Penolong Seperti Ishak Pancaran Air Hidup Junior 3 Maret 2026

3 March 2026

Bacaan:  Kejadian 22: 1-6
Nats: Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan. (Kejadian 2:5)

Teman-teman masih ingat kan, mengapa Sara, para kerabat dan semua orang yang mendengar tentang kelahiran Ishak tertawa? Ya, karena kelahiran Ishak sudah sangat lama dinantikan oleh Abraham dan Sara. Ishak menjadi sumber sukacita di dalam keluarga mereka. Tetapi tidak hanya pada saat bayi saja Ishak membuat orang tuanya merasa senang. Ishak tumbuh menjadi anak yang baik, yang patuh pada orang tuanya.

Pada waktu Abraham mengajak Ishak ke daerah Moria, Ishak menurut. Bahkan ketika Ishak diminta oleh ayahnya untuk membawa kayu bakar ke atas gunung, Ishak juga melakukannya dengan senang hati. Ia tidak mengeluh dan tidak membantah. Padahal pasti berat dan melelahkan ya, karena mereka berjalan menuju ke atas sebuah gunung.

Apakah teman-teman juga seperti Ishak yang dengan senang hati menolong orang tua? Atau teman-teman masih suka kesal dan marah jika ayah atau ibu meminta tolong kalian untuk membantu melakukan sesuatu? Yuk mulai sekarang kita belajar menjadi seperti Ishak yang mau menolong orang tuanya sehingga orangtua kita juga akan merasa senang.

Apa saja yang sudah kamu lakukan untuk menolong orang tua di rumah

klik pada gambar untuk memperbesar

Doaku: Tuhan terimakasih sudah memberikan orang tua yang baik kepadaku. Tolong aku supaya bisa menjadi anak yang baik, yang selalu siap untuk menolong mereka. Amin.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak