Aku Menjadi Berkat Tuntunan Ibadah Anak Pratama 27 Mei 2018

Bacaan : Kejadian 12:1-3
Tahun Gerejawi : Karakter Kristiani
Tema : Karakter Kristiani
Tujuan :

  1. Anak dapat menceritakan kembali cerita panggilan Tuhan kepada Abraham
  2. Anak dapat menyebutkan sikap-sikap keluarga Kristen yang menjadi berkat bagi sesama ciptaan  dalam kehidupan sehari-hari

Lagu Tema : KJ 71 “Abraham, Abraham”

PENJELASAN TEKS (untuk Pamong)

Kejadian 12:1-3 merupakan firman Allah yang berisi perjanjian dengan Abram, bentuknya berwujud perintah dan janji. Firman ini memang dikatakan kepada Abram tetapi tidak hanya bagi Abram seorang, melainkan ditujukan bagi banyak orang, dimulai dari Abram dan keluarganya. Pertama-tama adalah berupa perintah : “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Ku tunjukkan kepadamu.” Perintah ini diberikan supaya Abram bersama dengan keluarganya mau melepaskan diri atau pergi meninggalkan segala sesembahan keluarga besar Terah (ayah Abram) yaitu pada berhala. Kemudian mengalihkan perhatian hidupnya kepada Allah dengan penuh ketaatan sebagai satu-satunya Tuhan yang disembahnya.

Bila perintah tersebut dilakukan oleh Abram dan keluarganya, maka janji Tuhan akan dinyatakan, yaitu Allah menjadikan Abram menjadi bangsa yang besar, memberkati dan membuat namanya mashyur serta menjadikannya jalan berkat bagi orang lain. Dengan kata lain, janji Tuhan kepada Abram ini adalah janji kehidupan:

  • Bangsa yang besar. Bangsa : tanah dan juga orang yang tinggal di atasnya. Hal ini adalah tanda bagi kelestarian seluruh keturunan Abram beserta dengan seluruh tanah yang ditempati keluarga anak cucu Abraham. Semuanya lestari: hidup sejahtera di hadapan Tuhan.
  • Membuat namanya mashyur: (terlebih pada masa kini) menjadi banyak idaman setiap orang, untuk dikenal banyak orang dan dikenal berarti juga mendapat pengakuan dari orang lain. Abram dikenal karena ketaatan dan hormatNya pada Tuhan dan akhirnya namanya termasyur dan dikenal sebagai Bapa orang percaya.
  • Memberkati dan menjadikannya jalan berkat. Ini merupakan harapan setiap orang untuk mendapatkan berkat. Tuhan sesungguhnya tidak hanya memberkati Abram tetapi juga bagi orang-orang lain, yang mana Abram dijadikan sarana Tuhan menyalurkan berkatnya. Lebih dari itu, Tuhan begitu menjaga hidup Abram sehingga bila ada orang yang mengutuk (berbuat jahat) padanya, maka Tuhanpun akan melakukan hal yang sama bagi orang itu. Allah berdiri di samping Abram, menjaga dan membelanya.

Semua janji indah itu terjadi bila perintah yang diberikan oleh Allah di awal tadi dilakukan. Melakukan perintah Allah itu adalah terwujud dalam karakter seseorang, sebab memerlukan kepatuhan, kesetiaan dan iman yang teguh. Hal-hal tersebut diperlukan karena melakukan perintah Allah tidak mudah, bahkan penuh dengan misteri; sama seperti yang terjadi dengan Abram yaitu disuruh untuk pergi ke suatu negeri yang nanti akan ditunjukkan. Pada saat itu perintah tampak tidak jelas karena tidak disebutkan nama negerinya, tetapi pada saatnya Allah menunjukkan tempat/negeri itu karena kesetiaan, kepatuhan dan keteguhan hati Abram dan keluarga dalam melakukannya.

Kesetiaan, kepatuhan dan keteguhan iman percaya yang diperlihatkan oleh Abram dan keluarga itulah bagian dari karakter kristiani yaitu karakter hidup orang yang dengan sungguh-sungguh mengikut Kristus (atau disebut orang Kristen), sebab itu pulalah yang diteladankan oleh Yesus Kristus dalam memenuhi perintah Allah untuk menebus dosa manusia. Bila kesetiaan, kepatuhan dan keteguhan iman percaya sebagai bagian dari karakter kristiani dilakukan dengan sungguh maka setiap laku hidup pasti bisa menjadi jalan berkat bagi sesama lainnya.

Karakter Kristiani bukan hanya melakukan tugas / perintah Allah hanya supaya mendapat janji Allah, tetapi melakukan perintah Allah karena memang itulah yang semestinya dilakukan oleh setiap orang yang percaya kepadaNya dan janji Allah akan mengikutinya.

CONTOH CERITA (Untuk Anak)

Pamong dapat menggunakan alat peraga boneka tangan/jari untuk bercerita tentang tokoh Abraham.

Di suatu tempat bernama desa Ur-Kasdim, hiduplah seorang laki-laki yang baik. Ia bernama Abram. Pak Abram mempunyai istri bernama bu Sarai. Pak Abram dan bu Sarai tidak punya anak, tetapi memiliki seorang keponakan bernama Lot. Lot adalah anak saudara pak Abram yaitu pak Haran, tetapi pak Haran ini sudah meninggal. Suatu hari ayah pak Abram yaitu kakek Terah ingin pergi berkelana. Maka kakek Terah mengajak pak Abram, bu Sarai dan Lot untuk pergi dari desa Ur-kasdim menuju ke tanah Kanaan. Ketika masih sampai di daerah Haran, kakek Terah meninggal karena sudah tua. Karena kakek Terah meninggal, maka bapak Abram dan rombongan menetap di daerah itu.

Sampai pada suatu ketika, tiba-tiba Tuhan datang kepada pak Abram. Tuhan ingin membuat perjanjian dengan pak Abram. Isi perjanjian itu: pak Abram disuruh oleh Tuhan pergi dari tempat itu menuju ke suatu tempat yang akan ditunjukkan Tuhan. Kalau pak Abram mau, Tuhan akan memberi pak Abram berkat selama hidupnya. Bahkan kalau ada orang menjahati pak Abram, Tuhan pasti melindungi pak Abram. Pak Abram pun bersedia.

Pak Abram mengajak bu Sarai dan Lot untuk pergi melakukan perintah Tuhan. Ternyata perjalanan yang harus ditempuh sangatlah jauh dan melelahkan. Mereka harus berjalan melewati padang gurun, juga melewati lembah. Kadang merasa lelah dan lapar tetapi mereka tetap semangat dan terus berjuang menjadi keluarga yang baik.

Pak Abram, bu Sarai dan Lot saling membantu. Mereka juga saling mengingatkan untuk berdoa kepada Tuhan, untuk melakukan hal-hal yang baik. Mereka juga sering menyapa orang lain yang berpapasan dengan mereka. Mereka ini orang yang ramah. Untuk itulah Tuhan semakin mengasihi dan memberkati mereka.

Adik-adik, senang yaa jadi keluarganya pak Abram. Saling mengasihi dan selalu diberkati Tuhan. Kita juga bisa lo seperti keluarganya pak Abram. Saat di rumah, kita membantu ibu dan bapak tanpa disuruh, menyayangi adik dan kakak. Tidak suka marah-marah. Baik sama teman-teman. Kita juga mengingatkan bapak, ibu, adik, kakak untuk selalu berdoa pada Tuhan. Itulah tandanya keluarga Kristen, saling mengasihi saudara itu sama dengan kita juga mengasihi Tuhan. Percayalah Tuhan pasti mengasihi kita juga seperti pada keluarga pak Abram. Tahukah adik-adik kalau pak Abram ini juga disebut bapak orang percaya. Karena hidup pak Abram percaya sungguh pada Tuhan, dan orang yang percaya pada Tuhan seperti pak Abram juga berlimpah berkat sama seperti berkat yang dijanjikan Tuhan pada pak Abram.

CONTHO CARIYOS (Basa Jawi)

Pamong dapat menggunakan alat peraga boneka tangan/jari untuk bercerita tentang tokoh Abraham.

