Makin Dekat, Makin Disayang Tuntunan Ibadah Anak Pratama 3 Juni 2018

Bacaan : Ulangan 6: 5-9
Tahun Gerejawi : Bulan Keluarga
Tema : Keintiman dengan Keluarga
Tujuan :

  1. Anak dapat menceritakan bahwa Tuhan senang pada anak yang dekat Tuhan dan orang tua
  2. Anak dapat menjelaskan pentingnya ibadah bersama dalam keluarga untuk meningkatkan kedekatan anak kepada orang tua dan Tuhan

Lagu tema : Kidung Ria No. 166 “Tuhan Gunung Batuku”

PENJELASAN TEKS: (Untuk Pamong)

Kasihilah Tuhan Allahmu

Ibadah keluarga dapat mendekatkan anak kepada orang tua dan Tuhan

Dalam perikop bacaan hari ini, kata “Kasihilah Tuhan Allahmu” berarti menuruti segala perintah-Nya dengan tekad yang bulat, bahwa kasih juga berarti menaruh perhatiannya yang sepenuhnya kepada kepentingan-kepentingan atau perintah Tuhan. Hal ini dilakukan dengan melakukan segala sesuatu yang menjadi kehendak Tuhan. Sementara kata “dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan” berarti bahwa setiap umatnya menyerahkan segala proses pemikiran, perasaan dan  keputusan (apa yang akan dikerjakan) kepada Tuhan, supaya dituntun demi tercapainya kehendak Tuhan. Dalam bagian ini menunjukkan bahwa tidak ada satu bagian pun dalam kehidupan orang Israel yang terlepas dari relasi mereka yang penuh kasih kepada Tuhan.

Ajaran ini merupakan perintah yang harus diperhatikan, harus diajarkan berulang-ulang (ayat 7) dan tidak berhenti (ayat 8-9). Hal ini dilakukan dalam rangka menajamkan spiritual, sehingga tidak pernah melupakan Tuhan yang membawa mereka keluar dari Mesir. Hidup orang Israel seluruhnya senantiasa ditujukan kepada Tuhan yang senantiasa menuntun mereka dan harus senantiasa dekat dengan-Nya. Kedekatan yang demikian inilah yang diharapkan oleh Tuhan, bukan kedekatan yang sebagian saja, melainkan kedekatan yang sepenuhnya. Sepenuhnya berarti berani memberikan diri semuanya (hati, jiwa dan kekuatan) untuk dipakai oleh Tuhan sebagai sarana saluran berkat-berkat-Nya. Demikian juga dengan anak-anak harus mempunyai hubungan atau relasi yang dekat dengan Tuhan dan menyerahkan seluruh dirinya untuk dipakai oleh Tuhan. Kedekatan anak-anak dengan Tuhan bisa diwujudkan dengan rajin berdoa (bangun tidur, sebelum makan, sebelum tidur), rajin ke gereja, rajin memuji Tuhan, supaya anak-anak terbiasa untuk dekat dengan Tuhan. Di samping itu, kedekatan dengan Tuhan juga bisa diwujudkan dengan kedekatan anak-anak dengan orangtua mereka. Tuhan menghendaki supaya anak-anak juga patuh dan taat kepada orangtua mereka (Efesus 6:1).

 

Alat Peraga

  • Pamong menyiapkan rantai dengan berbagai ukuran (misalnya rantai kecil untuk mengikat hewan, rantai sedang untuk mengikat pintu dan lain-lain.).
  • Pamong menyiapkan beberapa macam tali (tali rafia, tali pramuka, tali karet ban dan lain-lain yang ada di lingkungan pamong)

Catatan: masukkan semua tali tersebut ke dalam sebuah tas atau keranjang yang tertutup untuk membuat anak-anak penasaran.

 

CONTOH CERITA (Untuk Anak-anak)

Hai adik-adik.. Apa kabar? (biarkan anak-anak merespon) sekarang supaya kompak, kalau kakak tanya apa kabar?, adik-adik menjawab begini ya: “Puji Tuhan (tangan kanan mengepal dan diangkat ke atas), Luar biasa (mengacungkan ibu jari/jempol)”. Kita coba ya?

Selamat pagi adik-adik.. Apa kabar? (bisa diulang beberapa kali)

(pamong menunjukan tas atau keranjang yang dibawanya)

Hari ini kakak bawa sesuatu lho… sesuatu itu ada di dalam keranjang ini.. Apa ya kira-kira? Penasaran kan? Sebelum dibuka mari bersama-sama kita buka Alkitab kita. Kita akan membaca dari Kitab Ulangan 6: 5. Kita baca bersama-sama ya.. “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (diulang beberapa kali sampai anak-anak dapat menghafalkannya.)

Nah… sekarang kita buka yuk keranjangnya, apa ya isinya? (tahan agak lama supaya menarik perhatian anak-anak). Taraaaaaa… apa ini ya? Ooo ternyata isinya tali rafia, tali pramuka, rantai (angkat dan keluarkan satu persatu dari dalam keranjang). Apa adik-adik sudah pernah melihat rantai sebelumnya? Atau ada yang punya di rumah? Coba kita perhatikan bersama-sama bentuk dari rantai ini. Apakah rantai ini sama dengan tali rafia atau tali pramuka? Tentu tidak karena rantai ini tersusun dari bagian-bagian yang saling terhubung antara yang satu dengan yang lain, saling mengkait. Apakah tali (rafia) ini lebih kuat daripada rantai? Tentu tidak, karena bahan yang dibuat untuk membuat rantai lebih kuat daripada tali rafia. Wah ternyata rantai itu lebih kuat dari banyak tali yang lain ya? Tidak mudah putus juga dan bisa digunakan untuk apa saja, misalnya: mengikat hewan yang liar, mengikat pintu supaya tidak ada pencuri yang masuk rumah dll. Lalu apa ya hubungannya denganfirman Tuhan hari ini?

Adik-adik, kita ibarat mata rantai ini (mata rantai adalah bagian-bagian kecil atau lingkaran-lingkaran kecil). Yang saling terhubung bukan hanya dengan teman-teman kita yang lain, tetapi yang lebih utama adalah terhubung dengan Tuhan. Apa ayat bacaan kita tadi (ajak anak-anak untuk mengulang ayat bacaan!) Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan berarti kita mau menyerahkan diri kita seluruhnya kepada Tuhan. Memberikan diri kita ini terhubung dengan Tuhan. Ya seperti rantai ini yang saling terhubung satu dengan yang lain sehingga menjadi satu kesatuan yang kuat. Bagaimana jadinya kalau mata rantai ini tidak saling terhubung? Apakah masih menjadi rantai yang kuat? Tentu tidak. Oleh karena itu adik-adik mari terus berusaha untuk dekat dengan Tuhan, menghubungkan diri dengan Tuhan. Bagaimana caranya? Caranya dengan rajin berdoa (doa sebelum makan, sebelum tidur, bangun tidur, mau ke sekolah) siapa yang sudah rajin berdoa di sini?, rajin membaca Alkitab meskipun hanya satu ayat (kalau belum bisa membaca sendiri, anak-anak diarahkan untuk mengajak orangtuanya membantunya membacakan satu ayat setiap hari) dan rajin ke gereja.

Kira-kira adik-adik mau menjadi rantai yang kuat atau yang tidak kuat? Pasti rantai yang kuat ya? Kalau begitu harus terhubung juga dengan orangtua atau orang-orang terdekat yang kita sayangi. Bagaimana caranya? Yakni melalui ibadah bersama dengan keluarga kita masing-masing. Dengan adanya ibadah bersama orangtua ini, maka adik-adik  mempunyai waktu untuk bisa saling bercerita kepada orangtua. Mau ya? Kalau semuanya sudah terhubung dengan baik, dijamin pasti rantainya akan kuat. Pasti adik-adik akan menjadi anak-anak yang hebat dan luar biasa. Siap menjadi anak-anak yang luar biasa?

Tuhan memberkati kita semua. Amin.


gambar: sweetpublishing.com

 

Bagikan Entri Ini: