Firman Tuhan adalah Pelita Hidupku Tuntunan Ibadah Remaja 14 September 2025

1 September 2025

Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Tema: Firman Tuhan menjadi Pengingat
Judul: Firman Tuhan adalah Pelita Hidupku

Bacaan: Keluaran 32 : 7-16
Ayat Hafalan: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. (Mazmur 119 : 105 )

Lagu Tema: Kidung Siwi No.29 “Yang Diajarkan Tuhan”

Tujuan :

  1. Remaja dapat menerapkan Firman Tuhan dengan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
  2. Remaja dapat mengidentifikasi bagaimana Firman Tuhan telah menolong orang-orang dalam Alkitab dan dalam kehidupan nyata untuk memperbaiki diri.
  3. Remaja dapat mengevaluasi kehidupan mereka dan melihat bagaimana mereka bisa lebih taat pada Firman Tuhan.

Penjelasan Teks ( Hanya Untuk Pamong)
Secara garis besar, Kitab Keluaran berisikan tentang kisah kehidupan bangsa Israel yang dituntun keluar dari tanah Mesir oleh Allah. Upaya pembebasan bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir merupakan penggenapan janji Allah kepada nenek moyang mereka, yaitu Abraham, Iskhak dan Yakub. Penggenapan janji Allah tersebut juga melibatkan Musa, sebagai tokoh utama yang dipilih oleh Allah untuk membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan di Tanah Mesir. Kisah pengembaraan di padang gurun sampai dengan masuknya bangsa Israel ke Tanah Kanaan, Tanah Perjanjian termuat di dalam kitab ini.

Dalam perikop Keluaran 32:7-16 diceritakan tentang bangsa Israel yang berpaling percaya dari Allah dengan membuat patung anak lembu emas. Hal ini dikarenakan kepergian Musa untuk bertemu dengan Allah di Gunung Sinai dalam waktu yang cukup lama sehingga mereka meragukan keberadaan Musa. Disisi lain, kehidupan bangsa Israel yang sudah lama dipengaruhi oleh budaya dan religiusitas bangsa Mesir membuat mereka agak sulit untuk mempercayai Allah. Bangsa Mesir sudah sangat mempengaruhi religiusitas bangsa Israel, sehingga bangsa Israel sendiri sangat dekat dengan praktik-praktik kehidupan yang menyembah allah-allah lain dalam bentuk patung-patung (berhala). Maka, tidak heran jika bangsa Israel memutuskan membuat patung anak lembu emas karena praktik religiusitas yang demikian adalah warisan dari budaya bangsa Mesir.

Secara khusus bacaan ini menunjukkan kebesaran hati Allah yang mengampuni bangsa Israel. Perbuatan mereka yang membuat dan menyembah patung anak lembu emas sangat mengecewakan dan mendukakan hati Allah. Maka, tidak heran jika Allah kemudian memiliki rencana untuk menghukum dan membinasakan mereka karena mereka menjadi bangsa yang tegar-tengkuk. Akan tetapi, oleh karena permohonan Musa maka redamlah amarah dan murka Allah. Sehingga pengampunan bagi bangsa Israel terjadi karena sejatinya Allah sungguh mengasihi bangsa pilihan-Nya tersebut

Pendahuluan

  1. Ajak Remaja membuka Alkitab dari Keluaran 32 : 7-16 dan mintalah mereka untuk membaca secara bergantian.
  2. Berikan pertanyaan tentang Bacaan Alkitab atau inti Firman pada Minggu sebelumnya kepada Remaja!
  3. Evaluasi apakah mereka benar-benar mengingat dan merenungkan apa yang telah mereka dengar sebelumnya!

Cerita
Teman-teman yang terkasih,
Pernahkah berjalan ditengah kegelapan tanpa membawa alat penerang? Bagaimana rasanya? Tentu tidak nyaman. Dalam kondisi yang demikian, pastilah tidak bisa melihat apapun yang ada di depan kita. Maka, bisa jadi yang terjadi adalah kita berjalan menabrak sesuatu, kaki kita terantuk benda-benda yang tidak terlihat dan lain sebagainya. Sehingga kita membutuhkan alat penerang yang dapat membuat kita menghingdari kendala-kendala tersebut. Dengan alat penerang, maka kita dapat melihat dengan jelas bahaya-bahaya yang di depan kita meskipun dalam kondisi gelap.

Teman-teman yang terkasih,
Di dalam hidup ini, kita juga membutuhkan penerang yang dapat menolong kita melihat bahaya-bahaya yang ada disekitar kita dan kemudian kita dapat menghindarinya. Di dalam hidup ini, penerang itu adalah firman Tuhan sebab firman Tuhan adalah pelita. Secara umum pelita dapat diartikan sebagai lampu atau alat penerangan yang menggunakan minyak sebagai bahan bakar. Akan tetapi, pelita juga dapat diartikan sebagai cahaya, penerangan atau bahkan sesuatu yang memberikan pencerahan batin. Firman Tuhan disebut sebagai pelita sebab dapat memberikan pencerahan dalam batin kita agar kita tidak tersesat dalam kehidupan ini dan jatuh ke dalam dosa.

Teman-teman yang terkasih,
Bacaan saat ini menceritakan bagaimana Bangsa Israel telah jatuh dalam kesalahan dan dosa sebab berpaling kepada allah lain dengan cara membuat patung anak lembu emas. Mereka jatuh pada dosa dan kesalahan penyembahan kepada berhala, sebab mereka tidak menempatkan firman Tuhan sebagai pelita. Mereka tidak tahu jika perbuatan tersebut telah mengecewakan dan mendukakan hati Allah. Oleh sebab itu, Allah berencana menghukum bangsa Israel. Akan tetapi, rencana tersebut tidak dilakukan sebab Allah masih mengasihi bangsa Israel dan mengampuni mereka.

Teman-teman yang terkasih,
Mari kita belajar dari pengalaman bangsa Israel yang telah jatuh dalam dosa dan kesalahan sebab mereka tidak memiliki pelita di dalam kehidupan mereka. Dengan menempatkan firman Tuhan sebagai dasar menjalani hidup maka harapannya kita dapat senantiasa hidup di dalam terang firman Tuhan. Karena dengan demikianlah, kita dapat menghindari segala bahaya-bahaya yang ada didepan kita dan terhindar dari dosa dan keselahan. Firman Tuhan adalah pelita hidupku, kiranya senantiasa tertanam dalam hati kita masing-masing. Amin.

Aktivitas
Ajak remaja menuliskan ayat Alkitab favoritnya pada kertas yang telah disediakan.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak