Maaf, Saya Salah Tuntunan Ibadah Anak Madya 25 Februari 2018

Bacaan: Markus 1:1-8
Tahun Gerejawi: Pra Paskah II
Tema: Mengakui Kesalahan
Tujuan :

  1. Anak dapat menjelaskan tugas Yohanes Pembaptis.
  2. Anak dapat menerapkan sikap berani bertanggungjawab atas kesalahan yang dilakukannya.

Lagu Tema: Special Songs for Kids 99 “Aku Bahagia”

Penjelasan Teks (Untuk Pamong):
Dengan mengutip kitab Perjanjian Lama, Markus memberi indikasi bahwa kedatangan Yesus sudah dinantikan sejak lama. Tanda-tanda kedatangan-Nya secara rinci dinubuatkan. Kedatangan-Nya ditandai dengan hadirnya seorang pendahulu, Yohanes Pembaptis. Ia mempersiapkan jalan bagi Yesus.

Bagaimana Yohanes mempersiapkan jalan? Dengan memberitakan tobat untuk pengampunan dosa (ayat 4). Dengan pertobatan, jalan Mesias dipersiapkan. Tugas ini Yohanes lakukan sepenuh hati, giat dan rajin. Yohanes bekerja keras. Buktinya? Khotbah-khotbah pertobatannya menjangkau orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem (ayat 5).

Istilah ‘seluruh’ dan ‘semua’ menunjuk pada semua lapisan dan tingkat sosial masyarakat. Mereka memberi respons pada pemberitaan Yohanes. Sebagai tanda kelihatan dari respons tersebut mereka dibaptis. Bukti lain bahwa Yohanes melakukan tugas dengan sepenuh hati terungkap dalam ayat 6. Yohanes tidak dipusingkan oleh urusan-urusan pakaian dan makanan. Berita tentang kedatangan Yesus lebih penting daripada perkara-perkara materi. Yohanes berkhotbah bukan untuk memperkaya diri. Khotbahnya adalah pelayanan kepada Yesus, bukan sarana cari uang. Apa lagi? Khotbah Yohanes berfokus pada Yesus. Yohanes tidak mengajarkan prinsip agama dan moral hasil penemuannya. Yohanes tidak membentuk suatu komunitas militan yang setia dan taat padanya. Yohanes mengarahkan mereka kepada Yesus (ayat 7). Yohanes menegaskan bahwa Yesus lebih tinggi dan mulia. Baptisan yang dilakukannya lebih rendah dari baptisan yang dilakukan Yesus (ayat 8). Sentralitas Yesus terlihat jelas melalui perbuatan dan perkataan Yohanes. Hidup Yohanes menunjuk pada Yesus.

Persiapan Cerita:

  • Ingatkan anak-anak akan tugas minggu kemarin tentang berpantangan makanan dan perbuatan. Tugas ini akan didiskusikan.
  • Pamong menyiapkan lembar kerja yang akan diisi oleh anak-anak. Lembar kerja ada di peraga. Disiapkan berwarna merah dan putih
  • Disediakan tempat untuk membakar kertas berwarna merah. Bisa berupa kaleng susu atau biskuit.

Contoh Cerita (untuk Anak-Anak):
Selamat pagi anak-anak yang hebat.

Bagaimana tugas minggu kemarin sudah dijalankan? Susah tidak belajar berpantangan? Ayo kita lihat bersama-sama tugasnya. (Anak-anak diajak mendiskusikan tentang kendala yang mereka hadapi untuk melakukan pantangan makanan dan pantangan perbuatan). Walau ada kendala yang dihadapi, tetapi anak-anak hebat sudah melakukan pantangan-pantangan itu.

Anak-anak tentu masih ingat ada orang-orang Israel yang berbuat dosa karena tidak melakukan puasa dengan baik. Tetapi ternyata dosa-dosa orang Israel tidak hanya sekedar itu saja, banyak yang lainnya perbuatan-perbuatan tidak baik yang dilakukan oleh bangsa Israel seperti : suka menggerutu, hanya memikirkan dirinya sendiri, dll. Oleh karena itu Yesus hendak datang ke dunia menyelamatkan manusia dari dosa. Sebelum Yesus datang, ada seseorang yang terlebih dulu datang menyiapkan jalan untuk kedatangan Yesus. Siapakah dia? Iya betul, dia adalah Yohanes Pembaptis. Apa yang dikerjakan oleh Yohanes Pembaptis? Mari kita bersama-sama baca di ayat 4. Yohanes Pembaptis bertugas mengingatkan orang-orang itu supaya mereka mau bertobat dari perbuatan mereka yang jahat sehingga mereka akan mendapat pengampunan dosa. Kalau mendapat pengampunan dosa tentu senang sekali, karena yang jelas mereka tidak akan mendapat hukuman dari dosanya itu.

Tetapi apa yang harus dilakukan oleh orang-orang itu? Mereka harus benar-benar bertobat dan memberi diri mereka dibaptis, supaya benar-benar disucikan dari dosanya. Memberi diri, berarti benar-benar ada kemauan dari dirinya sendiri bukan karena terpaksa. Contohnya anak-anak meminjam pensi kepunyaan teman lalu kemudian pensil itu hilang, kemudian anak-anak dengan kesadaran sendiri (tanpa disuruh orangtua atau guru) mau meminta maaf kepada teman itu karena telah menghilangkan pensilnya. Jadi orang-orang itu bertobat, mengaku dosanya karena keinginan mereka sendiri bukan karena dipaksa. Itu adalah hal yang sangat penting. Berapa banyak orang-orang itu? Mari kita baca ayat 5. Dituliskan dari seluruh Yudea dan semua penduduk Yerusalem. Wow, berarti banyak sekali ya yang mau bertobat dan mengakui dosa mereka. Menyenangkan sekali jika banyak orang yang mau mengakui kesalahannya tanpa dipaksa.

Anak-anak yang hebat,
Sekarang bagaimana dengan anak-anak. Pernahkah anak-anak berbuat salah kepada orangtua, guru dan teman? (ajak anak-anak mengisi lembar warna merah). Kalau anak-anak pernah berbuat salah, lalu apa yang anak-anak lakukan? (ajak anak-anak mengisi lembar warna putih). Jika anak-anak mau mengakui kesalahan dengan kemauan sendiri tanpa dipaksa siapapun berarti anak-anak benar-benar adalah anak yang hebat. Dan tentu bukan hanya orangtua, guru atau teman yang akan memaafkan tetapi juga Tuhan akan memaafkan anak-anak. Oleh karena itu mari sekarang kita meninggalkan perbuatan-perbuatan yang buruk dan salah yang pernah kita lakukan dengan membakar kertas merah yang sudah kita tulis kesalahan tadi. Lalu berjanji untuk terus berbuat baik dengan menempelkan kertas warna putih yang sudah kita tulis kebaikan kita supaya dapat terus kita ingat.

Cotho Cariyos (Basa Jawi):
Bocah-bocah piye kabare? tugas ndek Minggu wingi apa wis pada ditindakake ? angel ora sinau pantang kuwi ? Ayo saiki pada crita ( Lare-lare dipun ajak diskusi bab pambenganipun sinau pantang )

Anak-anak sing daktresnani, sakdurunge Gusti Yesus rawuh ana wong kang aran Yokanan miwiti lampahe Gusti Yesus kanthi wartake bab pratobatan lan pangapuraning dosaka Gusti Allah ( ay 4). yokanan duwe ugas martakake bab pratobatan supada wong-wong pada gelem mratobat saka timindake kang kebak dosa. Yen gelem mratobat pada oleh pangapuraning dosa

Tanda yen pada mratobat, wong-wong kudu dibaptis. Kudu lair saka atine dewe lan ora dipeksa sapa-sapa. Contone yen ana sing nyilih potlot saka kancane yen ngilangake potlot kui kudud gelem ngakoni salahe menyang kancane mau yen wis ngilangake potlot. Sepira akehe sing padha maratobat yo kira-kira ? bener, kabehpendududk tlatah Yudea lan Yerusalem pada nyuwundibaptis (ay 5) Wah akeh tenan yo, seneng banget yo yenakeh sing pada mratobat saka atine dewelan ora dipekso sapa-sapa.

Bocah-bocah kang hebat,
Piye karo kowe kabeh , apa yo tau nglakoni salah ? apa kang padha kok lakoni ( ditulis ing lembar petak, sampun dipun cawisaken ing peraga) Yen kowe kabeh pada gelem ngakoni dosa saka atimu dewe kui apik banget. Mung karo manungsa wae, Gusti Allah uga ngapura dosa-dosamu. Mulane ayo padhaninggal tumindak ang elek lan kebab dosa. Saiki pada nulisa ning kertas abang kabeh kaluputanmu. Yen wis, kertas abang iki ayo padha diobong ben aja dieling-eling lan dilakoni maneh. Kertas sing putih pleh disimpen ben kowe pada eling bab-bab sing apik, kuwi sing kudu kok tindakake.

Lagu Tema: Spesial Songs for Kids 99 “Aku Bahagia”

Gambar: http://sweetpublishing.com/

 

Bagikan Entri Ini: