Bacaan: Kejadian 35: 21-22a
Nats: Sesudah itu, berangkatlah Israel, ia memasang kemahnya di seberang Migdal-Eder. (Kejadian 35: 21)
Setelah istri Yakub, Rahel, meninggal dunia, Yakub merasa sangat sedih. Hatinya terluka karena kehilangan orang yang sangat ia kasihi. Namun Alkitab mencatat bahwa Yakub tetap melanjutkan perjalanannya. Ia tidak berhenti berjalan, meskipun hatinya sedang berduka. Tuhan tidak meninggalkan Yakub. Janji Tuhan kepada Yakub tetap berjalan, walaupun Yakub sedang sedih.
Teman-teman kadang kita juga bisa merasa sedih: kehilangan orang yang kita sayangi, dimarahi orang tua atau bertengkar dengan teman. Sedih itu boleh. Tuhan tahu perasaan kita. Tetapi seperti Yakub, kita tidak boleh terlalu lama dalam kesedihan sebab membuat kita tidak mau bergerak atau berjala. Tuhan ingin kita untuk terus berjalan, tidak berhenti berharap. Tuhan menolong anak-anak-Nya untuk terus melangkah meski hati sedang sedih.
Jawablah pertanyaan berikut ini :
- Apakah kamu sekarang sedang bersedih?
_____________________________________ - Apa yang membuatmu bersedih?
_____________________________________ - Apakah kamu sudah menceritakan kesedihanmu pada yang yang kamu percaya?
_____________________________________
Doaku: Tuhan Yesus, saat aku sedih dan hatiku terasa berat, tolong aku untuk tetap percaya dan terus berjalan bersama-Mu. Aku tahu Engkau tidak pernah meninggalkanku, Amin.