Tahun Gerejawi: Paskah 4
Tema: Gembala yang baik, mengenal dan memberikan kehidupan
Judul: Mengenal dan Dikenal oleh Gembala
Bacaan: Yohanes 10:22-30
Ayat Hafalan: “Domba-dombaku mengenal suaraku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” ( Yohanes 10: 27 TB2)
Lagu Tema:
- KJ 415 Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
- Tuhan Adalah Gembalaku (Mazmur 23)
Tujuan:
Remaja mengklasifikasikan ciri-ciri gembala yang baik mengacu Yohanes 10: 22-30.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Yohanes 10: 22-30 merupakan kelanjutan dari diskusi tentang sosok Gembala Baik di perikop sebelumnya. Hal menarik dari perikop bacaan hari ini ada di bagian pembuka cerita. Dikisahkan saat itu adalah hari raya penahbisan bait Allah. Festival Pentahbisan, disebut juga dengan Festival Kenisah (Hanukkah) atau Penahbisan Bait Allah dirayakan di Yerusalem pada tanggal 25 Kislew (sekitar bulan Desember) selama 8 hari. Perayaan ini dimaksudkan untuk memperingati penyucian kembali Bait Allah pada tanggal 25 Kislew 165 SM oleh kelompok Makabe setelah sebelumnya dinajiskan oleh Antiokhos IV Epiphanes 3 tahun sebelumnya (tepatnya tanggal 25 Kislew 168 SM) ). Jadi perjumpaan Tuhan Yesus dan orang Yahudi terjadi pada peristiwa khusus yaitu hari raya. Dalam perjumpaan itu, orang Yahudi menuntut agar Tuhan Yesus menegaskan tentang jati diri-Nya. Namun, alih-alih menjelaskan tentang status, apakah Dia Mesias atau bukan, Tuhan Yesus justru menegaskan kembali peran-Nya sebagai Gembala.
Ada perbedaan mendasar antara tuntutan orang Yahudi dan jawaban Tuhan Yesus. Orang Yahudi lebih menekankan status, sedang Tuhan Yesus lebih mengutamakan peran, hal itu tampak dalam pernyataan “…pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan…” (ay.25). selanjutnya Tuhan Yesus menjelaskan tentang ciri-ciri gembala yang baik :
- Didengar oleh domba-domba
- Mengenal domba-domba
- Diikuti oleh domba-domba
Dengan penjelasan sebagai berikut:
Pertama, Mereka mendengar suara-Nya (ayat 27), karena mereka mengenal suara-Nya (ayat 4), dan Ia telah membuat mereka mendengar suara-Nya (ayata 16). Mereka bergirang mendengar suara-Nya, dan senang duduk dikaki-Nya untuk mendengarkan firman-Nya. Mereka juga menerapkannya dan menjadikan firman-Nya itu sebagai pedoman hidup mereka. Kristus tidak akan memperhitungkan domba-domba yang tidak mendengarkan panggilan-Nya dan yang tidak tertarik kepada-Nya (Mzm. 58:6).
Kedua, Mereka mengikut Dia. Mereka berserah pada bimbingan-Nya dengan menaati segala perintah-Nya serta mengikuti teladan-Nya dan bimbingan Roh-Nya dengan penuh sukacita. Kata perintah-Nya itu selalu berbunyi, Ikutlah Aku. Kita harus mengikuti-Nya sebagai pimpinan dan komandan kita dan mengikuti jejak kaki-Nya, dan berjalan seturut Dia: mengikuti arahan firman-Nya, petunjuk dari pemeliharaan-Nya, dan arahan Roh-Nya. Ikutilah Remaja Domba (dux gregis — pemimpin kawanan gembalaan) itu ke mana pun Ia pergi. Percuma saja kita mendengar suara-Nya kalau kita tidak mengikut Dia.
Tuhan Yesus adalah gembala yang baik, bukan karena status melainkan karena karyanya. Ada aksi nyata yang dilakukan sehingga kawanan domba-Nya kenal, manut dan mengikut Dia.
Refleksi Untuk Pamong
Mengingat refleksi minggu lalu, bahwa sang Gembala Baik yaitu Tuhan Yesus meminta Simon (dan juga kita) untuk juga menggembalakan domba-domba-Nya. Sudahkah kita berproses untuk menjadi gembala yang baik? – bersedia untuk mencurahkan kasih, kesabaran dan kesetiaan untuk hadir secara utuh bagi remaja. Apakah kita mengenal, paling tidak nama-nama remaja kita layani? Apa kita memberi perhatian kepada mereka, sehingga mereka pun akhirnya mau mendengarkan kita? Terlebih, apakah sikap kita patut untuk diikuti oleh remaja? Dan, apakah kita juga sudah membuka ruang bagi remaja-remaja untuk juga mengambil bagian dalam pelayanan dan saling menggembalakan?
Pendahuluan
Selamat pagi remaja yang dikasihi Tuhan,
Terima kasih untuk teman-teman remaja yang ikut mengambil bagian dalam pelayanan hari ini. Bagaimana rasanya?
Nah kali ini, kakak akan mengawali renungan kita dengan melihat gambar-gambar (Gambar dapat diunduh di sini)
Inti Penyampaian
Teman-teman, mari kita mulai diskusi dari gambar 1. Teman-teman tahu apa namanya? Cowboy. Kelihatan gagah dan keren ya! Seperti namanya, cowboy adalah orang-orang yang menggembala sapi.
Gambar ke 2 dan ke 3, mari kita fokus ke orang yang menggembala. Meski berbeda hewan yang digembalakan, tapi penampilan penggembalanya mirip. Bagaimana pakaian mereka? Tampak sederhana dan cenderung mengutamakan kenyamanan. Bagaimana warna kulit mereka? Kemungkinan besar lebih gelap karena terpapar sinar matahari langsung. Kalau aroma tubuhnya? Sepertinya sulit untuk masuk kategori harum, karena setiap saat mereka bergelut dengan hewan-hewan yang cenderung bau. Lalu bagaimana dengan gambar ke-4? Bisa dibilang “kurang realistis” atau lebih mirip “sesi pemotretan”. Mari kita perhatikan kostum, penampilan klimis atau sandal bagus.
Teman-teman tentu masih ingat kisah minggu lalu, hari ini kita diajak untuk memperhatikan kelanjutannya, yaitu tentang Gembala yang Baik. Saat Hari Raya Penahbisan Bait Allah di Yerusalem, Tuhan Yesus hadir dan orang Yahudi menuntut penjelasan tentang siapa Tuhan Yesus. Namun, apa yang dimaksud oleh orang Yahudi berbeda dengan jawaban Tuhan Yesus. Orang Yahudi ingin tahu status sedang Tuhan Yesus berbicara tentang aksi.
Seperti gambar-gambar tadi, orang Yahudi inginnya sosok yang tampak keren, seperti gambaran terakhir itu. Outfit keren, tampilan klimis, dan fotogenic, padahal Tuhan Yesus sebagai gembala bersedia tidak wangi, terbakar matahari dan kotor – atau dalam kenyataan pelayanan Tuhan Yesus rela dimusuhi, dihina, bahkan disalibkan. Karena Tuhan Yesus mau benar-benar ada di tengah domba-domba-Nya, memperhatikan dan memelihara domba-Nya maka domba-domba juga mengenal Dia, mendengarkan suara-Nya dan mengikuti Dia.
Penerapan
Remaja yang dikasihi Tuhan,
Bagaimana dengan kita? Sudahkan kita mengenal dan dikenal oleh Tuhan Yesus? Tuhan Yesus itu siapa sih bagi hidup kalian? (memberi kesempatan remaja untuk menjawab)
Apakah kamu yakin bahwa Tuhan Yesus mengenalmu? Hal baik dan tidak baik apa yang kalian pikirkan dan lakukan, Tuhan tahu lho!
Hari ini kita sudah mulai untuk belajar meneladani Gembala Baik dengan ikut dalam pelayanan ibadah. Dan itu adalah hal yang keren!
Nah, agar kita lebih memahami sosok gembala baik, ayo kita bersama mengelompokkan ciri-ciri gembala yang baik dan yang jahat. Lalu, kita belajar melakukan yang baik ya! (aktivitas).
Tuhan Yesus adalah Gembala Baik, yang selalu hadir dan menjaga kita, karenanya jangan sampai kita jadi domba yang kabur atau tidak nurut kepada Gembala kita. Amin.
Aktivitas
- Pamong menyiapkan potongan kertas dengan tulisan kata-kata seperti di bawah (a). Bisa juga menambah kata-kata yang relevan dengan ciri-ciri gembala yang baik maupun yang jahat, menyesuaikan jumlah remaja.
- Pamong menyiapkan karton dengan 2 kolom bertuliskan gembala baik dan gembala jahat.
- Remaja dipersilahkan mengambil satu atau lebih potongan kata yang ada dan diminta untuk menempelkan di kolom yang tepat.