Tresna Sedulur Tuntunan Ibadah Remaja 10 Juli 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Keluarga
Tema: Karakter Moral – Tokoh

Bacaan Alkitab: Kejadian 4: 1-16
Ayat Hafalan: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:39B).

Lagu Tema: Kukasihi Kau dengan Kasih Tuhan

Tujuan:

  1. Remaja dapat mencirikan karakter penjaga sesama.
  2. Remaja dapat menyebutkan faktor penghambat menjadi penjaga sesama.
  3. Remaja dapat menyebutkan faktor pendukung menjadi penjaga sesama.
  4. Remaja dapat membiasakan diri memiliki kepedulian dengan teman dan orang lain di sekitarnya.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Pembelaan Kain: ia membela diri sebagai tidak bersalah, dan dengan demikian menambah dosanya dengan pemberontakan, sebab :

  1. Ia berusaha menutup-nutupi pembunuhan yang disengaja dengan dusta yang disengaja: Aku tidak tahu. Ia tahu betul apa yang sudah terjadi dengan Habel, namun dengan kurang ajar ia berani menyangkalnya. Dengan demikian, dalam diri Kain, Iblis sudah menjadi baik pembunuh maupun pendusta sejak mulanya. Lihatlah bagaimana pikiran orang-orang berdosa dibutakan, dan hati mereka dikeraskan dengan tipu daya dosa: sungguh buta dan aneh orang-
    orang yang menyangka bahwa mungkin bagi mereka untuk menyembunyikan dosa-dosa mereka dari Allah yang melihat semuanya. Dan sungguh keras hati, lagi aneh, orang-orang yang menyangka bahwa akan menguntungkan bagi mereka jika mereka menyembunyikan dosa-dosa mereka dari Allah, yang hanya mengampuni orang-orang yang mengakuinya.
  2. Dengan kurang ajar Kain menuduh Hakimnya bodoh dan tidak adil, dengan mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya: Apakah aku penjaga adikku? Seharusnya ia merendahkan dirinya sendiri, dan berkata, bukankah aku pembunuh adikku? Tetapi ia menampar wajah Allah sendiri, seolah-olah Allah menanyakan kepadanya pertanyaan yang tidak ada sangkut pautnya, yang sama sekali tidak harus dijawabnya: “Apakah aku penjaga adikku? Tentu ia sudah cukup dewasa untuk menjaga dirinya sendiri, dan aku pun tidak pernah bertanggung jawab atasnya.” Sebagian orang berpendapat bahwa ia bermaksud mencela Allah dan pemeliharaan-Nya, seolah-olah ia berkata, “Bukankah Engkau penjaganya? Jika ia hilang, Engkaulah yang harus dipersalahkan, dan bukan aku, yang tidak pernah menjaganya.” Perhatikanlah, perhatian yang penuh kasih terhadap saudara-saudara kita, untuk menjagai mereka, adalah kewajiban besar, yang secara ketat dituntut dari kita, tetapi pada umumnya justru kita abaikan. Orang yang tidak memperhatikan urusan saudara-saudara mereka, dan tidak mau peduli ketika ada kesempatan, untuk mencegah terjadinya bahaya pada tubuh mereka, harta benda mereka, atau nama baik mereka, terutama jiwa mereka, pada dasarnya telah bersikap seperti Kain.

https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=KEJADIAN+4%3A+1-16

Pendahuluan

1. Ajak remaja membaca Kejadian 4: 1-16 secara cermat!

2. Tunjuk 2 remaja yang kalah dalam permainan berikut akan bercerita kembali kisah Kain dan Habel.
Ice breaking “Tepuk Pagi, Siang, Malam” Cara Bermain : ✓ Pamong menyebutkan clue tepuk tangan waktu pagi, siang dan malam bisa dengan bercerita: – Pagi : Tepuk tangan 3 kali – Siang : Tepuk tangan 2 kali – Malam : Tepuk tangan 1 kali ✓ Pamong menyebutkan waktu secara acak dan berturut-turut dengan tempo semakin cepat. ✓ Semua peserta harus bertepuk tangan, jika ada yang keliru atau tidak tepuk tangan akan menjadi pencerita.

3. Minta remaja secara keseluruhan menyebutkan jumlah dan nama saudara mereka (saudara sekandung).

Cerita
Teman remaja yang dikasihi Tuhan,
Punya banyak saudara apakah menyenangkan?
Apa saja hal menyenangkan dan mungkin juga hal yang tidak menyenangkan yang terdapat dalam relasi antar saudara? (tunjuk salah satu atau lebih remaja yang mempunyai banyak saudara untuk menjawab)
Lalu bagaimana seharusnya kita hidup bersama dengan saudara?

Tadi kita sudah membaca dan mendengarkan kembali kisah tentang Kain dan Habel, kita akan memfokuskan pada Kain si sulung yang telah melakukan dosa dengan membunuh Habel adiknya, namun masih juga menyangkal. Perhatikan pada ayat 9 ketika Allah bertanya tentang keberadaan Habel pada Kain, jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”

Pembelaan Kain: ia membela diri sebagai tidak bersalah, dan dengan demikian menambah dosanya dengan pemberontakan, sebab :

  1. Ia berusaha menutup-nutupi pembunuhan yang disengaja dengan dusta yang disengaja: Aku tidak tahu. Ia tahu betul apa yang sudah terjadi dengan Habel, namun dengan kurang ajar ia berani menyangkalnya. Dengan demikian, dalam diri Kain, Iblis sudah menjadi baik pembunuh maupun pendusta sejak mulanya. Lihatlah bagaimana pikiran orang-orang berdosa dibutakan, dan hati mereka dikeraskan dengan tipu daya dosa: sungguh buta dan aneh orang-orang yang menyangka bahwa mungkin bagi mereka untuk menyembunyikan dosa-dosa mereka dari Allah yang melihat semuanya. Dan sungguh keras hati, lagi aneh, orang-orang yang menyangka bahwa akan menguntungkan bagi mereka jika mereka menyembunyikan dosa-dosa mereka dari Allah, yang hanya mengampuni orang-orang yang mengakuinya.
  2. Dengan kurang ajar Kain mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya: Apakah aku penjaga adikku? Seharusnya ia merendahkan dirinya sendiri, dan berkata, bukankah aku pembunuh adikku? Kain bukan hanya berdosa dengan membunuh Habel, tetapi juga dengan pemberontakannya pada Allah.

Perhatikanlah, perhatian yang penuh kasih terhadap saudara-saudara kita, untuk menjagai mereka, adalah kewajiban besar, yang secara ketat dituntut dari kita, tetapi pada umumnya justru kita abaikan. Orang yang tidak memperhatikan urusan saudara-saudara mereka, dan tidak mau peduli ketika ada kesempatan, untuk mencegah terjadinya bahaya pada tubuh mereka, harta benda mereka, atau nama baik mereka, terutama jiwa mereka, pada dasarnya telah bersikap seperti Kain. Bagaimana dengan teman remaja?

Belajar dari kisah Kain dan Habil yang tragis ini, kita belajar bahwa kita semua yang bersaudara, kita semua punya kewajiban untuk peduli dan memperhatikan semua saudara kita. Baik itu saudara kandung, saudara sepupu, juga saudara persekutuan.

Aktivitas

  1. Narasi “Tresna Sedulur”
    Beri remaja kertas dan alat tulis untuk menuliskan narasi berisikan jawaban dari kisi-kisi berikut:

    • Ciri karakter peduli dan menjaga saudara.
    • Faktor penghambat untuk peduli dan menjaga saudara.
    • Faktor pendukung untuk peduli dan menjaga saudara.
  2. Ucapkan “Mantra” berikut pada saudaramu!: “Aku Tresna Kowe Lur..

 

Bagikan Entri Ini: