Tahun Gerejawi: Kristus Raja
Tema: Perumpamaan
Bacaan Alkitab: Markus 12:1-12
Ayat Hafalan: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yohanes 15:5)
Lagu Tema: Yesus Pokok dan Kitalah CarangNya
Tujuan:
- Remaja dapat memberikan penilaian terhadap tindakan para penggarap yang terdapat dalam perumpamaan tentang penggarap kebun anggur.
- Remaja dapat menjelaskan bahwa perbuatan yang baik adalah saling tolong menolong dalam peyananan untuk Tuhan.
- Remaja dapat memberi contoh saling tolong menolong dalam pelayanan.
- Remaja dapat menerapkan sikap saling menolong dalam melakukan pelayanan.
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Perumpamaan ini menunjukkan kesalahan bangsa Israel. Mereka telah menjadikan Kerajaan Allah sebagai milik pribadi, memandang rendah pada Firman-Nya, dan menolak menaati Putera-Nya, yaitu Yesus Kristus. Gereja dewasa ini menunjukkan sikap yang sama seperti penggarap tanah yang jahat itu bilamana mereka menolak Firman Kristus dan para utusan-Nya yang sejati lalu mendirikan gereja menurut pikiran mereka sendiri. Kristus adalah batu yang “dibuang”, dibuang oleh Israel tetapi kini menjadi batu penjuru dari umat Allah yang baru yaitu gereja.
Dalam konteks kebun anggur disini memang anggur seringkali dibudidayakan. Pohon anggur yang mulai berbuah membutuhkan banyak perawatan. Ranting-ranting yang tidak ada buahnya harus dipotong dan tanah di sekitar tanaman itu perlu digemburkan. Banyak pekerja dibutuhkan untuk merawat dan menjaga kebun anggur. Kebun anggur biasanya terletak di lereng bukit yang berbatu dan dikelilingi pagar pelindung. Sebuah menara jaga dibuat di dekatnya sehingga para pekerja dapat mengawasinya.
Perumpamaan adalah salah satu media yang tajam, yang ketajamannya sangat terasa melalui perumpamaan pada nas ini. Perumpamaan ini didasari oleh nas Yesaya 5 yang menyebut Israel sebagai kebun anggur Allah (Yesaya 5: 7). Namun, kini yang menjadi pusat perhatian bukanlah kebun anggur itu sendiri, tetapi para penggarap upahan yang mengurus kebun anggur tersebut. Interaksi antara pemilik kebun anggur, para penggarap dan anak kekasih inilah yang menjadi inti dari perumpamaan ini. Ia mengarahkan perhatian para pendengarnya kepada dua hal. Pertama, pemberitahuan tentang kematian Yesus, yang diumpamakan sebagai anak pemilik kebun anggur yang kekasih, yang diutus kepada para penggarap. Kedua, penolakan serta keputusan penghukuman terhadap para pemimpin keagamaan Yahudi yang diumpamakan sebagai para penggarap penyewa yang tidak bertanggung jawab dan jahat. Perumpamaan ini menjadi karikatur yang suram tetapi mengena tentang para pemimpin keagamaan Yahudi zaman Yesus.
https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=MARKUS+12%3A+1-12
Pendahuluan
Ajaklah Remaja membacakan bacaan Alkitab dari Markus 12: 1-12 bergantian (Pelayan bergantian dengan remaja secara bersama-sama).
Cerita
Rekan remaja yang terkasih, setelah kalian membaca bacaan Alkitab hari ini, apa yang ada dalam pikiran kalian? Apa yang mau kalian ungkapkan setelah kalian membaca bacaan ini? Mungkin kalian bisa mengomentari tentang kebun anggurnya, penggarap-penggarapnya, pemiliknya atau yang lainnya. (Berilah kesempatan kepada remaja menjawab atau bercerita).
Kalian semua bisa mengungkapkan pendapat yang berbeda-beda seperti yang telah kalian sampaikan. Ingatlah bahwa memang tidak mudah menyimpulkan setiap perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam setiap pengajaranNya.
Yang menjadi pusat perhatian bukanlah kebun anggur itu sendiri, tetapi para penggarap upahan yang mengurus kebun anggur tersebut. Interaksi antara pemilik kebun anggur, para penggarap dan anak kekasih inilah yang menjadi inti dari perumpamaan ini. Bacaan ini mengarahkan perhatian para pendengarnya kepada dua hal. Pertama, pemberitahuan tentang kematian Tuhan Yesus, yang diumpamakan sebagai anak pemilik kebun anggur yang kekasih, yang diutus kepada para penggarap. Kedua, penolakan serta keputusan penghukuman terhadap para pemimpin keagamaan Yahudi yang diumpamakan sebagai para penggarap penyewa yang tidak bertanggung jawab dan jahat.
Setiap orang termasuk kita semua pasti pernah menerima tugas atau suatu tanggungjawab tertentu, dan ketika kita bersedia menerimanya maka kita harus benar-benar dapat menyelesaikannya. Kepercayaan adalah suatu yang penting dalam setiap perjalanan hidup, apalagi itu menyangkut relasi dengan orang lain. Tuhan Yesus mempercayakan kehidupan dan suatu tanggungjawab dalam hidup kita, namun seringkali kita belum bisa secara sempurna melakukannya. Perumpamaan tentang penggarap kebun anggur ini mengajak kita untuk terus dapat bertanggungjawab atas segala tugas dan kerja kita, dan dalam menjalankannya kita tentu memerlukan orang lain dan adanya kerjasama. Beban kita yang berat akan menjadi ringan ketika kita mau bekerjasama dengan yang lain, begitu juga penekaman akan sikap saling menolong sangatlah penting didalam kehidupan manusia. Amin
Aktivitas
- Bagikan kertas dengan format seperti di bawah untuk dapat diisi oleh masing-masing remaja.

- Berikanlah penjelasan setelah mereka mengumpulkan tulisannya bahwa apa yang sudah mereka catat haruslah mereka lakukan.