Tidak Minder Pancaran Air Hidup Junior 9 Juni 2025

9 June 2025

Bacaan: 1 Samuel 2: 7-8
Nats: “Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan.” (1 Samuel 2: 8b)

Srinivasa Ramanujan adalah matematikawan yang berasal dari India. Keluarganya sangat miskin. Srinivasa tidak bisa bersekolah karena tidak punya uang. Dia belajar matematika secara mandiri. Dia menuliskan teori-teori matematika yang dia ciptakan di lantai kuil tempat dia sembayang. Harga selembar kertas terlalu mahal baginya. Hanya hal-hal yang sangat penting saja yang dia tulis di kertas.

Akibat ketekunannya, Srinivasa bisa diterima bekerja di Universitas Trinity di Inggris. Di sana, dia bertemu dengan banyak ahli matematika lainnya. Semuanya adalah ilmuwan lulusan dari sekolah terkenal. Hanya Srinivasa yang tidak pernah bersekolah. Tapi hal itu tidak membuat Srinivasa minder atau malu. Kemiskinannya justru memacu semangatnya untuk menjadi seorang matematikawan hebat.

Teman-teman, ayo belajar dari Srinivasa. Meskipun dia berasal dari keluarga miskin, tapi prestasinya tidak kalah dari yang lain. Jadi, mulai sekarang tidak perlu malu atau minder karena kekurangan yang kalian miliki, ya. Anugerah Allah telah membuat semua anak-anak-Nya berharga.

Warnai angka-angka yang urut sehingga Srinivasa bisa lulus sekolah.

Doaku: Ya Allah, terima kasih atas anugerah-Mu yang membuat aku menjadi anak yang berharga. Amin.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak