Setia beribadah hanya kepadaNya, serta menjalankan apa yang menjadi perintah-perintah-Nya. Manusia baru bisa mendapatkan persekutuan dengan Allah hanya jika manusia mau mengambil bagian dalam kesucian Allah.
Sahabat remaja,
Persekutuan dengan Allah dan dengan sesama manusia, mengharuskan kita berjalan dalam terang. Karena semua persekutuan bersumber padaNya, mereka yang mengalaminya haruslah sesuai dengan sifatNya yang menggambarkan kebaikan-kesucian hidup dan bukan kejahatan. Amin.
Aktifitas
Remaja sharing berpasangan dengan ulasan pemantik demikian:
Di era pandemi yang sedang kita hadapi ini, semua orang harus lebih banyak membatasi aktifitas yang sifatnya bertemu dengan orang lain. WFH (Work From Home) menjadi pilihannya. Semua orang, mulai dari anak-anak sampai warga adiyuswa harus beraktifitas di rumah saja. Bersyukur jika kita banyak ditolong dengan media digital yang memudahkan semua aktifitas kita. Coba bayangkan jika pandemi ini terjadi di 20 tahun yang lalu. Ya, kita akui media digital adalah bagian dari rahmat Tuhan bagi umat-Nya dalam konteks masa pandemi. Namun kita harus sadar bahwa, karena semua dimudahkan oleh media digital, maka ada banyak peluang untuk kita juga menjadi umat Tuhan yang tersesat di “keajaiban media digital”. Banyak kesempatan untuk kita (bukan hanya remaja) untuk melupakan hidup dalam terang Kristus.
Pertanyaan untuk didiskusikan:
- Menyebutkan konten yang pernah di buka (dalam seminggu ini) yang bersifat positif (semakin memperkuat relasi dengan Tuhan dan sesama).
- Apa yang menjadi kendala untuk melakukan hal tersebut?
- Remaja di beri kesempatan untuk memeriksa Hp-nya masing-masing (ini bisa menjadi PR)…akun apa saja yang diikuti dalam Instagram, jika ada yang sifatnya tidak membangun pertumbuhan iman maka bersedia dengan ikhlas untuk unfollow.