Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Judul: Saling Memimpin
Tema: Kehidupan Persekutuan adalah Cerminan Kehidupan Beriman
Bacaan Alkitab: Galatia 6: 1-10
Ayat Hafalan: 2 Korintus 3: 9 – “Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran”
Lagu Tema: KJ 256 “Kita Satu di Dalam Tuhan”
Tujuan:
- Remaja dapat menjelaskan nasihat Rasul Paulus untuk mempimpin orang yang bersalah agar kembali ke jalan yang benar.
- Remaja dapat menjelaskan hal-hal yang menjadi hambatan dan dorongan dalam upaya memimpin orang yang bersalah agar dapat kembali ke jalan yang benar.
- Remaja dapat menyebutkan cara menjadi pelopor hidup persekutuan yang benar.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong):
Galatia adalah salah satu kota di utara Asia kecil (Turki di masa sekarang). Mayoritas penduduk Galatia adalah keturunan orang Gaul atau Keltik (Non Yahudi). Ketika masa pelayanan Paulus di Galatia ini, kota Galatia sedang dikuasai oleh Romawi. Paulus menuliskan surat Galatia dengan tujuan untuk memberikan penguatan dan menolong jemaat yang terombang-ambingkan dengan ajaran palsu. Kedua adalah untuk menjelaskan tentang kerasulan Paulus, karena selama ini kerasulan Paulus diragukan oleh orang-orang di Galatia.
Guru-guru palsu di Galatia mengajarkan bahwa ketika seseorang ingin menjadi murid Kristus maka ia harus mengikuti tradisi Yahudi dan menjalankan hukum Taurat terlebih dahulu. Dengan konteks inilah maka Paulus menulis surat Galatia. Dalam suratnya Rasul Paulus menegaskan bahwa orang bukan Yahudi pun dapat menjadi bagian dari umat Allah yang baru tanpa harus mengikuti Hukum Taurat dan tradisi-tradisi Yahudi. Ajaran tentang Yesus Kristus yang diajarkan Paulus itulah yang benar. Paulus mengajarkan bahwa Allah menghendaki manusia menjadi anak-anakNya melalui iman akan Yesus Kristus, bukan dengan mengikuti Hukum Taurat. Dan karena Roh Kudus yang menuntun mereka serta menolong mereka menjadi pengasih, murah hati dan baik.
Dalam perikop 6 ini, Paulus mengajak jemaat Galatia untuk dapat hidup dalam persekutuan yang baik. Mereka yang telah mengimani Kristus akan dimbing oleh Roh untuk menjadi anak-anak Allah yang dapat melakukan hal-hal yang baik. Sebagai orang beriman yang hidupnya dipimpin oleh Roh maka akan melahirkan kehidupan yang baik, antara lain menolong dan berbuat baik. Segala tindakan baik itu diwujudkan terlebih dahulu dalam hidup persekutuan.
Paulus memberikan beberapa nasihat untuk menjaga kehidupan persekutuan jemaat Galatia, Pertama jika ada seseorang yang diketahui melakukan pelanggaran, maka seseorang yang rohani atau beriman haruslah membimbing orang tersebut dalam jalan kebenaran dengan penuh kelembutan (ayat 1). Kedua, saling bertolong-tolongan dalam menanggung beban (ayat 2). Masing-masing orang haruslah menguji atau menilai pekerjaannya sendiri dan dapat bermegah atas pekerjaannya sendiri, dan bukan menilai hasil pekerjaan orang lain (ayat 4). Ketiga, setiap orang yang telah menerima pengajaran Firman Allah, dapat membagi apa yang ada pada dirinya kepada orang yang telah menyampaikan pengajaran tentang firman Allah tersebut (ayat 6). Keempat, nasihat tentang selalu berbuat baik, sebab segala hal baik yang telah dilakukan akan dituai dikemudian hari.
Sekali lagi Paulus mengingatkan bahwa segala kebaikan itu harus dilakukan dari lingkup terkecil dalam persekutuan, yaitu untuk kawan-kawan yang seiman. Masing-masing orang yang beriman harus dapat memimpin sesamanya. Kata memimpin dalam ayat 1 yang dipakai adalah “katartizo”, kata ini memiliki tema medis yang berarti mengembalikan tulang atau persendian sehingga mengalami kesembuhan. Kehidupan persekutuan memang ada keterikatan namun tidak dalam arti saling menguasai satu sama lainnya (ayat 4,5). Kehidupan persekutuan adalah cermin dari kehidupan roh, kehidupan beriman.
Pendahuluan
- Ajak remaja membaca Alkitab dari Galatia 6: 1-10!
- Ajukan pertanyaan:
-
- Pernahkah remaja menjadi pemimpin?
- Dimana dan dalam organisasi apa remaja dipilih menjadi pemimpin?
- Ketika menjadi pemimpin acara gereja atau di organisasi keagamaan, apa yang dilakukan oleh remaja ketika ia melihat teman seimannya melakukan kesalahan?
Cerita
Remaja yang dikasihi Tuhan,
Setiap pemimpin pasti memiliki cara kepemimpinan yang berbeda-beda. Ada yang memimpin dengan cara yang otoriter, ada yang demokratis, ada pula yang transformasional (mampu membawa perubahan). Dari masing-masing cara memimpin itu dapat diketahui karakter atau kepribadian sang pemimpin. Dari cara memimpin itu juga dapat memberikan hasil yang berbeda-beda. Sebagai contoh, apabila seorang pemimpin memiliki karakter keras kepala dan mau menang sendiri maka kecenderungan cara memimpinnya akan otoriter. Dan hasil dari kepemimpinan yang otoriter adalah tidak adanya damai sejahtera dalam organisasi yang dipimpinnya tersebut.
Namun berbeda dengan cara kepemimpinan yang diajarkan oleh Paulus untuk jemaat di Galatia. Paulus mengingatkan jemaat di Galatia bahwa mereka semua yang telah mengenal Kristus, hidupnya dibimbing oleh Roh Kudus. Karena Roh Kudus yang menuntun mereka serta menolong mereka dalam hidup sehari-hari, maka mereka mampu menjadi orang yang pengasih, murah hati dan baik kepada semua orang. Paulus juga mengingatkan bahwa ketika jemaat Galatia hidup dalam iman kepada Kristus, maka mereka harus mampu memimpin saudara-saudara seiman dalam hidup persekutuan yang baik dan membangun. Secara praktis Paulus memberi beberapa nasihat kepada jemaat Galatia agar kehidupan persekutuan mereka dapat terus hidup dan bertumbuh, yaitu:
- Jika ada seseorang yang diketahui melakukan pelanggaran, maka seseorang yang rohani atau beriman haruslah membimbing orang tersebut dalam jalan kebenaran dengan penuh kelembutan.
- Saling bertolong-tolongan dalam menanggung beban.
- Masing-masing orang haruslah menguji atau menilai pekerjaannya sendiri dan dapat bermegah atas pekerjaannya sendiri, dan bukan menilai hasil pekerjaan orang lain.
- Setiap orang yang telah menerima pengajaran Firman Allah, dapat membagi apa yang ada pada dirinya kepada orang yang telah memnyampaikan pengajaran tentang firman Allah tersebut.
- Nasihat tentang selalu berbuat baik, sebab segala hal baik yang telah dilakukan akan dituai dikemudian hari.
Segala nasihat Paulus untuk jemaat di Galatia ini adalah demi kesatuan jemaat tersebut. Masing-masing orang beriman harus mampu saling memimpin sesamanya. Mempimpin bukan untuk mengatur atau menguasai tetapi memimpin untuk perubahan yang baik, untuk persatuan, dan untuk pertumbuhan hidup persekutuan. Amin.
Aktivitas
Bermain peran sebagai pemimpin persekutuan dan orang-orang yang dipimpin (anggota dalam sebuah persekutuan). Semua akan memainkan peran dengan pelbagai karakter. Kelompok persekutuan ini sedang rapat tentang rencana menanam 1000 pohon bakau di tepi pantai. Kegiatan ini kerjasama dengan kelompok persekutuan dari gereja lain. Ketika sedang rapat ada beberapa permasalahan yang muncul, diantaranya:
- Satu orang remaja ditunjuk sebagai pemimpin persekutuan yang bijaksana.
- Satu orang berperan sebagai orang malas, dengan argumen menanam pohon di tepi pantai itu melelahkan, panas, kotor, dan belum tentu tanamannya akan hidup, jadi merasa kegiatan ini tidak ada gunanya dan lebih baik diganti acara makan-makan saja, atau rebahan di rumah saja.
- Satu orang berperan sebagai orang yang sombong, dengan argumen bahwa tidak perlu melakukan kerjasama dengan kelompok persekutuan dari gereja lain karena kelompoknya ini sudah banyak uang, banyak tenaga. Ia merasa mampu melakukannya sendiri agar nanti pujian dari orang lain juga diterima kelompoknya sendiri.
- Satu orang berperan sebagai orang sok tahu, dengan argumen menanam pohon bakau tidak bisa dilakukan di sembarang pantai. Harusnya dilakukan di pantai yang berpasir hitam dengan kontur tanah agak sedikit berlumpur, suhu udara sekitar pantai dan kelembapan tanah juga mempengaruhi. Jadi sebelum melakukan kegiatan menanam 1000 pohon harus melakukan penelitian dulu.
Pamong juga dapat menambahkan karakter dan peran-peran lain. Kemudian pamong dan remaja bersama melihat bagaimana sang pemimpin bekerja dalam mengatasi masalah yang terjadi di kelompok atau organisasi tersebut, hingga mencapai kata sepakat dan berkomitmen bekerja bersama-sama. (Peran dapat dilakukan bergantian dengan kasus yang berbeda.)