Bacaan: Kis.Para Rasul 5: 1-11
Nats: “Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu?”(Ay 4)
Ada seorang anak yang memiliki dua mobil-mobilan. Anak ini sangat baik dan peduli kepada adiknya yang tidak memiliki mobil-mobilan maka diberikannyalah salah satu mobil-mobilan itu. Sayangnya, Ketika hendak memberikan mobil-mobilan kepada adiknya satu roda mobil-mobilan yang akan diberikan itu dilepas dan diambilnya. Alasannya, supaya ada roda cadangan bagi mainannya sendiri. Menurutmu, apakah pemberian anak tersebut tulus?
Ananias dan Safira adalah warga jemaat pada zaman jemaat pertama (jemaat mula-mula). Ananias dan Safira merupakan bagian anggota jemaat. Pada waktu itu, apa yang dimiliki oleh Ananias dan Safira juga merupakan milik jemaat pertama (jemaat mula-mula). Ananias dan Safira memahami hal ini, namun Ananias dan Safira justru melakukan hal yang sebaliknya. Ananias dan Safira menjual tanah dan berbohong kepada para rasul. Ananias dan
Safira memberikan persembahan dengan tidak tulus (berbohong).
Persembahan harus diawali dengan ketulusan, memberikan apa adanya. Oleh karena itu mari memberikan persembahan dengan ketulusan. Begitu juga ketika kita memberi kepada orang lain juga harus tulus. Tulus dalam arti kita memberikan tanpa berharap kita menerima hadiah itu kembali.
Sebutkanlah contoh memberi yang sudah pernah teman-teman lakukan baik di dalam lingkungan gereja ataupun lingkungan keluarga.
- Di lingkungan gereja: …..
- Di lingkungan keluarga: …..
Doaku: ”Ajarlah aku untuk memiliki hati yang tulus agar apa yang aku punya dapat aku berikan kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Amin.”