Mari Bersyukur Pancaran Air Hidup Junior 5 September 2022

Bahan Bacaan: Yesaya 12: 1-6
Nats:…….. Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.” (Yesaya 12:2)

Nikita adalah anak kecil yang berusia 7 tahun. Dia adalah anak yang ceria. Dia tidak pernah merengek menuntut orang tuanya untuk memberikan apa yang dia mau. Dia juga bukan anak yang penakut ketika ditinggalkan orang tuanya bekerja. Wahhh hebat ya Nikita ini? Selain itu, Nikita juga selalu bersyukur karena Tuhan sudah memberikan orang tua sayang kepadanya. Nikita juga tahu orang tuanya bekerja dengan giat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jika ada uang lebih, kadang-kadang orang tuanya membelikan sesuatu dan Nikita akan dengan senang hati menerima pemberian mereka.

Sosok yang tidak takut dan selalu bersyukur juga menjadi gambaran dari tokoh Alkitab yang hebat bernama Yesaya. Melalui Yesaya Tuhan menubuatkan hukuman dan keselamatan kepada bangsa Israel. Meskipun Yesaya bagian dari bangsa Israel, namun Yesaya bukanlah orang yang tamak dan serakah. Yesaya justru bersyukur kepada Tuhan atas apa yang dia miliki dan tidak takut ditindas ketika dia mewartakan nubuat Tuhan kepada bangsa Israel, karena Yesaya percaya bahwa Tuhan itu baik, dan Tuhan tidak akan meninggalkannya.

Nah, kita bisa belajar dari kisah Nikita dan nabi Yesaya. Kita diajarkan untuk tidak menuntut lebih. Kita tidak boleh merengek kepada orang tua ketika kita meminta mainan dan tidak menangis ketika ditinggal orang tua bekerja, sebaliknya yuk kita bersyukur dan berterimakasih atas apa yang kita miliki.

Yuk kita bermain dengan menyusun puzzle dibawah ii dengan memberinya nomor.

Doaku:Tuhan yang baik aku senantiasa bersyukur, karena Engkau sangat baik. Terima kasih Tuhan, Amin.”

 

Bagikan Entri Ini: