Keluargaku, Tempat Belajarku Tuntunan Ibadah Anak Madya 3 Juni 2018

Bacaan : Ulangan 6: 5-9
Tahun Gerejawi : Bulan Keluarga
Tema : Keintiman dengan Keluarga
Tujuan :

  1. Anak dapat menceritakan bahwa Tuhan senang pada anak yang dekat Tuhan dan orang tua
  2. Anak dapat menjelaskan pentingnya ibadah bersama dalam keluarga untuk meningkatkan kedekatan anak kepada orang tua dan Tuhan

Lagu tema : Kidung Ria 38 “Kucinta Kluarga Tuhan”

PENJELASAN TEKS: (Untuk Pamong)

Keluarga tempat belajar

Keluargaku, Tempat Belajarku

Bagi orang Yahudi, pendidikan merupakan pilar utama bagi kehidupan mereka. Tak heran, meskipun sedikit, orang Yahudi tersebar dimana-mana dan keberadaannya sangat berpengaruh bagi dunia global. Penganut agama Yahudi sangat mementingkan ketaatan kepada agama. Salah satunya lewat pendidikan agama. Sehingga para orang tua mengajarkan dan menanamkan kedisiplinan rohani sejak dini. Pendidikan anak bagi mereka tidak dimulai saat pendidikan di sekolah formal, akan tetapi justru pendidikan dimulai dari rumah.

Bagi orang Yahudi, orang tua sangat bertanggung jawab atas perkembangan rohani anak-anaknya. Tak heran jika di dalam setiap kesempatan, orang tua selalu mengajar dan mengajar. Baik saat santai, saat dalam perjalanan, saat mengakhiri hari dan disegala kesempatan. Apa yang diajarkan oleh orang tua benar-benar dijadikan dasar dan gaya hidup setiap hari, dimanapun mereka berada (Ulangan 6:7-9).

Sebelum anak-anak mengenal dunia luar, mereka telah dibekali pendidikan kerohanian. Sehingga saat bergaul dan hidup jauh dari orang tua, anak-anak sudah memiliki dasar kehidupan yang benar.

Mereka mengajar sesuai dengan jenjang umur, seperti berikut :

  1. Anak umur 5 tahun mendengarkan cerita bersumber dari Taurat yang dilakukan secara verbal oleh orang tuanya.
  2. Umur 10 tahun , belajar tentang Mishna (tulisan-tulisan tokoh-tokoh Yahudi).
  3. Umur 13 tahun, diajarkan tentang hukum-hukum Tuhan.
  4. Umur 15 tahun, diajarkan tentang Talmud (catatan diskusi para Rabi Yahudi tentang hukum Yahudi, etika, kebiasaan dan sejarah).
  5. umur 18 tahun, diajarkan bagaimana mendapatkan seorang istri.
  6. Umur 20 tahun, didorong untuk melakukan suatu panggilan.

 

PERSIAPAN CERITA : Pamong menyiapkan alat tulis dan amplop sejumlah anak-anak yang hadir.

 

CONTOH CERITA (Untuk Anak-anak)

Adik-adik yang dikasihi Tuhan,

Bagaimana kabarnya hari ini? Wah semua sangat ceria pagi ini ya.  Hayo adakah diantara kalian yang berangkat ke gereja diantar oleh orang tua? Ok…… Ternyata ada sebagian yang diantar dan sebagian yang berangkat sendiri. Adakah yang pada hari ini melakukan segala sesuatu tanpa bantuan orang tua? Tentu tidak ada! Adik-adik semua masih sangat tergantung pada orang tua. Dari menyiapkan segala kebutuhan kita setiap hari, bahkan tuntunan hidup baik seperti yang dikehendaki Tuhan.

Adik-adik yang dikasihi Tuhan,

Berbicara tentang tuntunan hidup dari orang tua, mari kita bersama mengingat pengajaran yang diberikan oleh orang tua kita.

  1. Siapa yang ingat doa sederhana pertama yang diajarkan orang tua kita? Coba bagaimana isi doanya!
  2. Cerita Alkitab apa yang diceritakan oleh orang tua, yang paling adik-adik ingat?
  3. Pernahkah kalian diajak ibadah keluarga (renungan pagi atau malam oleh orang tuamu? Bagaimana responmu? Dilakukan dengan suka cita atau bersugut-sungut?

(Berikan kesempatan anak-anak untuk mengingat dan menjawab).

Adik-adik yang dikasihi Tuhan,

Anak-anak yang selalu dekat dengan Tuhan menjadi anak-anak yang sangat dikasihi Tuhan. Tuhan sangat rindu untuk bertemu dengan kita setiap hari. Tuhan rindu untuk menuntun, menolong dan memberkati kita semua.

Lalu bagaimana kita bisa selalu bertemu dengan Tuhan? Salah satunya lewat segala hal baik yang diajarkan oleh kedua orang tua kita. Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya celaka. Tetapi sebaliknya setiap orang tua pasti rindu anaknya senantiasa diberkati oleh Tuhan. Seperti dalam diskusi kita di atas, para orang tua sejak dini berusaha membekali dan memagari kita untuk dekat dengan Tuhan. Mereka mengajarkan doa, menceritakan karya Tuhan di dalam Alkitab dan juga nasehat-nasehat yang baik bagi hidup kita bahkan mungkin juga mengajak adik-adik untuk melakukan ibadah bersama dalam keluarga.

Sama dengan anak-anak Yahudi sejak umur 5 tahun sampai masa remaja mereka diajarkan dengan pengajaran-pengajaran agama oleh orang tuanya diberbagai kesempatan. Pengajaran ini dilakukan dengan ketat di dalam keluarga Yahudi. Pengajaran diberikan baik di jalan, baik sebelum tidur, baik saat santai. Dalam segala kesempatan Firman Tuhan selau disampaikan.

Adik-adik yang dikasihi Tuhan,

Jika kita sudah terbiasa dekat dengan Tuhan, kita akan dapat memetik manfaatnya. Kita akan semakin bertumbuh dengan pengajaran yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Tahu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dan lebih daripada itu, adik-adik juga bisa bersikap dengan tepat. Yang baik dilakukan dengan setia sedangkan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan pasti akan tegas ditinggalkan. Oleh sebab itu jangan malas ya kalau diingatkan oleh orang tuamu untuk berdoa, membaca Alkitab dan juga melakukan ibadah keluarga baik pagi atau malam hari. Jangan bosan-bosan mendengarkan nasehat orang tuamu. Tetapi jika keluarga kita belum bisa melakukan dengan setia, ajaklah orang tuamu untuk melakukan doa, membaca Alkitab dan ibadah keluarga bersama-sama. Dengan demikian keluarga kita akan menjadi keluarga yang kompak, saling mendukung, saling mengingatkan dan bertumbuh bersama di dalam Tuhan.

 

Lagu Tema : Kidung Ria 38: 1, 2, 3 “Kucinta Kluarga Tuhan”

Catatan: untuk bait 2 dan 3 kata-kata mengasihi menjadi melayani dan mengingatkan

AKTIVITAS :

  1. Anak-anak diminta untuk membuat surat kepada orang tua yang isinya:
    1. Mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang sudah selalu mengajak anak-anak untuk dekat dengan Tuhan.
    2. Komitmen untuk rajin membaca alkitab, berdoa dan semangat diajak untuk Ibadah keluarga.
    3. Tuliskan ungkapan kerinduan anak-anak untuk belajar akan Firman dan kehendak Tuhan bersama dengan keluarga! (Bagi yang belum menerapkan belajar Firman Tuhan bersama di tengah keluarga).
  2. Surat dimasukkan ke dalam amplop.
  3. Memberikan surat tersebut kepada orang tua masing-masing setelah ibadah.

Gambar: Sweetpublishing.com

 

Bagikan Entri Ini: