Bacaan : 1 Samuel 3 : 1-10
Nats: Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya. Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel! ” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.” (1 Samuel 3 : 9-10)
Ketika Samuel masih kecil, orang tuanya membawa Samuel dan menyerahkannya kepada Imam Eli. Mereka ingin agar Samuel bisa belajar melayani Tuhan seperti Imam Eli. Samuel adalah anak yang baik. Ia menghormati dan patuh pada Imam Eli sebagai pembimbingnya. Karena Samuel tahu dan percaya, Imam Eli akan mengajarkan tentang Firman Tuhan dan cara-cara melayani Tuhan dengan baik. Maka ketika di malam hari terdengar suara Tuhan yang memanggilnya , Samuelpun memberikan jawaban seperti yang diajarkan Imam Eli, yaitu,” Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”
Jika Samuel mempunyai Imam Eli sebagai pembimbing, teman-teman juga mempunyai guru atau pembimbing yang mendidik kita selain orang tua di rumah. Mereka itu adalah guru disekolah, guru di tempat les, guru katekisasi di gereja juga para pamong. Mereka juga harus kita hormati seperti kita menghormati orang tua kita di rumah. Karena mereka juga mengajarkan hal-hal yang baik kepada kita.
Nah, kalau teman-teman selalu memperhatikan yang disampaikan oleh pamong, pasti teman-teman ingat cerita tentang Samuel yang tinggal bersama Imam Eli. Apakah kalian ingat siapa nama ayah dan ibu Samuel ?
Tuliskan nama ayah dan ibu Samuel.
Tuliskan nama ayah dan ibu Samuel: …
Doa: “Tuhan maafkan aku jika kadang-kadang aku kurang sopan dan kurang menghormati para guru dan pamong. Aku berjanji akan menjadi anak yang lebih baik. Amin.“