Bacaan: Kis.Para Rasul 4: 27-31
Nats: “… dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”(Ay 31)
Mujizat yang dilakukan Petrus dengan menyembuhkan orang lumpuh berbuntut Panjang. Petrus dan juga para orang percaya kepada Tuhan Yesus kini diteror oleh kaum imam dan Saduki. Para pengikut Tuhan Yesus hidupnya tidak tenang karena mereka dianggap ancaman bagi kaum imam dan kaum Yahudi lainnya. Takut, jelas saja mereka merasakan itu sebab para pengikut Tuhan Yesus tidak memiliki kuasa apapun sementara yang mengancam mereka adalah orang-orang berkuasa. Dalam ketakutan itulah mereka justru semakin tekun dalam doa dan permohonan kepada Tuhan.
Kita melihat bagaimana mereka mengungkapkan ketakutan mereka melalui doa bersama. Bahkan dalam doa itu mereka juga menaruh pengharapan akan datangnya pertolongan dari Tuhan. Mereka mampu mengubah rasa cemas dan takut menjadi iman dan pengharapan. Sungguh inilah pelajaran yang patut kita ingat yaitu jadikanlah ketakutan dan kecemasanmu untuk semakin berserah kepada Tuhan dalam iman dan pengharapan. Tuhan kita bukanlah Tuhan yang diam, Ia bertindak dan menolong setiap orang yang berseru kepada-Nya. Maka Tuhan menurunkan Roh Kudus ke atas mereka dan mereka kini berani untuk senantiasa memberitakan kuasa dan mujizat Tuhan Yesus.
Hari ini ada banyak ketakutan yang mungkin kita alami tetapi apakah kita mampu mengelola rasa takut itu Bersama Tuhan? Jika kita mampu mengelolanya maka Tuhan akan memberikan Roh Kudus dan mengubah ketakutan kita menjadi keberanian.
Buatlah garis antara kolom yang berisikan ketakutan dan keberanian.

Doaku: “Tuhan tolonglah kami untuk dapat menjadikan ketauktan dan kecemasanku menjadi semakin berserah kepada-Mu. Amin.”