Bacaan Alkitab: Lukas 6:1-11
Tahun Gerejawi: Bulan Budaya
Tema: Budaya Lokal
Tujuan:
- Remaja dapat menjelaskan alasan Tuhan Yesus mengkritisi tradisi di hari Sabat.
- Remaja dapat menjelaskan mitos yang berlaku di masyarakat beserta alasan yang melatar-belakanginya.
- Remaja dapat menghargai ajaran dalam mitos tersebut untuk menjaga keharmonisan kehidupan.
Ayat Hafalan:“Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”. (AMSAL 1 : 7).
Lagu Tema: Hari Minggu Hari Istirahat (KJ.21).
Penjelasan Teks:
Dalam Pasal 6 dari Injil menurut Lukas, kita akan menemukan pertentangan – pertentangan antara Yesus dan kaum Farisi. Kali ini dalam ayatnya 1-11, pertentangan terjadi ketika murid-murid Yesus memetik gandum dan Yesus sendiri menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya. Dua pekerjaan ini, baik yang dilakukan para murid juga yang dilakukan oleh Yesus sebenarnya adalah sebuah kegiatan atau pekerjaan yang wajar. Diceritakan dalam perikop ini bahwa ternyata hal tersebut menjadi persoalan bagi orang-orang Farisi dan para ahli Taurat sebab menurut mereka apa yang dilakukan Yesus dan para murid adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan ketika hari Sabat. Pada hari Sabat terdapat sebuah budaya yaitu tidak melakukan pekerjaan sebab hari sabat ini ada adalah hari khusus untuk istirahat, bebas dari beban dan menyediakan waktu untuk bersyukur kepada Allah.
Yesus melakukan pekerjaan di hari Sabat bukan dengan tujuan menentang budaya pada hari Sabat melainkan karena, pertama Yesus ingin menegaskan bahwa Ia adalah Tuhan atas hari Sabat. Kemudian, hal kedua yang ingin Yesus tunjukkan adalah bahwa aturan dan hukum itu penting akan tetapi sejauh aturan dan hukum itu bisa memperlancar pelayanan juga memelihara kehidupan. Jadi disitulah letak pentingnya aturan dan hukum, bukan justru untuk mempersulit pelayanan dan menghambat kehidupan. Apa yang dilakukan Yesus di hari Sabat adalah untuk menunjukkan pilihan lebih baik berbuat baik daripada berbuat jahat di hari Sabat, ada pilihan antara menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya? Pada saat itu Yesus memilih untuk melakukan pekerjaan baik yakni menyembuhkan seorang yang mati tangan kanannya. Sekalipun itu melanggar kebiasaan di hari Sabat, namun Yesus menunjukkan bahwa aturan pada waktu tidak mendukung kelancaran pelayanan dan tidak memelihara kehidupan. Akan tetapi, apa yang dilakukan Yesus ini rupanya semakin mendukung para ahli taurat dan orang farisi untuk mencari- cari alasan mempersalahkan Yesus.
Pendahuluan:
- Ajak remaja membaca Lukas 6: 1-11 kemudian minta mereka mencari alasan mengapa Yesus mengkritisi tradisi hari sabat. Kemudian beri kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan hasil bacanya.
- Pamong menyampaikan Cerita
- Pamong mengajak Remaja melakukan aktivitas.
Cerita :
Diantara kita, adakah yang tahu mitos-mitos yang ada di sekitar kehidupan kita? Mungkin biasanya orang tua (bpk/ibu), kakek nenek, bahkan siapapun yang lebih tua pernah menyampaikan demikian “Le, Nduk…nek wis surup (Maghrib) aja metu, aja dolan, aja nangga ae, wayahe…..”.
Larangan orang tua supaya kita tidak keluar saat surup / petang (biasanya maghrib) adalah hal yang baik apabila kita memahaminya dengan baik apa pesan yang ingin disampaikan dibaliknya. Biasanya, ketika masih kecil anak-anak dilarang keluar saat petang dengan alasan kalau petang itu waktunya makhluk halus keluar.
Jika kita mau mencari tahu dan berpikir alasan yang masuk akal dibalik itu ialah sat petang itu adalah waktu bagi saudara-saudara kita yang Islam untuk melakukan sholah maghrib. Jadi, jika kita masih mengajak teman atau saudara kita beraktivitas atau kita masih berada di rumah tetangga yang Islam ini maka keberadaan kita akan mengganggu waktu mereka untuk beribadah. Maka jika kita mendengarkan nasehat orang tua untuk tidak beraktivitas di luar rumah saat petang dengan tujuan tersebut maka kita telah belajar bagaimana menghargai saudara kita yang akan melakukan sholat maghrib tadi. Dengan begitu kita akan bisa menjaga keharmonisan kehidupan sekalipun dengan saudara-saudara yang berbeda keyakinan dengan kita.
Dalam perikop yang menjadi bacaan kita kali ini, ada cerita tentang sebuah pertentangan antara Yesus dan orang Farisi mengenai hari Sabat. Hari Sabat adalah sebuah budaya dengan tujuannya sebagai waktu bagi manusia menyediakan hari untuk bersyukur. Jadi saat hari Sabat tiba tidak ada orang yang melakukan pekerjaan, yang biasa dilakukan hanyalah berdoa, beribadah dan yang terpenting dari semua itu ialah lepas dari belenggu.
Budaya pengkhususan hari ketika hari Sabat ini menjadi bahan pertentangan antara para ahli taurat beserta orang Farisi dan Yesus beserta muridNya. Yesus pada saat itu dikatakan menentang budaya di hari Sabat akan tetapi disana Yesus menyelamatkan nyawa manusia. Jadi sebetulnya Yesus tidak menentang hari Sabat melainkan hanya mengkritisinya saja. Ketika hari Sabat tiba, kita masih bisa melakukan pekerjaan misalnya menolong orang lain yang membutuhkan. Jadi adik- adik, ketika hari minggu memang kita wajib beribah, datang ke gereja akan tetapi bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa selain beribadah. Pada hari Sabat kita tentu juga harus tetap berbuat baik, menolong teman yang membutuhkan bantuan, berbagi, saling peduli dan lain sebagainya. Dengan begitu maka bukan berarti budaya seperti hari sabat itu tidak penting. Budaya itu penting tetapi perlu kita kritisi, mana budaya yang membawa kita kepada hal yang baik dan mana budaya yang membawa kita kepada hal yang tidak baik.
Sekarang, dalam kehidupan kita sehari-hari adakah budaya yang tidak selalu membawa pada dampak yang baik? Ataukah semua budaya itu baik? Sebagai contohnya : pernahkah mendengar larangan untuk tidak menebang pohon yang besar dengan alasan bahwa ada makhluk yang menjadi penunggu di pohon tersebut? Pada dasarnya larangan untuk tidak menebang pohon itu adalah baik namun yang kurang tepat saat mitos itu disampaikan yang perlu kita kritisi. Tujuan pohon yang besar tidak boleh ditebang sembarangan adalah untuk menjaga kestabilan keharmonisan alam, supaya tidak terjadi bencana alam. Dari sini, bisa kita lihat bagaimana hal-hal yang dianggap mitos itu bisa kita lakukan atau tidak, perlu mengetahui dengan pasti apakah melakukannya menimbulkan dampak yang baik atau tidak.
Aktivitas
Bagi remaja menjadi beberapa kelompok untuk mendiskusikan pertanyaan. Pertanyaan diskusi :
- Budaya apa yang sudah diajarkan dan kalian kenal serta lakukan di lingkungan keluarga juga di lingkungan masyarakat?
- Apa alasan yang menjadikan budaya tersebut harus dilakukan?
- Sejauh kalian tahu, apa dampak jika tidak melakukan hal yang sudah menjadi budaya tersebut?
- Cari tentang budaya yang jika dilakukan tidak membawa kebaikan.