Rekan Sekerja Allah Tuntunan Ibadah Remaja 10 Februari 2019

28 January 2019

Bacaan Alkitab  : Yunus  4 : 6-11
Tahun Gerejawi  : Bulan Penciptaan
Tema  : Tumbuhan
Ayat Hafalan  : 1 Korintus 3: 6  “Aku menanam, Apolos yang menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan”

Tujuan

  1. Remaja menjelaskan bahwa Tuhan berkuasa memberi kehidupan kepada
  2. Remaja dapat menanam tanaman yang mulai langka sebagai wujud memelihara kelastarian jenis tanaman

Penjelasan Teks

Yunus marah oleh karena Allah mengampuni orang Niniwe. Doanya penuh berisi ungkapan kemarahan (ayat 2-3). Ia merasa bahwa sikap Allah terhadap orang Niniwe adalah suatu kekeliruan yang fatal. Bagaimana boleh Allah mengampuni bangsa yang menjadi ancaman bagi umat-Nya sendiri! Allah pasti telah salah bertindak. “Aku protes Tuhan, dan lebih baik aku mati daripada hidup melihat tindakan Allah yang salah” (ayat 3). Kira-kira demikianlah isi protes Yunus yang mengklaim bahwa kota seperti Niniwe tidaklah sepantasnya hidup di dunia ini. Kemudian Yunus meninggalkan kota itu sambil menantikan apa yang akan terjadi terhadapnya, sebab ia beranggapan bahwa doa protesnya layak didengar Allah dan keputusan-Nya yang keliru harus dibatalkan atau paling tidak harus ditinjau kembali.

Tuhan tidak mengabaikan Yunus. Ia masih ingin mengajar Yunus agar memahami maksudNya. Maka waktu Yunus pergi keluar kota dan berdiam di suatu tempat, Tuhan menumbuhkan sebatang pohon jarak yang dapat menaungi Yunus pada saat hari mulai panas/terik (5, 6). Yunus sangat menyukai pohon jarak yang telah memberikan kesejukan padanya. Namun pohon yang sudah memberikan pertumbuhan tersebut meranggas sampai layu oleh karena adanya seekor ulat penggerek (7). Yunus mulai merasa kehilangan semangat hidup, ia merasa lebih baik mati (8, 9). Perasaan ini juga pernah ada ketika ia tahu bahwa Niniwe diselamatkan Tuhan (4:3). Yang kemudian perasaan ini dipertanyakan Tuhan. Jika Yunus tidak rela kematian sebatang pohon yang tidak dia tanam, maka bukankah Yunus seharusnya memahami kasih sayang Allah kepada yang sudah diciptakan.

Kisah Yunus memperlihatkan kepada kita seorang hamba Tuhan yang hatinya tidak memahami belas kasih Allah yang tidak terbatas. Yunus gambaran pribadi yang lebih mentingkan dirinya sendiri. Ia tidak melihat bahwa yang lain juga membutuhkan belas kasih Allah oleh karena kuasaNya.

Pendahuluan

LANGKAH-LANGKAH

  1. Ibadah dilakukan di luar ruangan
  2. Ajaklah remaja berdoa dan membaca teks Alkitab secara bergantian
  3. Pamong menyampaikan CERITA kepada remaja. Cerita bisa dikembangkan sesuai dengan konteks masing-masing.
  4. Pamong mengajak remaja melakukan AKTIVITAS. Aktifitas disesuakan dengan konteks pergumulan masing-masing dan pamong memilih salah satu. Sebaiknya sebelum ibadah minggu pamong mempersiapkan aktifitas bersama-sama dengan remaja.

Ilustrasi

JADAV PAYENG[1]
(Pria yang Berhasil Sulap Pulau Tandus Menjadi Rumah Harimau dan Gajah)

Pada era di mana hutan dan bukit banyak yang rusak, ternyata masih ada orang yang mendedikasikan hidupnya untuk alam. Jadav Payeng rela kerja keras dan mengorbankan waktu untuk mewujudkan mimpinya. Bermula di tahun 1979, Jadav Payeng yang berdomisili di Pulau Majuli, India, mulai menaman pohon pertamanya. Saat ini, jerih payahnya pada sebuah pulau tandus di India berbuah manis.

Keputusan Jadav Payeng untuk menanam pohon bermula setelah serangan banjir dan kekeringan ekstrim yang melanda Pulau Majuli pada tahun 1979. Demi mencegah erosi lebih lanjut ke tempat tinggalnya, ia yang masih berusia 16 tahun memutuskan menanam pohon di tanah tandus setiap hari. Sikap terpuji ini Jadav lakukan dengan tangannya sendiri.

Setelah 39 tahun, saat ini hutannya mencakup 1.360 hektar. Sedangkan luas Central Park New York hanya 34,1 hektar. Kini hutan tersebut juga menjadi habitat bagi harimau Bengal, badak, burung nasar, dan 115 gajah. Sebelumnya, pulau ini memiliki kontur tanah yang tandus dan mengalami erosi yang cukup parah. Tidak banyak tumbuhan yang ditemukan di Pulau Majuli tersebut.

Upaya penyelamatan alam oleh ayah tiga anak tersebut baru terungkap pada tahun 2007. Hal ini terjadi ketika jurnalis foto bertemu dengan Jadav Payeng saat sedang menanam salah satu pohonnya. Saat itu Jitu Kalita sedang mengambil gambar burung endemik di kawasan Sungai Brahmaputra. Cerita ini juga dikemas dalam sebuah video dokumenter berdurasi 16 menit berjudul “Forest Man”.

Ketika Jadav melihat Kalita di sekitar kawasan hutan, ia mengira bahwa jurnalis ini seorang pemburu badak atau harimau. Namun pria tiga anak tersebut tak menyangka bahwa pengunjungnya sebenarnya adalah seorang jurnalis. Melihat dedikasinya, Kalita melanjutkan untuk menerbitkan sebuah artikel di koran nasional dan Jadav Payeng mendapat julukan Forest Man of India.

Karena perhatiannya terhadap lingkungan, pria berusia 55 tahun dikenal secara luas pada tahun 2015. Bahkan Jadav juga mendapatkan penghargaan Padma Shri dari pemerintah India karena dedikasinya. Meskipun telah berhasil mencegah terjadinya erosi di Pulau Majuli, Jadav tenyata memiliki mimpi lain, yaitu ingin mengembangkan hutan ini menjadi 5.000 hektar.

Cerita

“Rekan Sekerja Allah”

Seperti yang sudah kita pahami bahwa manusia merupakan bagian dari alam semesta. Kehidupan kita tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan ciptaan yang lain. Misalnya ketika manusia membutuhkan udara yang segar (seperti bahasan minggu lalu), perlu adanya pelestarian lingkungan terutama terkait dengan penghijauan dan ketika manusia membutuhkan makanan ia harus mampu bekerjasama dengan alam untuk menghasilkan sumber makanan itu sendiri (mengolah sawah, kebun, peternakan). Dan untuk meminimalkan kerusakan alam, telah dipromosikan pengolahan ramah lingkungan seperti penggunaan pupuk organik bagi sektor pertanian yang hasilnya tidak kalah dengan yang menggunakan bahan kimia.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat, 31 Januari 2018. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, luas hutan (forest cover) Indonesia pada tahun 2017 seluas 93,6 juta ha. Sedangkan, angka deforestasi (perusakan hutan) dalam kawasan hutan pada tahun 2017 sebesar 64,3 %, berarti terjadi penurunan dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 73,6 %. Hal ini menunjukkan kebijakan–kebijakan pemerintah sangat mendukung untuk menurunkan terjadinya perusakan alam terutama hutan. Oleh sebab itu kita sebagai warga masyarakat terutama generasi muda (remaja) perlu juga ambil bagian dalam menjaga alam ini.[2]

Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai remaja gereja untuk bisa ambil bagian? Sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan sebagai remaja gereja meski dengan cara yang sederhana. Sebab melakukan hal yang sederhana lebih baik daripada kita tidak melakukan apa-apa. Remaja harus yakin bahwa panggilan untuk melestarikan alam merupakan panggilan untuk menghadirkan damai sejahterah Allah. Kita dapat melihat kisah Jadav Payeng yang dijuluki forest man of India, yang mengubah pulau tandus seluas 1.360 hektar menjadi hutan yang hijau. Kini hutan tersebut juga menjadi habitat bagi harimau Bengal, badak, burung nasar, dan 115 gajah. Pelestarian ia mulai pada tahun 1979, waktu itu Jadav masih remaja sama sepertihalnya kita (bisa diceritakan lebih detail sesua ilustrasi).

Mencintai alam merupakan sebuah tindakan yang mungkin dilakukan oleh siapapun termasuk kita. Seperti yang diungkapan oleh rasul Paulus dalam 1 korintus 3:6 Aku menanam, Apolos Menyiram, tetapi Allah yang memberi Pertumbuhan. kita harus sadar bahwa apa yang kita perbuat Allah lah sumber kehidupan yang memberikan pertumbuhan. Namun kita harus mau memulai untuk bertindak sepertihalnya menanam ataupun merawatnya sehingga kemuliaan Allah semakin nyata dalam memberikan kehidupan.

Kehidupan ini bukan hanya milik kita sebagai manusia, namun kehidupan ini milik semua yang ada. Keegosian kita akan menghancurkan diri kita sendiri. Berbagi kehidupan merupakan langkah yang indah dan baik untuk kita nyatakan. Yunus dalam kisah pergumulannya merasakan betapa sejuk dan teduhnya mendapatkan naungan, meski hanya dari sebuah pohon jarak. Naungan dari sebuah pohon tidak hanya menyejukan diri Yunus dari teriknya matahari, tapi pada saat itu juga dapat menyejukan kegelisahan hatinya. Namun ketika pohon itu diambil Allah, Yunus kembali kehilangan semangat hidup (ay 7).

Keberadaan alam sangat berdampak bagi kita semua, oleh sebab itu dibulan penciptaan ini, kita mengupayakan untuk bersentuhan dengan alam. Memperlakukan mereka dengan lebih baik lagi supaya kita juga semakin merasakan kebaikan dari alam ini. Amin

Aktivitas

  1. Di daerah malang selatan dan beberapa tempat lainnya sering terjadi banjir bandang dan tanah longsor. Bencana alam menjadikan beberapa area tidak bisa dikelola dan dibiarkan begitu saja. Dari konteks ini ajaklah remaja untuk melakukan penaman pohon disekitar area longsor sehingga tanah tersebut hijau kembali. Inspirasi dapat ditekankan kisah Jadav Payeng dari India.
  2. Gelombang pasang sering terjadi, berdampak rusaknya hunian warga yang dekat dengan pantai. Oleh sebab itu melalui remaja mulailah berkampanye tentang penanaman bakau sebagai langkah kongkrit untuk mengurangi abrasi.
  3. Bagi jemaat perkotaan sangat lekat dengan cuaca yang panas. Dan jika lingkungan gereja tidak banyak tanaman akan semakin terasa panasnya. Ajaklah remaja untuk memulai gerakan penghijauan gereja dengan cara membuat taman dan merawatnya. Sehingga lingkungan gereja semakin asri dan sejuk. Jika memungkinkan carilah pohon khas di daerah masing-masing yang sekarang mulai langkah untuk ditanam disekitar gereja.

Lagu Tema :  Kidung Jemaat 337 “Betapa Kita Tidak Bersyukur”


 

[1] https://travelingyuk.com/jadav-payeng/119075/ diundhu 11 Agustus Pukul 21.00

[2] http://www.menlhk.go.id/siaran-81-pencegahan-karhutla-berhasil-tekan-angka-deforestasi.html diundhu 18 agustus 2018 pukul 22.00

Renungan Harian

Renungan Harian Anak