Bacaan: Yakobus 2: 1-10
Nats:“dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: “Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!”, sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: “Berdirilah di sana!” atau: “Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!”“ (Yakobus 2: 3)
“Penjualnya nggak asyik,” kata Bella setelah membeli jagung bakar tidak jauh dari rumahnya. Teman-teman Bella kaget karena belum pernah melihat Bella sekesal itu.
“Memangnya kenapa dengan penjual jagung bakar itu, Bel?” tanya mereka.
“Penjualnya pilih-pilih pembeli. Kalau ada pembeli yang pakai baju bagus, naik motor dan terlihat kaya pasti didulukan meskipun baru datang,” kata Bella.
“Loh, kok gitu sih. Kan kasihan yang sudah ngantre dari tadi,” sahut teman Bella.
“Iya, kayak aku ini. Aku dilayani terakhir, padahal aku datang duluan. Mungkin penjualnya mengira aku nggak punya cukup uang untuk membayar. Kan aku cuma anak kecil, pakai sandal jepit dan baju biasa,” kata Bella.
Kasihan Bella ya, teman-teman. Seharusnya penjual jagung bakar bisa bersikap adil pada pembelinya. Melayani pembeli sesuai antrean, bukan melihat penampilannya. Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita tidak boleh memandang muka dalam bersikap. Jadi, sebagai anak-anak Tuhan kita juga harus mentaatinya, tidak seperti penjual jagung bakar itu.
Doaku: Terima kasih, ya Bapa. Engkau telah mengasihi kami semua dengan kasih yang sama. Amin.