Ing sawijining panggonan kang diarani Ur-Kasdim, ana bapak sing becik banget uripe, asmane Pak Abram. Ing Ur-Kasdim, Pak Abram gesang karo keluargane, yaiku mbah Terah (bapake Pak Abram), garwane kang asmane bu Sarai, lan ponakane. Pak Abram lan bu Sarai iki durung kagungan putra. Mula nggulawenthah putranipun Pak Haran sing jenenge Lot. Amarga Pak Haran sampun seda.

Sawijining dina Mbah Terah ngajak Pak Abram, Bu Sarai uga Lot tumuju ing Kanaan. Nanging amarga yuswane sepuh, nalika tekan ing laladan Haran, Mbah Terah seda. Amarga Mbah Terah seda, pak Abram banjur ora sida lunga menyang tanah Kanaan ananging mandeg ing Haran lan gawe omah ing kono.

Kacarita, Gusti Allah banjur ndhawuhi Pak Abram, bu Sarai lan Lot lunga saka omahe tumuju ing Tanah kang sampun disiapaken dening Gusti. Yen Pak Abram kersa, Pak Abram diparingi prajanji bakal tampa kabungahan lan berkat. Malah Gusti uga prajanji tansah paring perlindungan yen ana sing bakal tumindak jahat. Pak Abram manut dhawuhipun Gusti, banjur mangkat ing tanah kang wus dijanjikake dening Gusti.

Lelampahan (perjalanan) kang ditempuh karo Pak Abram, Bu Sarai lan Lot ora gampang. Amarga kudu liwat ngare uga ara-ara samun. Nanging kabeh pada mbudidaya dadi brayat sing becik, lan wanuh dhawuhipun Gusti.

Pak Abram, Bu sarai lan Lot padha paweh pambiyantu siji lan sijine. Padhe ngelingake siji lan sijine, supaya ora lali ndedonga lan tumindak becik. Kepara brayate pak abram iku iya sumeh marang wong liya sing ketemu nalika tumuju tanah kang dipunjanjikaken dening Gusti. Mula Gusti banjur maringi berkah kang akeh banget tumrap brayate pak Abram.

Adik-adik, bungah banget ya dadi brayate Pak Abram, mbiyantu pepadha keluarga lan diberkati dening Gusti. Awake dhewe iya isa lho, dadi kaya brayate Pak Abram. Adik-adik saged mbiyantu ibu, bapak, mboten usah didhawuhi, sayang kalih mas/mbak lan adik. Mboten mutungan/nesunan. Matur kaliyan bapak ibu supados sregep sembayang. Iku kabeh cirine brayat Kristen, sing kebak katresnan, awit nresnani sedulur iku iya nresnani Gusti Allah. Kita sedaya yakin menawi Gusti Allah sayang kaliyan brayat kita kados Gusti Allah sayang kaliyan brayatipun Pak Abram. Adek-adek napa ngertos menawi Pak Abram disebut “Bapa orang percaya”. Iku kabeh amarga pak abram percaya banget karo Gusti Allah, lan sing sapa percaya banget kaya dene pak Abram diparingi berkah lan kabingahan saking Gusti.

AKTIFITAS:

Bahan yang disiapkan:

  1. Tiap anak membawa satu fotonya masing-masing atau foto bersama keluarga (bila tidak ada bisa diganti dengan menuliskan nama masing-masing anggota keluarga)
  2. Kertas bufalo
  3. Gambar Cinta seperti contoh gambar: bertuliskan Setia, Patuh dan Percaya
  4. Spidol
  5. Lem
  6. Renda atau Pita

Yang dilakukan:

  1. Tempel foto dan beri nama di kertas bufalo.
  2. Tempel gambar Cinta di bagian tengahnya.
  3. Pada sisi sebelah kanan tulislah Tuhan.
  4. Tempellah renda atau pita mengelilingi kerta bufalo. Jadilah seperti frame. Bisa ditambah dengan tali untuk menggantung.

Frame dengan gambar tersebut dapat dipakai sebagai pengingat anak untuk selalu mengajak keluarganya mencintai Tuhan dengan setia, patuh dan percaya kepada Tuhan seperti keluarga Abram.

 

 

 

 

 

 

Lagu Tema: KJ 71 “Abraham, Abraham”

 

Bagikan Entri Ini: