Bacaan: 2 Korintus 8: 14-15
Nats: “Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.” (2 Korintus 8: 14)
Pada waktu kecil, Om Budi hidup penuh kekurangan. Saat lulus sekolah, Om Budi bekerja dan menjadi orang sukses. Gajinya sangat besar, jadi hidupnya tidak lagi kekurangan. Om Budi selalu pergi ke mall setiap habis gajian. Dia berbelanja tapi bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk orang lain. Misalnya, belanja baju dan sepatu untuk anak tukang sampah, belanja alat masak untuk tetangganya yang hidup sebatang kara.
Saudara-saudara Om Budi tidak suka dengan apa yang dilakukannya itu. Menurut saudara-saudaranya, Om Budi adalah orang yang aneh karena sudah bekerja susah-susah sampai sukses, tapi gajinya malah banyak dipakai untuk membeli kebutuhan orang lain.
Teman-teman, Tuhan Yesus memberi harta banyak pada seseorang sebenarnya bukan untuk dipakai sendiri, tapi juga untuk berbagi pada orang-orang yang kekurangan. Menurut Rasul Paulus, yang berkelebihan harus memberi yang berkekurangan supaya terjadi keseimbangan. Sehingga, baik yang memberi maupun yang menerima, tidak ada yang berkekurangan. Jadi, apa yang dilakukan Om Budi tidak aneh, ya teman-teman. Justru perbuatan seperti itulah yang disukai Tuhan.
Doaku: Ya Bapa, mampukanlah aku untuk rela berbagi pada teman dan saudaraku yang hidup berkekurangan. Amin.
