Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Judul: Aku Mau Mengampuni
Tema: Wujud Persekutuan: Belas kasihan, Pengampunan, dan Kebaikan
Bacaan Alkitab: Matius 9: 9-13
Ayat Hafalan: Matius 6: 14 – “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga”
Lagu Tema: Terima Kasih Tuhan
Tujuan :
- Remaja dapat menyimpulkan makna percakapan Tuhan Yesus dengan murid-murid di rumah Matius.
- Remaja dapat memahami sikap Yesus yang lebih memilih belas kasihan, pengampunan dan kebaikan.
- Remaja dapat memilih sikap belas kasihan, pengampunan dan kebaikan dari pada balas dendam dan kejahatan.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong):
Israel pada masa injil Matius adalah daerah kekuasaan dari kerajaan Romawi. Israel harus mengumpulkan pajak sebagai daerah jajahan. Matius yang disebut Lewi (bdk. Mrk 2:14) adalah salah seorang yang bertugas untuk memungut cukai. Matius saat itu duduk di rumah cukai yang letaknya sangat strategis untuk memungut cukai. Rumah cukai terletak di dekat jalan raya dari Damsyik ke kota-kota pelabuhan, dan oleh karena itu rumah cukai menjadi tempat yang strategis untuk ia menagih pajak atas barang-barang dagangan yang lewat darat atau yang menyeberangi Danau Galilea.
Karena pekerjaan Matius inilah yang menyebabkan pemungut cukai memiliki label yang buruk di masyarakat. Pemungut cukai dapat dikatakan berada di sisi kerajaan Romawi dan berseberangan dengan orang-orang Israel. Bahkan orang-orang Farisi tidak menerima baik secara moral dan ritual akan pemungut cukai. Beberapa pandangan buruk ini yang menjadi latar belakang pertanyaan dari orang-orang di sekitar ketika Yesus makan bersama-sama dengan pemungut cukai. Namun yang dilakukan Yesus sangatlah berbeda bahkan bertolak belakang dengan apa yang ada di masyarakat Yahudi.
Diawali dengan kalimat pergilah dan pelajari firman ini, Yesus mengajak orang-orang untuk mencari makna akan ucapanNya yang Yesus ambil dari Hosea 6:6; “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan”. Kata “kukehendaki” dapat juga diartikan aku menginginkan/lebih tertarik/hasrat (i desire). Kata yang dipakai dalam belas kasihan juga bisa diartikan, ampunan, dan kebaikan. Kata persembahan yang dimaksud adalah persembahan korban dan ritual dalam peribadatan Israel. Jadi jelas, bahwa kedatangan Yesus membawa belas kasihan, pengampunan dan kebaikan, dan hal ini bukan untuk orang yang memiliki kebenaran sendiri melainkan mereka yang mengaku berdosa, karena di dalam pengakuan dosa seseorang tidak memiliki harapan kecuali hanya di dalam Yesus Kristus Sang Juruselamat
Pendahuluan
- Ajaklah remaja untuk menuliskan 5 hal baik yang telah dilakukan dalam sepekan dan 5 dosa atau kesalahan yang telah dilakukan dalam sepekan.
- Ajaklah remaja untuk menuliskan nama-nama orang yang mereka benci.
- Ajaklah remaja membaca Matius 9: 9-13!
Cerita
Remaja yang dikasihi Tuhan,
Pepatah mengatakan “Tak ada gading yang tak retak” yang artinya tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak memiliki kesalahan atau bersih dari segala kesalahan. Sebagai orang beriman, jika telah melakukan kesalahan atau dosa, maka sikap yang baik adalah segera mengakui dosa dan meminta pengampunan di hadapan Tuhan, dan Ia pun pasti akan mengampuni segala dosa kita.
Begitulah Tuhan Yesus Kristus kita yang penuh dengan kasih dan pengampunan. Kasih dan pengampunan Tuhan Yesus juga terjadi pada diri Matius seorang pemungut cukai. Pekerjaan memungut cukai sangat dibenci oleh masyarakat Israel. Pemungut cukai dapat dikatakan berada di sisi kerajaan Romawi dan berseberangan dengan orang-orang Israel. Bahkan orang-orang Farisi tidak menerima baik secara moral dan ritual akan pemungut cukai. Beberapa pandangan buruk ini yang menjadi latar belakang pertanyaan dari orang-orang di sekitar ketika Tuhan Yesus makan bersama-sama dengan pemungut cukai. Namun yang dilakukan Yesus sangatlah berbeda bahkan bertolak belakang dengan apa yang ada di masyarakat Yahudi.
Tuhan Yesus tidak membedakan perlakuan kepada semua orang termasuk kepada pemungut cukai yang dianggap berdosa. Bahkan Tuhan Yesus menegur orang Farisi dengan mengatakan “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan”. Kata kukehendaki dapat juga diartikan aku menginginkan/lebih tertarik/hasrat. Kata yang dipakai dalam belas kasihan juga bisa diartikan, ampunan, dan kebaikan. Kata persembahan yang dimaksud adalah persembahan korban dan ritual dalam peribadatan Israel. Jadi jelas, bahwa kedatangan Yesus membawa belas kasih, pengampunan dan kebaikan, dan hal ini bukan untuk orang yang memiliki kebenaran sendiri melainkan mereka yang mengaku berdosa.
Jika Tuhan Yesus mau menerima dan merangkul orang berdosa serta mau memberikan pengampunan, maka kita semua yang adalah murid-murid Kristus juga harus bisa melakukan yang sama. Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan atau dosa, kita tidak perlu mendendam dan mengucilkan mereka, tetapi sebaliknya mari kita rangkul kembali mereka yang berdosa untuk kembali kepada hidup yang benar dan kudus. Hidup yang penuh rasa dendam hanya akan menyakiti hati dan pikiran diri sendiri, tetapi jika mampu mengampuni maka hidup akan terasa penuh dengan damai sejahtera. Hidup persekutuan yang penuh dengan damai sejahtera harus diawali dari diri sendiri untuk mau mengampuni, dan melakukan belaskasihan. Amin.
Aktivitas
Ajak remaja untuk membuat komitmen tentang:
- Tidak mengulang kesalahan yang telah diperbuat (yang telah dituliskan di awal ibadah tadi).
- Mau mengampuni dan merangkul kembali orang yang dibenci (Komitmen yang sudah ditulis dijadikan pembatas Alkitab agar bisa menjadi pengingat ketika membaca Alkitab).
Alat-alat bisa dipersiapkan di Minggu sebelumnya. Bisa membuat seperti contoh atau sesuai kreasi masing-masing. (Kertas buffalo warna-warni, clip, pita warna-warni, gunting, alat tulis warna-warni).