Jerat Tuntunan Ibadah Remaja 17 Juli 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Keluarga
Tema: Karakter Kristiani dalam Keluarga

Bacaan Alkitab: Hakim-Hakim 8:22-28
Ayat Hafalan: “Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar.” (Amsal 2:20)

Lagu Tema: Jalan Hidup Orang Benar

Tujuan:

  1. Remaja dapat menunjukkan kesalahan Gideon memimpin bangsa Israel.
  2. Remaja dapat mencirikan sikap seorang pemimpin yang benar.
  3. Remaja memiliki sikap berani menegur jika mendapati kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Setelah kemenangan besar, kerendahan hati Gideon sungguh nyata dengan menolak permintaan rakyat untuk menjadikan dia raja untuk memerintah atas mereka. Gideon menunjukkan pemahaman iman yang benar bahwa hanya Tuhanlah yang berhak dan layak menjadi RAJA atas umat-Nya, Israel (ayat 23). Dari barang jarahan, ia membuat sebuah baju efod (ay. 27). Efod adalah jubah imam yang bisa dipakai untuk mencari kehendak Tuhan (lih. Kel. 28:28-30). Hal itu cukup dapat diterima, dan bisa jadi diniatkan dengan baik untuk melestarikan ingatan akan kemenangan yang diperoleh karena bantuan Allah ini di kota sang hakim sendiri.

Tetapi sungguh tanpa pertimbangan yang matang untuk membuat efod, sebuah pakaian suci, sebagai tugu peringatan. Karena ketidaktahuan atau tidak adanya pertimbangan, Gideon berdosa dalam membuat baju efod ini, meskipun ia bermaksud baik. Orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu. Yaitu, mereka meninggalkan mezbah dan jabatan imamat yang ditetapkan Allah, karena mereka suka akan perubahan, dan condong pada penyembahan berhala. Mereka punya alasan untuk memberikan penghormatan kepada efod ini, sebab `jerat bagi Gideon sendiri, karena dengan adanya efod ini ia meredakan semangatnya akan rumah Allah pada masa tuanya. Dan efod itu lebih jauh lagi menjadi jerat bagi keluarganya, yang diseret olehnya ke dalam dosa, dan itu terbukti menjadi kehancuran bagi keluarga itu.

https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=HAKIM+8%3A+22-28

Pendahuluan

  1. Ajak remaja membaca Hakim-hakim 8: 22-28 secara cermat!
  2. Berdasar bacaan, minta remaja membentuk kelompok masing-masing 3 orang untuk menjawab pertanyaan berikut:
    • Sebutkan kesalahan Gideon dalam memimpin bangsa Israel!
    • Sebutkan ciri sikap seorang pemimpin yang benar!
    • Bagaimana cara menegur Gideon yang telah melakukan kesalahan?
    • Bagaimana cara menegur jika mendapati orang lain berbuat salah?
  3. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka.

Cerita
Teman remaja yang dikasihi Tuhan,
Menjadi pemimpin itu tidak mudah. Ada macam tipe karakter pemimpin, ada tipe otoriter, demoktaris, juga delegatif. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya dalam konteks tempat mereka memimpin. Dan hari ini kita belajar dari seorang pemimpin hebat dalam tantangan yang diperhadapkan padanya.

Setelah kemenangan besar, kerendahan hati Gideon sungguh nyata dengan menolak permintaan rakyat untuk menjadikan dia raja untuk memerintah atas mereka. Gideon menunjukkan pemahaman iman yang benar bahwa hanya Tuhanlah yang berhak dan layak menjadi RAJA atas umat-Nya, Israel (ayat 23). Dari barang jarahan, ia membuat sebuah baju efod (ay. 27). Efod adalah jubah imam yang bisa dipakai untuk mencari kehendak Tuhan (lih. Kel. 28:28-30). Hal itu cukup dapat diterima, dan bisa jadi diniatkan dengan baik untuk melestarikan ingatan akan kemenangan yang diperoleh karena bantuan Allah ini di kota sang hakim sendiri.

Tetapi sungguh tanpa pertimbangan yang matang untuk membuat efod, sebuah pakaian suci, sebagai tugu peringatan. Karena ketidaktahuan atau tidak adanya pertimbangan, Gideon berdosa dalam membuat baju efod ini, meskipun ia bermaksud baik. Orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu. Yaitu, mereka meninggalkan mezbah dan jabatan imamat yang ditetapkan Allah, karena mereka suka akan perubahan, dan condong pada penyembahan berhala. Mereka punya alasan untuk memberikan penghormatan kepada efod ini, sebab orang yang begitu baik seperti Gideon telah mendirikannya. Efod itu menjadi jerat bagi Gideon sendiri, karena dengan adanya efod ini ia meredakan semangatnya akan rumah Allah pada masa tuanya. Dan efod itu lebih jauh lagi menjadi jerat bagi keluarganya, yang diseret olehnya ke dalam dosa, dan itu terbukti menjadi kehancuran bagi keluarga itu.

Nyatanya pemimpin yang dikenal baik pun bisa membawa pada penyesatan. Penyesatan bisa sangat mungkin terjadi di sekitar kita, bahkan terjadi dalam lingkup orang-orang terdekat yang kita kenal sebagai orang baik. Bisa jadi tidak bermaksud menyesatkan tetapi justru berbahaya karena tanpa disadari justru membawa pada dosa. Oleh karenanya setiap anak Tuhan yang dianugerahi dengan akal sehat dan hanya percaya pada Tuhan serta mendasarkan hidupnya pada Firman Tuhan harus sadar, kritis dan mempunyai keberanian untuk menegur. Dan jangan lupa bahwa setiap orang adalah pemimpin, minimal pemimpin untuk dirinya sendiri, oleh karenanya setiap anak Tuhan harus mendasarkan hidupnya pada Kebenaran Firman Tuhan agar mampu menjadi pemimpin yang benar.

Aktivitas
Minta remaja mencari kisah nyata (bisa mencari melalui Google dll) tentang pemimpin gagal namun secara bijak mengakui kesalahan dan undur dari jabatannya. Remaja bisa menceritakan secara singkat apa yang mereka temukan.

Persiapan untuk Minggu Depan:

Role Play Kisah Hana

Pamong mempersiapkan naskah sesuai dengan bacaan yaitu I Samuel 1:1-28 dengan tokoh-tokoh sebagai berikut:

Elkana, Hana, Penina, & Imam Eli

 

Bagikan Entri Ini: