Bacaan: Markus 11 : 15 – 19
Nats: Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: “Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!” ( Markus 11 : 17 )
Hari ini NInda dan beberapa temannya tampak bersemangat sekali membuka-buka buku resep puding milik ibu. Mereka bingung memilih puding mana yang akan mereka buat. Semuanya tampak menarik dan enak. Akhirnya mereka memilih puding coklat dengan toping buah strawberi. Kemudian mereka mencatat apa saja bahan yang harus dibeli serta harganya.
“Ninda, kata mbak Ayu, semua modal yang kita keluarkan untuk membuat puding ini akan diganti. Nah, biaya yang dikeluarkan kamu besarkan khan ya dari biaya yang sesungguhnya, supaya kita bisa buat puding untuk kita juga. Itung-itung upah buat kita,” kata Rena.
“Tidak bisa dong, itu curang namanya. Harusnya kita bersyukur tidak mengeluarkan biaya karena biaya ditanggung oleh mbak Ayu,” kata Ninda
“Kita tidak boleh mengambil keuntungan untuk kepentingan kita sendiri. Kalau kita ingin makan puding, kita patungan saja untuk beli bahan-bahannya. Orang-orang yang curang seperti ini yang membuat Yesus marah pada para penjual di Bait Allah. Curang mencari keuntungan diri sendiri di gereja,” kata Santi menimpali. “Iya, iya, aku minta maaf,” kata Rena.
Aktivitas: Temukan empat nama binatang yang dijual di Bait Allah (Yohanes 2:13-16).

Doaku: “Tuhan aku ingin menjadi anak yang jujur, tidak berlaku curang. Berkatilah aku. Amin.”